
Saat Bella mencari hendra ke kandang ayam tempat ia kerja tetapi bella tidak melihatnya,disana hanya ada Bayu temanya sedang membersihkan wadah makan ayam
"Bayu dimana hendra" tanya bella terengah engah.
"eh kaka ipar,tadi sihendra kayanya ngambil pur deh ke belakang"ucap bayu santai.
"makasih" bella menepuk pundak bayu dan segera pergi.
"duhh dimana si lo hendra"ucap bella sambil berlari dan buggghh "aw" bella jatuh.
"duh bel,kamu gapapa kan?ngapain si lari lari"
ucap hendra,dan ternyata yang bella tabrak adalah hendra sedang membawa pur ayam.
"iihh sakit tau liat lutut gw lecet,lagian lo gw cariin dari tadi susah banget"marah bella.
"hah yang mana bel,"hendra panik dan segera mengecek lutut bella.
"udah lah gapenting,ayo kita kerumah ayah,tadi supir ayah telpon katanya ayah sakit tapi dia gamau ke RS"
"hah sakit apa?" hendra panik
"gw gatau,,mangkanya ayo kita ke kota"
"oke ayo aku ambil tas dulu"hendra berlari menarik tangan bella.
Sejujurnya bella sangat menyukai sikap hendra yang khawatir tentang keadaan ayahnya,bella terus tersenyum sambil tangan bella ditarik hendra.
Saat tiba di parkiran"Bel kita gamungkin naik motor bututku ini" hendra panik
"dasar bodoh yaiyalah kita harus naik bus"
"oh iya,,yaudah yu kita cari angkot keterminal"
"eh yakin kita ga pulang dan bawa baju,toh motor lo juga masih disini,mending kita pulang sekalian nyimpen motor butut lo!"8
"iya juga,kamu perhatian banget si bel sama aku"ucap hendra sambil mencubit pipi bella.
"ih lagi panik gini juga,sempet banget modus"lagi lagi pipi bella memerah bukan karna cubitan tapi ia malu saat hendra mencubit pipinya gemas.
Akhirnya mereka pulang berkemas dan langsung menuju terminal,bella sejujurnya malas sekali naik kendaraan umum,sudah bisa dilihat banyak orang² yang bising menurut ia itu menganggu.
Bus datang bella dan hendra segera naik,saat diperjalanan "bel kamu gapapa kan naik bus?"tanya hendra.
__ADS_1
"lo fikir gw harus gimana,gw juga maunya naik mobil pribadi tau" ketus bella
"eemm maaf ya bel aku belum jadi suami yang baik"hendra tertunduk lemas
entah kenapa bella merasa bersalah."dra gw gapapa ko,lo udah berusaha jadi yang terbaik buat gw"
seketika wajah hendra terbangun dan tersenyum "makasih ya bel aa beneran seneng,,eh aku maksudnya"hendra memeluk bella erat.
Tetapi bella diam saja dia tidak membalas,bella kaget dengan perlakuan hendra,tetapi kemudian ia tersadar dan memeluk hendra juga.bella merasa nyaman berpelukan dengan hendra.
Sudah setengah jam mereka diperjalanan hendra pun tertidur dibus,sedangkan bella tidak nyaman ia juga pusing,mual,karna banyak orang berisik dan bau bus yang menurutnya sangat mual.tetapi bella tetap tenang ia coba memijat kepalanya agar pusingnya reda,tetapi lama kelamaan bella makin mual rasanya ingin muntah,bella tidak tahan lagi segera ia membangunkan hendra
"dra bangun!cepetan gw gakuat!dra"
"emmh apa si bel"ucap hendra sambil membuka mata,dilihatnya muka bella yang sudah pucat.hendra panik" bel kamu kenapa hah sakit?"
"gw mau muntah nih gimana gatahan"
segera hendra mencari plastik kedalam tasnya,tetapi hendra tidak menemukannya
uee ueee Karna tak tahan bella memuntahkanya di baju hendra,memang tak banyak bahkan hanya air,bukanya marah hendra justru memijat mijat tengkuk bella.
"terus bel keluarin"
"kenapa aku harus marah,kamu kan istri aku toh muntah kamu bagi aku bukan apa apa"jawab hendra tersenyum.hati bella menghangat "makasi ya dra"
"eh gapapa aku bisa ganti disini ko,,kmu tolong halangin ya,aku mau ganti baju"
Lagi lagi wajah bella memanas bukan tanpa sebab,ia melihat lagi tubuh hendra yang bahkan sudah ia lupa.Bukanya cepet ganti hendra justru berleha leha dengan mengelap badanya,bella sudah tidak kuat ia menarik tangan hendra dan bibirnya mencium bibir hendra,bella semakin brutal sampai melut bibir hendra,pada awalnya hendra kaget dengan perlakuan bella,tapi sedetik kemudia ia membalas ciuaman bella,bahkan tanganya mulai merangkul pinggang bella,cukup lama mereka saling cium,*****,dan jilat bella kemudian sadar dengan aksinya segera ia sudahi,bella tak berani melihat kearah hendra,wajahnya terus berpaling dan menunduk,disisi lain hendra sudah berpakaian
"kamu gaperlu malu bel,kita kan suami istri"ucap hendra meyakinkan bella.
" jangan ge'er lo,gw tadi refleks anggap aja itu bonus"jawab bella ketus
"wah seneng banget dapet bonus,besok besok aku gamau pake baju ah didepan kamu,biar dapet bonus terus hehe"
Tidak dipungkiri bella tersenyum mendengar penuturan hendra.
Setelah menempuh kurang lebih 1jam akhirnya mereka datang dikota,bella memilih untuk memesan taxi,padahal hendra tadinya mau memesan bajay,tapi karna bella bilang ia akan mabuk lagi jika naik bajay,alhasil sekrang mereka tengah diperjalanan menuju rumah bella,tak lama sampailah mereka dirumah ayah bella,segera bella bayar taxi dan lari kedalam rumah
"Bi,ayah dimana" tanya bella saat melihat pembantu rumahnya.
"tuan didalam kamar non,dia susah makan"
__ADS_1
keluh pembantu itu.
"yaudah saya kekamar ayah dulu" ucap bella sambil berlalu.
"eh den hendra,sini tas nya biar saya bawakan kekamar" ucap pembantu itu saat melihat hendra membawa 2tas yaitu tas bella dan dirinya."eh gausah mbak,saya bisa ko" jawab hendra ramah sambil berlalu menyimpan tas kekamar bella.
ceklek "ayaaah, ayah gapapa?" tanya bella saat masuk kekamar dan melihat ayahnya berbaring lemas.
"ayah kenapa gamau dibawa kerumah sakit hem?"
perlahan wirawan membuka matanya
"ayah gaperlu dokter,ayah cuma butuh cucu"
ucap ayah bella dan bersamaan dengan datangnya hendra.
"pak"hendra bersalam dengan wirawan.
"gimana perasaan bapak apa udah mendingan?"tanya hendra
"jangan panggil 'pak' lagi,panggil ayah!" ucap wirawan dan diangguki oleh hendra.
"nak,ayah cuma butuh cucu.Ayah gatau bakaln bertahan sampai kapan"
suuutt "ayah gaboleh bilang gitu,ayah pasti sembuh,mangkanya ayo kita ke Rumahsakit"ucap bella sedih melihat ayahnya yang lemas.
"ayah mau Ke RS aslkan kalian usahakn buat cucu untuk ayah"
Bella dan hendra berpandangan."ayah tenang aja kita juga udah proses ko" ucap hendra sembari merangkul pundak bella.Bella awalnya terkejut tetapi saat melihat mata hendra berkedip bellapun mengangguk.
"beneran kalian sudah sedekat itu" jawab wirawan bahagia dan semangat pasalnya ia tau bella belum menerima hendra,bahkan mereka pisah kamar.
"Jadi ayah harus Ke RS ya" ucap bella yang diangguki oleh wirawan.
sejujurnya bella khawatir bagaimana kalau ayahnya tau ia berbohong,dan apakah ia harus melakukanya sungguhan? sebenarnya bella sudah siap hanya saja ia bingung mengatakanya pada hendra.
Holla readers🌻
aku up telat nih:(
Maaf klw ada typo dan tanda baca kurang tepat:)
Terimakasi telah membaca:)
__ADS_1