Menikahi Pria Miskin

Menikahi Pria Miskin
Part12


__ADS_3

Hai Reader's makasih ya buat kalian yang masih nungguin cerita ini.


jangan lupa bantu vote ya biar author semangat buat lanjut part berikutnya..


**sorry juga kalau cerita ini kurang nge feel dikalian, karna jujur aja aku emang udah ngambil resiko buat nulis cerita pernikahan tapi aku sendiri belum nikah, masih parawan kalau kata orang sunda mah. hehe


tapi ga sepenuhnya cerita ini ngarang loh, aku juga udah riset dan liat sendiri kehidupan rumah tangga dilingkunganku.


happy reading....


Waktu cuti bella dan hendra tinggal hari ini, besok mereka akan mulai bekerja lagi.


Bella cuma rebahan setelah menyelesaikan pekerjaan rumah.


Difikir fikir sudah hampir satu bulan semenjak ia pulang dari kota bella belum pernah menghubungi ayahnya, jadi ia menghubungi ayahnya sekarang. tuut tuutt tuut


'Haloo bel. '


'Halo ayahh, lagi ngapain? '


'ayah lagi nyiram tanaman, ada apa tumben kamu telpon ayah ada kabar baik yah? atau ayah bakalan punya cucu? '


'ayah apaan sih! belum ada cucu, belum dikasih sama tuhan. Bella mau tanya kabar ayah sekarang, gimana?'


'gimana apanya, kan ayah bilang tadi ayah lagi nyiram tanaman, ayah udah sehat bella.. '


'syukur deh,kapan² ayah maen kesini dong nengok peternakan, mentang² udah ada bella ayah jadi gapernah kesini lagi'


'haha... kan itu gunanya kamu disana, biar ayah gausah cape² kesana lagi, tinggal tunggu laporan kamu aja tiap bulanya. lagipula ayah gakuat kalau kesana pinggang ayah pegel'


Saat sedang asik bertelepon, bella melirik jam,sudah pukul 10.45 biasanya jam 11 hendra sudah pulang dari kebun,


'udah dulu ya ayah, bella harus masak buat makan siang, bentar lagi suami bella pulang'


wirawan tersenyum mendengar bella sudah menerima hendra sebagai suaminya.


'iya masak ya nak, layani suamimu'


lalu wirawan mematikan telponya.


Bella segera beranjak ke dapur melihat apa saja yang harus diolah nya,


Dilain tempat hendra sedang membersihkan kebunnya,soalnya besok dia udah mulai kerja, nanti paling ada waktu mengurusi kebun hanya hari libur. Hendra sengaja menanam banyak jenis sayur jumlahnya memang sedikit²,beda kalau satu kebun ia tanami sayur yang sama hasilnya akan melimpah, kalau dulu memang untuk ia jual, kalau sekarang ia hanya pakai untuk keperluan rumah tangganya. hendra menanam kol, cabe, daun bawang, tomat, sawi dan singkong, Lumayan kalau nanti sudah panen.


makan siang sudah siap, jam sudah pukul 11.23 Tapi hendra masih belum pulang, bella berniat memanggilnya.


karna dari pintu belakang udah kerlihatan bella gajadi nyamperin,


"hendra ayoo makan siang.." teriak bella dari pintu.


hendra yang merasa dipanggil menengok


" bentar baru jam 10 ini. " teriaknya.


"Jam 10 matamuu, udah jam 12 bentar lagi dzuhur" bella kesal sekarang.


" Hah masa sih!"


"udah buruan pulang, makanya pake jam tangan jangan mati" lalu bella masuk kerumah.

__ADS_1


Hendra pov


pagi setelah sarapan aku segera mengambil cangkul dan arit untuk membersihkan kebun, tidak lupa aku memakai jam tangan bekas eyangku, tapi jangan salah jam tanganya emang udah usang tapi mesinya masih nyala ko, makanya selalu aku pake.


saat ku lihat kebunku penuh dengan bunga... (eh malah nyanyi si mamang) , yang bener kebunku penuh dengan rumput liar, padhal baru lima hari lalu ku bersihkan, tapi gapapa aku makin semangat buat bersihinnya.


aku senang sekali sayuran yang ku tanam bagus²,saat aku membersihkan area kol, aku terus kagum dan bangga dengan ukuran kol nya, aku belum pernah punya tanaman sebagus ini sebelumnya.kulihat jam ku masih jam 10 rupanya, jadi aku melanjutkan untuk memberi pupuk, saat aku sedang memupuki cabai bella teriak memanggilku untuk makan siang, ku tengok jamku dan masih jam 10,tapi bella bilang ini sudah jam 12,ia juga meledek jam tanganku dan kulihat lagi ternyata bener jam ku mati mungkin batre nya abis.Aku segera membereskan barangku dan segera pulang, kulihat bella sedang membereskan makanan.


hendra pov end.


"benerkan,jam tangan kamu mati" ucap bella saat hendra mau kekamar mandi.


"hehe iya bel, mati ternyata. "


"yaudah sana mandi, gw mau makan duluan" ketusnya.


hendra segera mendekati bella dan memegang tanganya.


"jangan gitu dong, aku mandi bentar kamu tungguin, kita makan bareng" rengek hendra.


"makanya jangan lupa waktu, masakan udah mateng dari tadi, tapi lo masih belum pulang" bella menepis tangan hendra dan melanjutkan memotong timun.


"iyaa maaf deh, aku gatau juga kalau jam tanganku mati. " hendra tidak mau menyerah sekrang ia sudah memeluk pinggang bella.


"ih iya iya lepas, udah sana mandi bau badan lo"


"gitu dong,istriku emang yang terbaik" ucapnya sambil mengacak acak rambut bella.


setelah mandi hendra dan bella makan siang bersama, bella memang memutuskan untuk mulai menerima hendra sebagai suaminya dan menjalankan kewajibanya sebagai istri, ya wlaupun soal 'anu'bella belum memikirnya, sebab bella hanya ingin memberikan mahkotanya kepada orang yang ia cintai, sedangkan hendra bella belum yakin.


Pagi yang cerah bella dan hendra sarapan bersama lalu berangkat ke peternakan bersama juga, itu sudah menjadi rutinitas sekarang. Cuti 5hari rasanya sangat sebentar karna bella habiskan dengan kegiatan rumah,menonton tv, melihat kebun, kewarung, main ponsel, seperti itu setiap hari.



"kayanya aku bakalan lembur" ucap hendra saat bella turun dari motor,


"Kalau aku sih kayanya ngga, soalnya data pemesanan cuma sedikit lagi yang belum dikerjain"


"katanya hari pengangkutan,jadi tenaga aku pasti dibutuhin, nanti kalau aku jam4 belum keruangan kamu, kamu pulang duluan aja gapapa kan bel? "


"iya gapapa, yaudah aku keruangan dulu" ucap bella lalu mencium tangan suaminya.


Hari ini peternakan memang sedang sibuk, soalnya 1minggu lagi akan memasuki bulan Ramadhan otomatis banyak yang memesan hewan ternak.


Seperti sekarang hendra sedang menemani tim dokter yang memeriksa kesehatan hewan ternak,bagaimanapun kepuasan pelanggan adalah prioritas.


"buat kesehatanya udah oke,berat badan dan kandungan lemaknya juga normal, jadi hewan ini bisa didistribusikan" jelas dokter itu pada hendra.


"baik kalo gitu bu, selanjutnya kita ke kandang kambing, marii.... " ucap hendra ramah.


kandang kambing berada didekat kantor depan, diperjalanan hendra juga menjelaskan pada dokter tentang makanan hewan dan cara perawatanya.


"emm mas hendra, kalau boleh tau mas sudah menikah? " tanya dokter perempuan itu.


" ohh pernikahan ya, sayang banget saya udah punya istri bu" jawab hendra sambil bercanda.


"hehe mas hendra bisa aja.mas hendra orangnya lucu ya, beruntung banget yang jadi istrinya pasti diajak ketawa mulu. "


hendra hanya tersenyum 'boro² ketawa yang ada marah² mulu kaya singa dan lagi bella galak' begitulah kira² fikiran hendra.

__ADS_1


tiba dikandang kambing hendra dibantu pekerja lainya untuk mengeluarkan hewan agar para dokter lebih mudah memeriksanya.


Dikantor bella sedang menerima telpon dari konsumenya, ia benar² lelah menanggapi omongan pria tua tersebut, pasalnya restoran rekan bisnisnya ini menginginkan kiriman bebek sebanyak 100 ekor besok, bella sudah menjelaskan bahwa bulan ini sudah full slot, dan kalaupun bella mengusahakan, peternakanya tidak bisa mengirim 100ekor bebek dalam waktu 1hari, setidaknya 1minggu itupun belum pasti ada 100ekor. bella memijat pelipisnya, lagi pula restoran ini sudah menerima 100ekor bebek dan 100ekor ayam 1hari lalu.


Bella mencoba mendengarkan keluhan client nya itu, bella memutar kursinya menghadap jendela yang menunjukan langsung ke kandang kambing, disana ia melihat hendra sedang berbincang dengan dokter perempuan itu, tampaknya mereka cukup akrab, bella terus memperhatikanya dan Heh apaan adegan tadi hendra memeluk dokter tersebut dan tampaknya dokter itu sangat senang.


"Dasar laki laki gatau diri" ucap bella tanpa sengaja.


'kamu ngatain saya gatau diri' terdengar suara pria marah disebrang sana.


"eh maksud saya bukan ke bapak. duh pokonya bukan kebapak ya, terimakasih sudah menghubungi peternakan kami"


bella segera menutup telponya kasar, ia sudah pusing ditambah lagi melihat adegan yang membuatnya panas.


bella buru buru keluar ruangan dengan muka kesalnya,


Hendra pov


aku menemani tim dokter untuk memeriksa hewan berikutnya dan sesekali kami berbincang dokternya sangat ramah , kami menuju kandang kambing didekat kantor, tepatnya dibelakang ruangan bella istriku.


saat tiba disana aku dibantu bayu mengeluarkan beberapa kambing untuk diperiksa, sebelumnya dokter memberitahuku bahwa ia akan menyuntik kambingnya untuk mengambil dan dijadikan sample.


Namun saat mau menyuntik tiba² kambing mengamuk dan dokternya terjengkang hampir jatuh jika aku tidak sigap menagkap tubuhnya.tapi malah yang lain menyoraki ku.


hendra pov end.


"bu dokter gapapa? " tanyaku memastikan.


"ga gapapa" ucapnya sambil membenarkan bakaianya.


hendra cemas dan memastikan, soalnya wajah dokter memerah takutnya dia trauma.


namun tiba²......


"Udah beres meriksanya" bella datang sambil menyilangkan tangan diperut.


"Bu bella yah? salam kenal bu saya dokter ririn yang bertanggung memeriksa hewan ternak ibu" ucap dokter menyalami bella.


"iya saya tau" bella tersenyum sekilas dan membalas jabat tangan dokter.


hendra memperhatikan wajah bella yang entahlah menurutnya bella sedang marah.


cast bella



cast hendra.



*hallo semua..


semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa beri saran dikomen.


sebenarnya cerita ini udah upload dari kemaren sore,ceritanya lebih detail dan alurnya sedikit beda dari yang aku tulis sekarang cuma karna ditolak terus sama sistemnya, alhasil aku hapus,dan semalem bergadang buat nulis ulang ceritanya, dan aku upload pagi ini.


aku gangerti sih kenapa ditolak terus cuma yaudah lah mau gimana lagi:)


salam buat semuuaa... 🌻*

__ADS_1


__ADS_2