
Amel sampai di lantai bawah ia pergi ke ruang OB untuk mengambil tas nya
"Mel lo kenapa "ucap Indah yang melihat keadaan Amel yang pucat
" gue sakit, tadi gue udah izin pulang, gue duluan "Pamit Amel buru-buru agar tidak ditanya-tanya lagi
Indah dan parah OB yang lain heran dengan sikap Amel yang biasanya ramah ceria hari ini berubah
Amel keluar dari kantor tanpa memperdulikan orang-orang yang melihat
" Nona Amel kok udah pulang "ucap Pak Satpam
" iya Pak saya tidak enak badan "jawab Amel
" tapi Non ini udah mau hujan lo, nanti palah tambah sakit "ucap Pak Satpam
" kos saya dekat kok Pak, ya sudah saya permisi dulu "Ucap Amel dan berlalu pergi
" hati-hati Non "ucap Pak satpam Amel hanya mengangguk
Amel berjalan menuju kos nya dengan tatapan kosong, cuaca yang berubah mendung pun seakan mewakili kesedihan Amel,
Belum juga sampai kos hujan sudah turun dengan lebat, Amel selama perjalanan pulang hanya bisa menangis di bawah derasnya air hujan
"kenapa takdir hambar seperti ini ya Allah "teriak Amel yang sudah terduduk lesu di jalan, untung saja jalannya sepi karena hujan
Amel merenung kan dirinya meyakinkan hati nya di bawah hujan yang lebat, Amel berusaha untuk menerima semua takdir ini dengan ikhlas
" lo harus ikhlas mel agar lo bisa menjalani semua ini tidak terbebani, mungkin takdir Allah yang paling bener untuk ku, ayo mel tetep tersenyum dan semangat "ucap Amel meyakinkan dirinya sendiri ia bangkit dari duduknya melanjutkan jalannya menuju Kos
Amel pun sampean di kos sesampainya di kos Amel lagsung membilas dirinya dengan air hangat
Selesai mandi dan beres-beres Amel melakukan sholat agar bisa menengah pikirannya lagi pula Amel juga belum sholat zuhur
Rencananya Nanti Malam akan melakukan sholat Istikhoroh agar hatinya semakin mantap
Amel pun tertidur tapi tetep memasang alaram jam 3 pagi untuk sholat
Pukul 8 Amel pun tertidur karena capek menangis, Amel sudah menerima semua ini dengan ikhlas
_-------------------------------------_
Sedangkan di kediaman Devit Mama Rani sedang menemui cucu nya untuk memberi kabar gembira
"cucu Oma yang cantik dimana kamu nak "ucap Mama Rani mencari Putri di kamar
" iya Oma aku di sini "ucap Putri
" Oma punya kabar gembira Sayang "ucap Mama Rani dengan mata berbinar
__ADS_1
" apa Oma "Putri pun sangat antusias ingin tau
" kamu akan punya Bunda Sayang "ucap Mama Rani, Putri pun nampak sangat gembira
" apa Oma serius aku akan punya Bunda"ucap Putri
"serius dong sayang "jawab Mama Rani
" yeee " teriak Putri kegirangan dan meloncat-loncat di atas kasur, Mama Rani yang melihat itu pun sangat bahagia cucu nya mau menerima semua ini.
" Sayang jangan loncat-loncat nanti jatuh "ucap Mama Rani
Di balik pintu yang terbuka ada sosok laki-laki yang sedang menyaksikan kegembiraan itu laki-laki itu tersenyum tipis dan lagsung pergi menuju kamar nya
Laki-laki itu yang tak lain adalah Devit, ia masuk ke ruang kerja nya ia mengambil sebuah bingkai foto di dalam laci
Nampak air mata nya menetes "Sayang maafkan aku, karena aku akan menikah lagi maafkan aku sayang" ucap nya dalam tangis dan memeluk foto mendiang istrinya
Setelah puas berbicara dengan istrinya Devit keluar dari ruang kerja menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu istirahat
"Sudah ya loncat-loncat nya sekarang tidur, Oma akan menemanimu "ucap Mama Rani, Putri pun menghentikan loncat-loncatannya dan segera tidur
Mama Rani membeli rambut panjang Cucu nya itu dengan lembut" Cucu Oma harus selalu bahagia seperti ini ya "ucap nya dalam hati
Setelah Putri tidur Mama Rani keluar dari kamar Putri, sebelum keluar Mama Rani takk lupa mematikan lampunya
Mama Rani segera pergi menuju Kamarnya setelah semua urusan untuk pernikahan besok selesi
_----------------------------------------_
Pagi hari yang cerah Amel sudah bangun dan sekarang lagi memasak
Amel tau kalo hari ini hari pernikahan nya dengan Tuan Devit jadi ia sudah mandi lebih awal, tak butuh waktu lama Amel pun selesai memasak dan segera menyantap makanya
Tiba-tiba di luar ada yang mengetuk pintu beberapa kalih
Tok
Tok
Tok
Amel pun berjalan mendekati pintu"iya sebentar "ucap Amel
" saya supir Tuan Devit Non, saya di suruh ke sini untuk menjemput Nona Amel "ucap pak supir
" oh baik Pak saya ambil barang-barang saya dulu "ucap Amel
" baik Non "jawab Pak supir
__ADS_1
Setelah beberapa menit Amel keluar dari rumah" mari Pak saya sudah siap "ucap Amel dengan sopan
" sini Non tas nya biar saya bawakan "ajuan Pak supir
" Terimakasih Pak "ucap Amel, pak supir pun tersenyum dan segera meletak tas Amel di bagasi Mobil
Pak supir juga membukakan pintu mobil untuk Amel, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Devit
Selama di perjalanan Amel hanya menatap jalan IbuKota di pagi hari yang belum terlalu ramai
Amel meghembuskkan nafasnya dengan kasar "mengapa semua ini terjadi tiba-tiba ya Allah" ucap nya di dalam hati
Mata nya tetap menatap di jendela, selama di perjalanan Amel hanya diam membisu
Setelah perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mobil yang di tumpangi Amel sampai di sebuah rumah mewah
Amel pun membulatkan matanya ia sangat takjub dengan rumah itu
(kurang lebih seperti itu ya "
Mobil pun berhenti Pak supir sudah keluar dulu dari mobil dan setelah itu membukakan pintu untuk Amel
Sedangkan Mama Rani sudah menunggu menantunya di depan pintu
" wah anak Mama sudah datang "ucap Mama Rani yang melihat Amel mendekati nya
Amel mendekati Mama Rani dan menyalami tangan Mama Rani
" Mama tak perlu repot-repot menyambut ku "ucap Amel, tapi Amel melihat sesosok gadis kecil yang bersembunyi di balik tubuh Mama Rani
" tidak repot Sayang "ucap Mama Rani
" hai gadis cantik kenapa bersembunyi "ucap Amel menjulurkan tangannya untuk megajak berkenalan
Putri perlahat keluar dari persembunyiannya" apa Tante Bunda Aku "ucap Putri dengan polosnya
" iya sayang nama Tante Amel kalo kamu namanya siapa "ucap Amel
" nama aku Putri Bunda, Bunda mau kan jadi Bundanya Putrii "ucap Putri
Deg
Ada rasa nyaman di benak Amel saat di panggil Bunda, Amel pun tersenyum
" iya boleh dong kan Putri anaknya Bunda, sini Bunda peluk "ucap Amel dan merentagkan tangannya Putri pun tanaman ragu lagsung memeluk Amel
" Terimakasih Bunda "ucap Putri di sela-sela pelukannya, Mama Rani yang melihat pemandangan itu pun meneteskan air mata
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga ya di cerita ku yang baru terimakasih 🙏✊