
Aku udah nyerah, mau ke publikasi atau ngga terserah sistemnya aja, masa 1hari masih di review terus, udah aku usahain upload ulang tapi tetep kaya gitu.
happy reading..
Bella keluar ruangan hendak menghampiri hendra dan dokter itu.
Bella pov.
aku sedang pusing menanggapi Clien yang sangat ngotot ini, niatku melihat ke luar jendala untuk mendapatkan ketenangan. Namun salah justru aku melihat pemandangan yang membuatku sangat marah, apa apaan itu hendra memegang tubuh dokter centil itu saat mau jatuh. dasar hendra bukankah ia sepakat untuk memulai hubungan rumah tangga yang semestinya, tapi kenapa hendra sangat tidak tahu diri. segera aku keluar ruangan untuk menghampiri mereka, saat aku datang dokter itu menyapa ku dan hendra juga tersenyum padaku tapi aku terus memasang wajah ketus pada mereka. tugasku memang untuk menemui tim dokter ini tadi, tapi aku menyuruh meta untuk mewakiliku, ku suruh meta untuk mengantarkan mereka pada hendra, karna pengawas lapangan sedang keluar jadi menurutku hendra cocok dengan tugas ini, dia sudah lama dipeternakan.
awalnya aku malas mengawasi tim dokter ini, tapi sekarang aku berniat mengontrol langsung kegiatan pengecekan hewan agar hendra dan dokter itu ga macem macem. dan hendra juga kulihat dia terus tebar pesona pada semua orang, ngapain dia bersikap so ramah dan menyenangkan.
Bella pov end.
cukup lama bella melihat proses pengecekan pada kambing,sebenarnya ia sudah tidak kuat bau dan terik matahari, kepalanya pusing, perutnya mual walaupun ia hanya duduk dipinggiran ditemani bayu yang bertugas mengipasinya. lama kelamaan ia benar² tidak kuat, hendra tengah berbincang bincang dengan dokter dan sesekali melihat bella, ia memang khawatir muka bella pucat, tapi kalau hendra bertanya, bella hanya mengalihkan pandanganya memasang wajah ketus.
uuuee bella ingin muntah segera ia berlari mencari kamar mandi, hendra yang mendengarnya ikut mengejar bella.
uuee ueeek hendra mendengar bella dipintu,
tok tok "bella kamu kenapa? "
tok tok tok "bel, buka pintunya bel"
saat hendra akan mengetok lagi Cklek pintu terbuka menampakan bella dengan wajah pucat dan rambut yang berantakan.
saat melangkah keluar bella pingsan,
"bel, kamu kenapa!... bangun bel, bel " hendra menepuk pipi bella pelan.
"aduh bu bos kenapa dra. " bayu tiba tiba datang.
"jangan nanya, tolong buatin teh anget ke pak budi ya, saya mau bawa dia ke ruanganya! "
hendra segera menggendong bella.
saat diruangan,bella dibaringkan disofa,hendra mencopot sepatu dan blezer bella lalu ia mengipasi bella sambil sesekali menciumkan minyak angin ke hidungnya, banyak karyawan kantor yang datang melihat namun mereka tidak bisa lama, karna memang peternakan sedang banyak kerjaan sekarang,ia juga menyerahkan tugasnya menemani dokter kepada bayu.
sekitar 15menit bella pingsan, ia mulai membuka matanya perlahan, hendra yang melihatnya pun senang dan bersyukur
"bella kamu gapapa?,mana yang sakit? "
bella mengusap kepalanya, rasanya sangat pusing. ia segera duduk dibantu hendra dan hendra memberikan teh hangat untuk bella.
__ADS_1
uhuuk uhuk.
"kamu kenapa bel, gaenak badan hmm? " ucap hendra lembut.
bella masih tetap diam dan menunduk memainkan jari nya. saat hendra akan menyentuhnya ia menghindar.
"kamu kenapa bel, apa aku buat salah iya? " hendra berusaha bertanya baik baik.
bukanya menjawab bella malah terisak dan menangis, hendra yang melihatnya panik dan segera memeluk bella,
"aku minta maaf ya kalau aku ada salah, jangan nangis lagi" hendra mengusap rambut bella.
"kamu jahat, ngapain kamu peluk peluk dokter tadi hah? " bella menangis kencang sambil memukul hendra.
"suuttt jangan berisik, nanti orang luar dengar. memangnya kapan aku memeluk dokter ririn? " hendra berusaha tenang.
"tadi waktu kamu dikandang kambing, kamu lupa? "bella masih terisak
"tadi gasengaja dia mau jatoh, karna posisiku dibelakang dia aku juga refleks nologinnya. serius deh bel aku ga macem macem" sambil mengangkat jari membentuk V.
"tapi kamu akrab sama dia, kamu suka sama dokter itu? "
"astaga ko bisa kamu berfikiran gitu, dengerin nih ya, aku dapetin kamu aja susah gamungkin aku khianatin kamu bel, aku udah bener² sayang sama kamu sampai wanita lain terlihat ga menarik dimataku, kamu harus percaya"
"beneran kamu ga suka sama dia? " bella sudah mulai berhenti menangis dan tenang.
"yaudah iyaa deh" ucap bella menunduk sambil menghapus air matanya.
"eemm gemes banget sih istri aku" hendra mencubit pipi bella.
"yaudah kalo gitu aku harus balik kerja, gaenak yang lain pada sibuk, kalau kamu masih gaenak badan istirahat aja disini, atau mau aku anter pulang? " tawar hendra.
"gapapa udah, tadi cuma mual sama pusing aja. eh kamu mau balik nemenin dokter tadi? " tanya bella mulai curiga.
"ya ngga dong, lagian udah ada bayu yang gantiin. paling aku mau cek pengiriman telur bebek. "
"yaudah aku mau balik kerja!" bella segera bangkit dan duduk dikursi kebesaranya.
sejujurnya hendra gemas sekali dengan tingkah istrinya, oh apakah itu berarti bella cemburu padanya. tadinya hendra mau meledek bella cuma karna liat kondisinnya hendra takut bella mengamuk.
hendra balik bekerja,mengecek pengiriman telur dan memberi makan pada hewan ternak.
Benar saja, saking sibuknya peternakan semua pekerja pulang habis maghrib.
__ADS_1
hendra menghampiri bella yang baru keluar dari ruangan.
"udah selesai bel? "
bella mengangguk.
"ayoo pulang" ajak hendra santai.
"eh tunggu,kamu mau pulang kaya gini" tunjuk bella pada hendra.
"oh iya,soalnya baju aku basah, ini juga kaos basah sama keringet, cuma gapapa lah kaos mah dipake aja"
" gapapa gapapa, pake baju nanti dijalan kalau diliatin cewe lain gimana? " rengek bella.
"siapa yang mau liat, kita pulang malem gini dijalan paling ada kuntilanak aja"
"huss sembarangan. " bella menggaplok lengan hendra.
akhirnya mereka pulang dengan hendra yang hanya menggunakan kaos singlet, mau bagaimana lagi bella juga melihat baju hendra benar benar basah dan bau keringat, jadi tak apalah toh jalanan juga lumayan sepi.
sampai dirumah hendra mandi duluan karna badanya terasa lengket dan gatal, sedangkan bella menunggu sambil melihat bahan masakan untuk makan malam, karna cuma ada telor dan sawi bella memutuskan untuk memasak nasi goreng, saat tengah memasak hendra keluar kamar mandi menggunakan handuk sepinggang, tentu saja pemandangan yang sudah biasa sekarang dimata bella.
"dra nasi gorengnya udah jadi kalau mau makan duluan gapapa, aku mau mandi takut lama"
"biasanya kan nunggu, aku tungguin aja deh"
"duh makan duluan aja, soalnya aku mau itu dulu"
"itu apa? " tanya nya polos.
"it itu... " bella gugup.
"jangan jangan kamu mau nimba air sendiri ya? jangan bel nanti tangan kamu pegel pegel, lagian udah aku siapin ko di bak"
ucap hendra perhatian.
"duh bukan itu, aku kau nyukur sekalian" blush pipi bella memerah.
"oh gamau aku cukurin, nanti pendek sebelah loh rambut kamu!"
" ihh hendra bukan ituu.. udah lah" bella marah. hendra bingung memangnya perkataanya salah?.
hallo jangan lupa vote dan kasih saran dikomen..
__ADS_1
aku lagi males ngomong:)
salam buat semua.... 🌻