Menikahi Majikan Lumpuh

Menikahi Majikan Lumpuh
Bab 4 - Gadis Bar-bar


__ADS_3

Pintu sudah tertutup selepas kepergian ibu Ningsih.


Mau tidak mau Mika harus berbalik dan menghadap ke arah sang suami.


Ya Allah, kok aku jadi takut gini, Batin gadis itu. Tiba-tiba merasa hawa mencekam menyelimuti tubuhnya.


Seolah di dalam kamar ini Dia tidak sedang bersama dengan sang suami, melainkan bersama dengan setan.


Sampai-sampai bulu kuduknya merinding.


"Kunci pintunya," titah Bima.


Mika langsung bergidik ngeri, dengan gerakan tergesa-gesa dia pun mengunci pintu kamar itu.


Dan ketika Mika berbalik, dia langsung menjerit karena benar-benar melihat hantu.


"Kya!! Setan!!" pekik Mika tanpa sadar, bagaimana tidak terkejut ketika dia melihat secara langsung pria lumpuh itu tiba-tiba berdiri dan turun dari kursi rodanya.


Saking terkejutnya Mika bahkan sampai terhuyung dan nyaris jatuh, untunglah jarak pintu belum terlalu jauh hingga dia bisa bersandar di sana.


Mika makin terpojok saat melihat pak Bima menatap ke arahnya lurus, menatap dengan sorot matanya yang tajam.


Ya Allah, gadis itu seketika lemas. Rasanya ingin jatuh pingsan saja.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan? cepat kemari dan bantu aku jalan," titah Bima. Dia memang tidak lumpuh total, tapi yang mengetahui tentang kondisinya ini hanyalah Bik Ningsih, sementara seluruh keluarganya hanya tahu bahwa dia mengalami kelumpuhan total.


"Tapi itu bisa berdiri, pak Bisa bisa jalan?" tanya Mika.


"Tidak usah banyak bertanya dan cepat kemari!" balas Bima dengan kata-kata yang lebih menekan.


Mika mencebik, jadi serba salah. Padahal apa masalahnya jika mereka berdua saling bicara. Bukannya akan aneh jika hanya diam-diam saja?


Entahlah, Mika juga bingung. Semua yang terjadi di dalam hidupnya saat ini sangat membingungkan.


Mika tidak berjalan saat mendekati pak Bima, tapi dia berlari dengan cepat dan langsung memeluk tubuh pria itu agar tidak jatuh.


Saat ini Mika tidak merasa canggung karena dia sedang membantu orang sakit.


Astaga, gadis ini. Batin Bima. Kata Bik Ningsih, Mika adalah gadis yang lemah lembut dan pemalu.


Tapi apa ini? Mika lebih cocok disebut sebagai gadis bar-bar.


"Lepas, tidak perlu memeluk ku seperti ini. Cukup pegang tangan ku," kata Bima, dia sedang menahan geram di dalam hati.


Pernikahan ini bukan untuk dia mencari istri, Bima hanya butuh seseorang untuk jadi tangan dan kakinya di perusahaan.


Dan mendengar ucapan pak Bima itu, Mika pun buru-buru melepaskan pelukannya. Lalu mundur 1 langkah mengambil jarak dan menyentuh lengan pria dewasa itu.

__ADS_1


"Maaf Pak, seperti ini ya?" tanya Mika.


Tapi Bima tak menjawabi pertanyaan itu, dia langsung berjalan perlahan dan Mika pun reflek mengikuti.


Bima ternyata ingin masuk ke dalam kamar mandi, mencuci wajahnya dan kemudian kembali mendatangi kamar lalu duduk di tepi ranjang.


"Bantu aku untuk ganti baju tidur," kata Bima.


"Baik Pak!" jawab Mika patuh, persis seperti anak buah yang siap menjalankan tugas sang Boss.


"Biasakan untuk memanggilnya ku Mas," kata Bima lagi sebelum gadis itu berjalan menuju lemari pakaian.


"Iya Pak, nanti aku belajar dulu, sekarang masih canggung," balas Mika dengan menunduk.


Bima sampai tak bisa berkata-kata.


"Ya sudah sana, ambil bajuku."


"Iya!" balas Mika lagi.


Dia berlari dan mengambil baju itu.


Meski deg-degan, namun dia bantu pak Bima mengganti bajunya.

__ADS_1


__ADS_2