Menikahi Pria Miskin

Menikahi Pria Miskin
Part 19


__ADS_3

hallo semuanya semoga masih ada yang nunggu bella dan hendra ya...


slow update..


happy reading sayangkuu......


Bella visual





Hendra visual





(bella laki lu secakep ini masih aj mau sma yg laen:v)


Pukul 00.12, hujan deras dan jalanan sepi, udara dingin menerpa, tpi tidak dengan suasana bella dan hendra didalam mobil, ya hendra tengah mengendarai mobil untuk pulang setelah mereka melakukan adegan panas sebelumnya, hendra masih tidak percaya melakukannya didalam mobil dengan bella, apalagi mereka melakukannya setelah kejadian yang membuat hendra marah dan frustasi. Seperti sekarang ini hendra hanya fokus melihat jalanan tanpa melirik bella yang sedang menangis disamping, hendra masih tidak habis fikir kepada bella, ia dibohongi !


kepercayaanya dihancurkan oleh istrinya sendiri, ia sakit hati, dadanya sesak melihat istrinya hampir diperkosa lelaki lain dan itu terjadi karna istrinya memberikan kesempatan kepada laki² itu.


mobil masuk ke pekarangan rumah dan berhenti didepan pintu, hendra memang tidak memarkirkannya digerasi.


"Masuklah dan jelaskan semua pada ayah"dengan nada dingin,


hendra bebicara tanpa melihat bella, lalu ia segera masuk ke rumah dan meninggalkan bella. Bella menangis, hiks hiks heeuuu hiks "maaf ngecewain lo.. "lirihnya.


saat hendra masuk, ia disambut oleh wirawan yang tengah duduk menunggu kepulangan anak dan menantunya, saat ia melihat hendra masuk..." nak mana bella? kenapa kamu ujanan gini" sembari mengelap rambut hendra yang basah, hendra hanya menunduk ia rasanya ingin menangis, namun ia tahan karna tidak ingin melihat papa mertuanya khawatir,


"hendra gapapa yah, ayo kita duduk bella ada dibelakang"hendra mengajak wirawan duduk menunggu bella.


Bella masuk dengan kepala tertunduk sembari menangis, ia sangat malu dan takut pada ayahnya, ia sangat benci dirinya sendiri

__ADS_1


"bel, kamu kenapa nak?! " wirawan mengampiri putrinya,


bagaimana bisa seorang ayah melihat putri tercintanya menangis dengan kondisi yang memprihatinkan, baju compang camping yang ia tutupi dengan sweater hendra, rambut berantakan dan wajah sembab.


wirawan memeluk bella, dan ikut menangis ia mengajak putrinya duduk disofa. hendra hanya menunduk dengan wajah dinginnya.


"ada apa nak? kamu kemana aja? " tanya wirawan sambil menghapus air mata bella.


tapi air mata bella malah semakin deras, bella menunduk tidak berani melihat wajah ayahnya,


"hikss a.. yah bel hiks bella hampir diperkosa"


deg wirawan langsung memegangi dadanya,


"si,,, siapa nak, siapa yang tega berbuat seperti itu? " dengan wajah melasnya.


"yah.. bella udah ngecewain ayah sama hendra"


wirawan tau putarinya pasti sudah berbuat kesalahan yang membuat hendra sangat murka, ia bisa melihat dari wajah hendra sekarang.


"ceritakan semuanya pada ayah!" tegasnya wlapaun dadanya sudah berdetak sangat kencang.


Plak,(menampar) bella tersungkur, wirawan benar² sudah hilang kesabaran mendengar cerita bella.


Hendra yang sedang menunduk berusaha mengontrol agar tidak emosi, kini memegangi ayahnya yang sudah lemas terduduk dikursi setelah menampar bella.


"AYAH BENAR² TIDAK HABIS FIKIR SAMA KAMU BELLA!" wirawan murka


"ayah sudah berikan kamu jodoh yang baik, kamu lihat hendra baik², apa kurangnya dia bella, dia sayang sama kamu walpun perlakuan kamu selalu merendahkan dan menghina nya, dia tetap sayang kamuu! " wirawan menangis, bella yang mendengarkannya ikut menangis dan bersimpuh di kaki ayahnya.


"ampun ayah.. hiks bella salah ayah hiks bella minta maaf bella ngecewain ayah"


hendra mengusap air matanya, sejujurnya ia tidak tega melihat bella seperti sekarang.


"Untuk apa minta maaf kepadaku bella, suamimu lah yang paling tersakiti sekarang, lihat betapa baiknya dia tidak menghakimi mu wlapun ia tau kamu salah, ia dibohongi dan ia melihat istrinya disentuh laki² lain, coba kamu liat dia sekali saja bella, lihat suamimu buka mata dan hatimu untuknya, dia sangat baik bella, dia lak... hah" dada wirawan sesak ia bernafas dengan cepat. hah hah hah,


hendra panik melihat mertuanya, bella juga panik. "ayah kenapa yah? "bella berusaha memegang wirawan namun ditepis olehnya.


"ayoo yah, jangan banyak bicara dulu.. ayo istirahat" hendra membopong wirawan kekamarnya.

__ADS_1


bella menangis, dan merutuki dirinya sendiri ia benar² jahat.


kriiiingg uuhh...


bella mematikan alarm di meja samping kasurnya, ia mengucek mata dan perlahan melihat sekelilingnya, ia kaget dan segera bangun, bukanya ia sedang menangis diruang tamu semalam, kenapa sekarang ia sudah berada dikamarnya apalagi ia memakai baju tidurnya?, ia melirik ke samping dan hendra sudah tidak ada. ia bangun dan mengecek kamar mandi, tapi hendra juga tidak ada.


ia melihat keluar jendela, disana ada seseorang sedang menyapu halaman, bella fikir itu adalah pembantu, karna hari ini pekerja sudah kembali bekerja.


bella masih mencari keberadaan hendra, ia melihat ke kolam renang juga tidak ada siapapun. bella fikir hendra sedang berbincang dimeja makan bersama ayahnya, jadi ia memutuskan untuk mandi.


setelah mandi ia berkaca melihat membengkak akibat menangis semalam, tpi ia tidak sengaja melihat kertas dimeja riasnnya. bella mebuka kertas itu dan membacanya,


bella, saya balik ke kampung. setelah saya fikir² saya gamau egois dengan memaksa kamu buat menerima saya, saya sudah memutuskan untuk membebaskan kamu, lakukan apapun yang kamu mau, kamu gasuka tinggal dikampung kan? gapapa kamu gausah ikut saya tinggal dikampung, kamu gamau temenmu tau saya suami kamu kan? gapapa gausah kasih tau kamu sudah menikah ke mereka. kamu mau dekat dengan siapapun terserah kamu, kamu mau main kemanapun gimana kamu aja, tapi saya gabisa penuhin permintaan kamu, kalau kamu mau pisah, gimanapun saya sudah janji sama ayah, saya akan berpisah sama kamu kalau ayah yang menginginkannya.


sudah yah bel, saya sudah mengabulkan apa yang kamu mau,saya cuma pesen buat kamu tolong jaga ayah ya, jaga kesehatan kamu juga, buat masalah semalem gausah diingat jadikan pembelajaran aja, semoga nanti kita ketemu lagi ya.


~hendra suamimu yang tampan


bella menangis kencang sembari memeluk surat itu, ia terduduk dilantai.


"ngga dra hiks.. gw suka dikampung hiks.. gw mau bilang ke dunia kalo lo suami gw heuuu...., plis ajak gw dra, plis maafin gw"


bella menangis kencang wirawanpun mendengarnya, ia tahu bahwa bella sudah tau kalo suaminya pergi, hendra sempat pamitan untuk pulang, dan hendra juga bilang ia butuh waktu, dan wirawan menyetujuinya. bagaimanapun disini yang salah adalah putrinya.


seminggu berlalu semenjak bella ditinggalkan hendra, ia hanya mengurung dirinya dikamar, makan dan minumnya pun dibawakan oleh pembantu, wirawan juga sengaja tidak berbicara pada bella, agar bella dapat belajar dengan kejadian ini.


bella benar² mengurung diri, ia tidak keluar dari kamar, ia hanya melamun dan tidur, tidak membuka ponsel, tidak menonton tv dan tidak melakukan apapun. kini bella tidak tahu harus apa, ia sangat rindu pada suaminya itu, tapi ia tahu ia tidak pantas untuk sekedar rindu, ia ingin mendengar suara hendra, melihat wajah tampan suaminya yang tidak pernah ia akui, bella ingin menangis dipelukan hendra, ia sangat ingin bersama hendra.


bella terus saja menangis sampai wajahnya bengkak, suaranya habis dan kepalanya pusing.


drrtt drrt drttt suara ponselnya berdering bella tau itu pasti temannya, karna dari kemaren bella terus dapat spam telpon dan sms dari teman temannya, mungkin mereka tau bella masih dikota. bella tidak berniat mengangkatnya jadi ia memilih untuk mematikan ponselnya.


Dilain tempat


"kenapa ya yu ko ga diangkat? "


Bersambung.


gimana nih sama part ini,ada yang ikutan emosi ga sama bella? hehe...

__ADS_1


maaf typo:)


__ADS_2