
hallo semuaa...
gimana kabarnya nih???
semoga sehat semuanya ya
happy Reading...
Sore hari Hendra dan bella pulang kerja bersama, bella sudah tidak lagi malu berboncengan dengan Hendra, bahkan sekarang bella sangat lengket memeluk Hendra,
Hendra tentu saja senang bukan main, ia bahkan tersenyum selama di perjalanan pulang sampai giginya kering.
"dra mampir dulu kewarung ya aku mau beli bahan buat masak malem ini"
"panggil 'mas' dong masa panggil nama terus" pintar Hendra.
"iihh banyak mau ya kamu" bella mencubit pinggang Hendra.
Sampai dirumah bella segera turun dimotor, ia memandangi rumah mereka.
'udah lama rasanya ga kesini' batin bella.
"Eh ayo masuk jangan bengong" Hendra memanggil bella yang sedang asik melamun.
"kamu mandi duluan gih, aku mau masak nasi dulu" ucap bella sembari masuk kamar.
saat bella sudah berganti pakaian, ia segera pergi ke dapur untuk memasak.
saat asik memotong perwibuan(bawang) bella tidak sengaja melihat ke arah kamar mandi, ia segera memalingkan wajah, ia tidak sengaja melihat Hendra sedang menyabuni alat tempurnya,
"Hendra kenapa ga kamu tutup tirainya?! "
bella bertanya sambil memalingkan muka,
"hehe kamu baru nyadar, aku dari tadi mandi juga liatin kamu loh"
"apaan siii bukannya ditutup" kesal bella.
"bukannya gamau, ini tirainya lepas dari kemaren, belum sempet aku benerin"
bella segera menyelesaikan masaknnya tanpa menoleh ke arah Hendra,
"huftt akhirnya beres" bella mengelap keringat di lehernya.
Hendra sudah selesai dari tadi, bella segera membawa masakannya.
saat sudah siap 'tok tok tok' bella mengetuk pintu kamar Hendra.
"draa makan dulu ayoo"
keluarlah Hendra memakai kolor dan kaos oblong, bella sudah sering melihat pemandangan ini sebelumnya, entah mengapa sekarang saat melihatnya dada bella berdetak kencang, pipinya memerah matanya tidak berkedip.
"bel ayo ko bengong sih"
"i iyaaa" bella gugup
selesai makan, bella membereskan bekasnya, dan ia segera mandi,
saat mandi bella tiba tiba teringat omongannya tadi siang pada hendra, ia panik apakah Hendra ingat dan akan menagih nya atau ia lupa.
Bella pov
aku segera membersihkan tubuhku takut kalau nanti Hendra tiba tiba menagih, aku mengecek rambut bawahku dan ternyata mereka sudah tumbuh wlaupun belum lebat dan panjang, hanya bulu bulu halus. aku teringat bahwa aku tidak bawa cukuran. yaampun siall banget, gapapa deh semoga Hendra lupa sama omonganku tadi siang, kusabuni tubuhku sampai bersih dan harum lalu kubilang. selesai ritual mandi aku berjalan menuju kamar tapi aku tidak melihat Hendra diruang tamu, mungkin dikamarnya fikirku.
saat kubuka pintu kamarku pemandangan pertamaku melihat Hendra sedang berbaring dikasur ku tidak menggunakan baju hanya memakai boxer. aku kaget namun dia langsung menarik tanganku, alhasil aku terjatuh diatas tubuhnya!.
bella pov end.
bella membuka pintu dan kaget melihat suaminya sedang berbaring tidak menggunakan baju hanya menggunakan boxer tipisnya.
Hendra menarik tangan bella sehingga bella terjatuh diatasnya, bahkan handuk bella hampir lepas jika bella tidak memegangnya dengan baik.
"ka kamuu lagi ngapain sih dikamar aku!? "
"kenyal bel, lembut" Hendra menekan punggung bella sehingga jeruk bali bella menyembul dan menekan ke dada hendra,
bella segera bangkit, nge betulin handuknya yang hampir lepas.
"Nanti dulu dong, a aku mau pake baju dulu" bella segera menuju lemarinya, ia gugup tanganya memilih baju namun fikiran nya entah kemana. Namun kemudian Hendra memeluknya dari belakang, menciumi tengkuk bella, sedangkan bella merinding bukan main tubuhnya panas, kakinya lemas.
Hendra terus menciumi bella dari tengkuk leher telinga dan punggung atas bella tidak terlewatkan, bella merasa terong belanda Hendra menusuk pantat bella yang terbungkus handuk
__ADS_1
"d draa... " suara bella melemah
Hendra membalik tubuh bella, menciumi wajah bella sampai basah oleh air liurnya,
"bel, boleh kah? " suara Hendra memberat.
bella mengangguk.
kemudian Hendra melahap bibir Bella, mengajak lidah bella bersilat, turun ke leher membuat banyak tanda disana, turun ke dada bella mengendus, mencium, menjilat sembulan jeruk bali bella, tanganya merangkak masuk kebawah handuk bella, mengusap dengan lembut kemudian memperlihatkan jarinya yang basah pada bella
"kamu udah basah banget bel" bella malu
kemudian Hendra menarik handuk bella memindahkan bella ke kasur dan melanjutkan pertempurannya.
keesokan paginya bella bangun dengan badan yang hampir remuk, Hendra sungguh sangat hebat diranjang, bella bahkan tidak diberi ampun, Hendra tidak berhenti walapun bella menangis dan memintanya berhenti, Hendra berhenti saat bella lelah dan ketiduran sendiri.
bella segera bangun dan pergi kekamar mandi, bahkan untuk jalan pun susah, pinggang bella sakit bukan main.
selesai mandi, bella melihat Hendra sedang memasak, ia kesal dengan Hendra karna tidak memberinya ampun.
Hendra yang melihat bella kesusahan kemudian mengangkatnya mengantar ke kamar bella.
Hendra mendudukan bella dikasur, ia membantu mengeringkan rambut bella.
bella hanya terdiam, menikmati perlakuan suaminya itu.
cup Hendra mencium bella,
"satu ronde lagi yu sayang" bella melemparkan bantal pada Hendra.
"hehe iyaa becanda, lagian gamungkin aku minta lagi, liat kamu susah jalan aja kasian. paling mintanya nanti malem" bella melotot .
"udah deh sana terusin lagi masaknya, nanti telat kerja" bella mengusir Hendra.
1bulan kemudian, peternakan sangat sibuk, karna kerjasama baru dengan salah satu perusahaan food freeze terbesar di kota.
begitu juga dengan Hendra dan bella mereka jadi sering lembur, membuat mereka kelelahan sampai jarang bermesraan lagi,
seperti sekarang bella sedang zoommeet dengan client nya.
"baik terimakasih, saya tunggu tunggu kedatangannya" bella menutup laptopnya.
tok tok tok,
"masuk."
"ibu manggil saya, ada apa? " tanya Hendra sopan. bagaimanapun saat bekerja mereka harus profesional
"iyaa, kamu tau kan tentang perusahaan food freezer yang baru kerjasama sama kita? " Hendra mengangguk.
"mereka akan kesini ngontrol minggu depan, ada waktu 5hari buat kita persiapan biar optimal, saya tau peternakan kita udah bagus dari segi apapun, tapi biar lebih maksimal lagi tolong kasih tau ke bagian nya masing masing buat bersih bersih area kandang dan hewan ternak. dan ini jadwal pemeriksaan hewan ternak, saya minta tolong kasih tau yang lain juga ya, " hueek,
"kamu gapapa bel, kalo kurang sehat istirahat aja dulu atau mau aku anter pulang? " Hendra kawatir melihat wajah bella pucat dan badannya keringet dingin, ditambah bella mual mual.
"gapapa ko, aku kayanya kecapean aja dikit"
"yaudah nanti telpon aku kalo ada apa apa ya" Hendra mencium kening bella sebelum pergi.
peternakan sangat sibuk, sampai mereka harus lembur, yang harusnya pulang jam4 tapi sekarang mereka pulang jam7 malam. Hendra dan bella pulang bersama. saat bella hendak membuka pintu ia pingsan Hendra pun panik dan membopongnya ke dalam.
beberapa menit kemudian, bella sasadar kepalanya pusing, ia melihat suamiinya menangis sambil mengipasinya.
"kamu kenapa nangis?"
"aku takut , aku panik bel aku takut kamu kenapa kenapa, mana puskesmas udh tutup. untungnya kamu masih napas cuma pingsan aja" ucap Hendra tersendu sendu.
bella tersenyum mengelus rambut Hendra.
"gemes banget sii, aku gapapa cuma tadi tiba tiba gelap aja"
"nanti besok aku temenin kamu berobat ya" ucap Hendra.
"peternakan kan lagi sibuk, kalo kita berdua gaada, nanti gaada laporan ke aku. jadi nanti kamu masuk aja, aku bisa berobat sendiri ko"
"kamu yakin? " bella mengangguk.
keesokan harinya bella pergi kepuskesmas sendiri, sebenarnya badan bella udah baik baik aja cuma dia ga tahan sama mual nya, dari pagi bella terus saja merasa mual.
"wahh selamat ya bu bella, kandungannya baru usia 2minggu" ucap dokter.
bella mematung dia berusaha mencerna omongan dokter, " ma maksudnya sa saya hamil dok? "
__ADS_1
"iya bu bella, usianya baru 2minggu. pasti bu bella ga cek dulu ya sebelumnya? " bella mengangguk.
"coba bu bella itung udah dari kapan telat dapet"
astaga bella baru sadar dia udah lumayan lama ga mens.
bella bingung dia sebenarnya senang namun juga takut, ia belum siap menjadi ibu. ia melamun sepanjang perjalanan pulang.
Hendra pulang malam, bella tau peternakan memang sedang sibuk dan ia mengerti.
"gimana bel? " Hendra langsung memeluk bella.
hueekk"bauu, mandi dulu sana nanti kita makan".
bella meningglkan Hendra yang memasang wajah masam.
selesai makan Hendra sedang membetulkan keran di dapur,
"draa.. " bella tiba tiba datang.
"bel, oh iya soal laporan peternakan hari ini, ada beberapa ayam yang gak sehat jadi dipisahkan, terus buat kualitas telur ayam juga ada beberapa yang kurang bagus, jadi hari ini kita nyortir telur deh"
"emmm, dra.. "
"apa? " Hendra masih sibuk dengan keran
"aku hamil"
prangg, keran yang sedang dipegangnya jatuh.
"apaa? sekali lagi"
"aku hamil"
syuurr tiba tiba air keran menyembur, Hendra memeluk bella sambil menangis tidak peduli dengan air yang membasahi mereka.
"makasiih bel, aku seneng" Hendra melihat wajah bella yang gelisah.
"kamu kenapa? "
"draa jujur aku seneng, tapi aku juga takut aku gasiap jadi ibu, aku aku tak_"
sssttt "dengerin aku, kamu gaboleh ngomong gitu, nanti dia denger, gimanapun selama ini dia yang kita tunggu, kamu jangan takut aku janji aku bakalan selalu ada di sisi kamu buat jagain kamu, kalau ada apa apa kamu bilang sama aku ya, kita jagain dia bareng bareng" Hendra memeluk bella dan menciumi wajahnya.
bella tersenyum "draa basah ini"
"gapapa ayo kita mandi berdua" Hendra segera memangku bella ke kamar mandi
"pelan pelan ini ada bayi nya" teriak bella.
Hendra dan bella memberitahu kabar baik itu kepada ayah bella, dan wirawan segera menemui mereka dikampung. perjalanan hamil bella tidak mudah, namun Hendra selalu ada disisinya, bahkan ngidam pun bella selalu meminta yang aneh, seperti ingin melihat Hendra memakai baju sexy dan masih banyak lagi.
9bulan kemudian, " tarik nafas Buu,, lalu buang"
euuhhh, "syaa eyaa eyaa"
"anak laki laki Tampan. "
Hendra tidak henti henti menciumi bella.
beberapa jam kemudian
"siapa namannya? " wirawan bertanya.
"ADITYA DANENDRA".
TAMAT.
Hai hai.. makasih banget buat yang selama ini dukung aku dengan memberikan like ataupun komen, makasih banyak yang udah baca novel hasil gabutku dari tahun 2020 smpe aku sendiri lupa hehee
sesuai konsep ku dari awal emang mau buat novel ini dengan konflik ringan dan part sedikit.
mohon maaf kalo selama aku nulis novel ini banyak gaje nya atau typonya.
Btw aku lagi proses judul baru nih judunya
" LESTARI "
jangan lupa follow biar update terus babay..
arigatoo semua..
__ADS_1