
Putri dan Mama Rani memutuskan untuk menemani Amel di kamar
Putri sudah di samping sang Bunda "Bunda" panggil Putri Amel pun megerjap kan mata nya
Amel bangun dan melihat wajah sendu sang Putri "hei anak Bunda kenapa kok sedih" tanya Amel, posisi Amel sekarang duduk ia duduk di bantu oleh Devit
"apa Bunda sakit "tanya Putri yang nampak khawatir dengan Bunda nya
" tidak Sayang, kata siapa Bunda sakit "elak Amel agar Putri tidak khawatir
" Bunda bohongi Putri ya, Putri udan tau semua nya "ujar Putri ia memeluk sang Bunda dan menangis di peluk kan nya
" Bunda sudah baik-baik kok, Putri jangan sedih ya "Amel berusaha menenangkan Putri, Putri pun mengangguk
" ya sudah anak Ayah udah liat Bunda kan, sekarang biar Bunda nya istirahat lagi ya "ucap Devit dengan suara selembut mugkin
" Ayah jaga Bunda ya "ucap Putri sebelum meninggal kan kamar Ayah dan Bunda nya
" kamu jaga diri ya Nak, Mama tinggal dulu "pamit Mama Rani, mereka pun mengangguk bersama
Di dalam kamar tinggal Amel dan Devit, Amel merasa cagung Devit yang melihat ke gugupan sang Istri ia pun mendekati nya
" apa butuh sesuatu "tanya Devit
Amel Magelang kan kepala nya ia berusaha bangkit dari duduk nya dereng sigap Devit membantu Amel
" kalo mau apa-apa bilang jangan sungkan "ujar Devit sambil memapah Amel ke kamar mandi
Amel menatap lekat wajah suami nya itu satu kata yang ia ucap kan" perhatian "ucap nya dalam hati
" masuk lah aku tunggu di luar "ujar Devit
" Terima kasih "ucap Amel
Devit tersenyum tipis
Devit dengan setia menunggu Amel di depan Pintu kamar mandi
Tak berselang lama Amel keluar dari kamar mandi degan berpegangan tembok
Devit yang melihat Amel sudah keluar langsung memapah Amel
Devit menaruh Amel di tempat tidur "apa mau makan sesuatu" tanya Devit
__ADS_1
"tidak Tuan" tolak Amel dengan sopan
"Aku tau kamu pasti laper, aku ambilin makan dulu "putus Devit
" terserah Tuan saja "Amel pasrah dan menurut dengan Devit, Devit pun lagsung keluar dari kamar untuk mengambil kan makanan
Amel yang melihat perubahan Devit merasa bahagia doa nya di kambul kan oleh Tuhan
Ponsel Amel perbunyi dan ternyata Indah mengirim Pesan
💌Indah" Mel lo tadi gak kenapa-kenapa kan "
💌Amel" iya Ndah gue gak apa-apa kok "
💌Indah" sebenar nya lo sama Tuan Devit punya hubungan apa sih "
💌Amel" gue bakal kasih tau jika sudah waktu nya, gue minta lo ngerti i gue ya "
💌Indah" gak papa Mel, gue bakal nunggu sampai lo siap untuk cerita semua nya "
💌Amel" Terima kasih Ndah, gue juga mau bilang besok gue gak berangkat kerja "
💌Indah" iya Mel lo istirahat aja di rumah ya "
💌Amel" iya Ndah Assalamualaikum "
Amel pun menaruh ponsel nya di atas meja, Devit pun masuk membawa nampan berisi makanan dan minum
" ayo makan dulu tetelah itu minum Obat "ujar Devit saat sudah duduk di samping Amel
" Maaf ya Tuan saya merepotkan "Amel merasa tak enak hati
" kenapa minta maaf aku adalah suami mu dan semua ini kewajiban ku "elak Devit, Amel pun tersenyum dan mulai menyantap makanan yang di bawa oleh Devit
Devit tersenyum melihat istri nya makan dengan lahap, ia juga setia menemani Amel sampai makan nya habis dan minum Obat
Amel pun selesai makan Devit lagsung mengambil kan air dan Obat
"Tuan tak perlu repot-repot, apa Tuan sudah makan "tanya Amel
" Aku bisa makan kapan saja yang penting sekarang kamu sembuh dulu "ujar Devit
" tapi Tuan, Tuan juga jangan telat makan nanti Tuan sakit "ucap Amel khwatir , Devit yang melihat raut wajah khawatir Amel lagsung mempunyai Ide untuk megerjai nya
__ADS_1
" ya tidak papa jika aku sakit "ujar Devit menahan tawanya melihat raut wajah sang Istri yang menatap Devit aneh
" Tuan kok bicara seperti itu "ucap Amel dengan memanyun kan bibir nya Devit merasa gemas melihat hal itu
" ya iya biarin aja aku sakit kan ada kamu yang merawat "ucap Devit megedip kan matanya Amel yang melihat itu merasa kesal ia pun memukul tangan Devit dengan pelan
" apa sih Tuan "jawab Amel malu wajah nya sudah merona
" iya benar kan, apa kamu tidak mau merawat ku hmm "Devit pura-pura marah ia mengembangkan pipi nya
Amel yang melihat wajah Devit rasanya ingin tertawa" Emmm bagaimana ya Tuan "Amel palah semakin megoda Devit, degan wajah yang tak kalah imut
" kamu serius tidak mau merawat ku "jawab Devit dengan nada lesu
Entah apa yang mendorong Amel sampai ia berani memegang tangan Devit
" Tuan adalah suami Amel sekarang walaupun di pernikahan ini belum ada cinta tapi saya sebagai seorang Istri pasti akan selalu melayani Tuan semampu Amel, Jika kita berjodoh pasti cinta akan tumbuh dengan sendiri nya "ujar Amel Devit begitu terpaku dengan Amel walaupun Amel di bilang masih berusia muda tapi pemikiran nya sudah seperti orang dewasa
Devit tersenyum ia juga memegang tangan Amel" Terima kasih karena mau menerima ku sebagai suami mu, maaf jika aku belum bisa membuat mu bahagia "ucap Devit dengan begitu tulus
" tidak apa Tuan, kita jalani saja semua ini dengan ikhlas demi kebahagiaan Putri "jawab Amel, Devit mengangguk
" ya sudah aku mandi dulu setelah itu kita sholat berjamaah "ucap Devit Amel mengangguk Devit pergi menuju kamar mandi
Amel melihat punggung suami nya yang sudah tidak terlihat lagi
rasanya ia ingin melompat-lompat tapi mengingat perut nya yang masih terasa nyeri ia megurung kan niat nya dan palah senyum-senyum sendiri seperti orang gila
Tak lama kemudian Devit keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk, Amel yang tak sengaja melihat pemandangan itu
Amel terpaku melihat tubuh atletis sang Suami cukup lama ia menandai nya
Ia pun tersadar dan lagsung memalingkan wajah nya Devit yang melihat tingkah konyol istri nya hanya geleng-geleng kepala
Devit pun berjalan menuju ruang ganti tanpa meghirau kan sang Istri yang sedang bertingkah koyo karena menutupi wajah nya dengan selimut
Amel yang tau Devit sudah masuk ke ruang ganti lagsung bernafas lega "Astagfirullah Amel tadi lo liatin apa" gumam Amel mengusap -usap wajah nya
Devit pun keluar dari rauang ganti dengan pakaian santai nya ia pun mendekat ke ranjang dan duduk di samping Amel
__ADS_1
Devit menatap Amel dengan lekat "cantik juga Istri ku" gumam nya di dalam hati
Wajah Devit pun semakin dekat dengan wajah Amel, Amel deg deg kan ia mulai panik dengan apa yang akan terjadi dengan nya