
Haii bestie...
sorry agak telat upload ya..
semangatin aku terus dengan cara like komen dan vote ya, soalnya aku liat viewers nya banyak tapi like nya ga nyampe 10 pun:(
happy reading...
Setelah pertengkaran dengan ayahnya, bella masuk kamar dengan wajah kesal, ia melempar tas nya ke kasur dan mengusap kasar wajahnya, ia memang kesal tapi apakah ia keterlaluan sudah berteriak kepada ayahnya, bella benar benar menyesal sudah mengatakan hal hal yang membuat wirawan marah, tapi bagaimanapun juga ia hanya telat 1jam, kalo dulu ia telat pulang bahkan 5jam sekarang mengapa ia harus sampai mendengar ocehan ayahnya hanya karna telat pulang 1jam.
Sedangkan hendra tengah memapah ayahnya kekamar untuk istirahat, ia tidak habis fikir kepada istrinya itu, mengapa harus berteriak kepada ayahnya sendiri.
"ayah istirahat ya, hendra mau liat bella dulu"
ucap hendra sambil menyelimuti ayah mertuanya.
"iya nak, ayah udah gapapa"
hendra keluar dan menuju tangga ke kamar bella, ia harus hati hati saat berbicara pada istrinya itu, sudah dipastikan istrinya sedang marah dan kesal.
ceklek "bel kamu udah tidur? "
terlihat bella sudah menyelimuti tubuhnya dengan memunggungi hendra.
hendra ikut berbaring di ranjang, ia melihat istrinya sudah terlelap, wajahnya terlihat kesal walau sedang tidur.
hendra mengusap rambut bella "harus nya kamu bisa lebih tenang menghadapi ayah bel" gumamnya.
Bella bergerak dan berbalik memeluk tubuh hendra,
"hmm, gimana aku bisa marah kalo kamu semanis ini bel" ucapnya sambil mengusap pipi bella.
Malam berganti pagi, matahari sudah naik menyinari bumi, bella yang sedang tertidurpun merasa terganggu dengan cahaya matahari yang masuk lewat jendela.
"emmhh silau banget siiih" ia terduduk dan mengucek matanya, ia melihat kesamping dan hendra sudah tidak ada, apakah hendra tidak kekamar dari semalem? fikirnya.
Bella segera mandi dan berganti pakaian, ia juga harus segera turun untuk melihat ayahnya dan tentu saja meminta maaf atas kejadian semalam, bella menyesal telah berteriak kepada ayahnya.
Saat bella turun, ia tidak melihat ayahnya dimanapun, biasanya ayahnya akan duduk membaca majalah sambil menunggu sarapan siap. ia beralih ke dapur disana ia melihat suaminya sedang memasak menggunakan celemek pink yang biasa ia pakai.
Hendra yang asik memasak tidak menyadari kalau istrinya sedang duduk memperhatikanya dimeja makan,
"oy.. " panggil bella.
hendra terlonjak "eh bel, kamu udah bangun"
"ayah kemana, ko gw ga liat dia dimanapun?" tanya nya.
"oh ayah tadi didepan lagi ngasih makan burung"
"Hah sejak kapan ayah punya burung? " tanya bella.
"kemaren aku nganter ayah beli pupuk, nah sebelah toko pupuk ada yang jual burung, jadi ayah beli deh, katanya biar rumah ga sepi sepi amat" jelasnya sambil terus mengaduk nasi goreng.
bella hanya mengangguk.
"Nah udah siap, aku panggil ayah dulu ya! " sambunya sembari meletakan nasi goreng yang ia buat.
meja makan hening, hanya terdengar dentuman sendok dan piring yang beradu.
saat makan bella sesekali melirik wajah ayahnya, hendra yang sadar dengan tingkah bella hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"nah ayah udah selesai dra, nasi goreng buatan kamu enak banget" ucap wirawan membuka percakapan.
"hehe dulu hendra pernah ikut tetangga jualan nasi goreng, jadi tau pembuatannya"
"ya kalo ayah tinggal sama kamu, ayah bakalan bahagia makan makanan enak terus," ucap nya sambil melirik bella.
bella yang merasa disindir, ikut buka suara,
"ayah jangan gitu dong, masakan bella juga kan enak. emm bella juga mau minta maaf udah marahin ayah semalem" bella menunduk.
wirawan masih diam tidak menanggapi omongan bella, bella melirik wajah ayahnya
"iya deh ayah bella janji gabakalan gitu lagi, lagi pula ini kan hari terakhir bella dirumah, ayah emang tega ngediemin bella terus" bella memasang wajah sedihnya.
__ADS_1
" huuhh, iya ayah maafin, ayah marahin bella juga biar bella bisa lebih baik lagi nak, ayah gamau anak ayah punya sikap yang ga bertanggung jawab nantinya" jelas wirawan.
Bella memeluk ayahnya, hendra lega melihat ayah dan istrinya sudah baikan.
Siang hari saat bella sedang memakai cat kuku di pinggiran kolam ting tong terdengar suara bel dari luar, karna ayah dan suaminya tidak ada dirumah jadi bella sendiri yang harus membukakan pintu,
"aduhh siang siang gini bertamu, mana gw lagi ribet gini"
saat bella membuka pintu, "Permisi mbak, apa benar ini kediaman ibu Bella Anatasya? " ucap seorang kurir pengantar bunga,
"oh iya saya sendiri atas nama bella" ucap bella bingung.
"ini ada kiriman bunga bu, boleh tanda tangan disini? " ucap kurir sembari menyerahkan bunga mawar merah dan kertas tanda terima.
"maaf mas, ini nama pengirimnya siapa ya? "
" disini tertulis atas nama kevin mbak! "
"o oh i iyaa, makasih mas" ucapnya gugup
"sama sama mbak, marii. " bella hanya membalas dengan senyum.
buru buru ia masuk dan membawa bunga itu ke kamar,
"kevin ngapain sih pake kirim bunga segala, untung hendra sama ayah gaada, kalo ada abiss deh" gerutu bella.
bella melihat ada surat terselip di tengah bunga, ia mengambil lalu membacanya.
'*untuk bella ku,
makan malam denganku, aku ingin melihatmu sebelum kamu pergi bekerja lagi.
malam ini jam 19.00
di hotel and resto **********
aku harap kamu datang ya
see you*'
Bella tersenyum melihat surat itu, betapa romantisnya kevin membelikanya bunga mawar merah ini fikirnya.
"apakah ini makan malam romantis kaya di film film" bella membayangkan saat dia dilayani bak seorang ratu.
"aaaaaaa, aku harus tampil secantik mungkin. eh tapi sebelum itu aku harus pindahin bunganya ke vas, kalo ayah liat pasti dia curiga. "bella segera turun kedapur mencari vas bunga.
" Nah udah cantik, mau disimpen dimana ya" bella berjalan sembari merapikan bunganya.
"dra ini dibawa ke belakang ya, Eh Bel lagi apa kamu? " Wirawan memanggil bella yang tengah asik merapikan bunga.
"eh ayah udah pulang, emm ini bella mau taro vas bunga" jawabnya singkat.
"mau taro dimana itu? tumben kamu beli mawar, biasanya tulip"
"a ah ii ini yah, bella mau taro di meja pinggir kolam, bella sengaja beli mawar biar berwarna" jawabnya gugup.
"yasudah terserah kamu aja" wirawan lalu meninggalkan bella kekamar.
jam 5 sore bella buru buru pergi ke dapur untuk memasak makan malam, ia tidak mau jika nanti ayahnya memarahinya lagi karna tidak memasak.
" Nah udah tinggal ditutup beres. jam brapa sekarang? " bella melirik jam ternyata sudah pukul 17.47 sore.
" astaga aku harus mandi dan siap siap"
Buru buru bella pergi mandi, setelah itu memilih baju yang bagus dan sedikit memoles makeupnya.
Visual and outfit bella.
ia memakai dress hitam diatas lutut, dan sendal wedges hitam(seperti digambar).
saat hendra masuk kamar dan melihat istrinya sudah rapih dan cantik,ia menghampiri bella,
"Bel kamu mau kemana udah rapih? "
__ADS_1
"Dra gw mau ke acara ulang tahun temen nih, gw diundang gaenak kan kalo ga datang, lagian mumpung gw ada disini kan" ucapnya sambil memelul lengan hendra manja.
"Terus kamu pulang jam berapa? mau aku anter jemput? "
"Eh gausah nanti gw pake taxi ko, lo bantuin gw bilang ke ayah ya, soalnya ayah pasti susah ngijinin gw"
"eemm kamu pengen banget dateng ke acaranya?"
Bella mengangguk memasang wajah melasnya.
"huuft yaudah deh aku bantu ngomong"
"seriuss, makasihh suamiku muuch" bella refleks mencium bibir hendra, namun ia segera tersadar dengan apa yang dilakukannya.
"emm yaudah buruan kebawah bantuin gw ngomong" bella buru buru keluar kamar untuk menghindari hendra,
hendra senang bukan main, ia tidak menyangka akan mendapatkan ciuman dari istri manisnya tersebut.
Bella menghampiri wirawan yang sedang menonton tv,
"ayah.. " panggil bella.
"bel, kamu mau kemana udah rapih? "
"emm ayah, bella diundang teman ke acara ulang tahunya"
"Ga boleh" ucap nya singkat.
"ayah dengerin bella dulu, dia kan dulu pernah datang ke ultah bella, jadi bella juga ga enak kalo diundang ga dateng, lagian kan mumpung bella ada disini"
"kamu sudah ijin sama suamimu? "
"hendra sudah mengijinkan nya yah, lagipula kan mumpung bella di sini, besok dia udah gabakalan ketemu temennya lagi" ucap hendra tiba tiba datang.
"jam berapa kamu pulang?" tanya wirawan.
"bella belum tau yah"
"yasudah gaboleh kalo jam pulang ga pasti"
"i iyaaudah bella pulang jam 10 malam yah" ucapnya melirik hendra.
"oke kalo gitu ayah ijinkan, jam 10 pulang"
"yaudah bella berangkat dulu yah, makan malam udah bella siapin" bella sumringah mendapat ijin dari ayahnya.
bella menuju ke alamat yang dimaksud kevin, dan benar saja itu adalah hotel terkenal yang sering ia lihat ditv, restoranya pun sangat terkenal.
bella turun dari taxi lalu masuk ke hotel tersebut.
"Permisi nyonya, apakah anda atas nama Bella Anatasya?" tanya seorang pelayan.
"Iya saya Bella Anatasya"
"Silahkan ikuti saya, tuan kevin sudah menunggu, marii.... "
Diantarnya bella ke meja pesanan kevin, disana sudah ada pria memakai jas mewah berwarna abu abu sedang duduk memunggungi arah datangnya bella.
"Permisii tuan, saya mengantarkan nyonya bella" ucap pelayan itu sangat sopan.
kevin hanya melambaikan tangan,agar pelayan itu pergi.
"ayo duduk bel" ajak kevin
"Sudah mau pesan hidangan pembuka? " tanyanya lagi.
bella hanya tersenyum dan mengangguk.
"pelayan... " panggil kevin.
holla guys,
mohon maaf telat update,
semoga ga banyak typo ya..
__ADS_1
mohon maaf bila banyak typo hwehe..
salam buat semua 🌻