
haii semuaa, sorry ya aku telat up karna emang lagi sibuk banget direallife nya,
mana nih yang setia nunggu cerita hendra dan bella cung🙋 hwehe...
Btw aku buat karakter hendra dan bella ini beragama islam ya guys, buat kalian yang kurang cocok ,boleh berimajinasi sesuai keinginan kalian aja, terserah mau apapun agamanya yang penting tetap satu...
jangan like,komen dan vote ya kasih saran juga..
happy reading~
Besok umat muslin sudah memasuki bulan Ramadhan, begitupun bella dan hendra, dikampunya malam ini orang sangat ramai yang diluar rumah sedang menunggu waktu sholat teraweh. bella juga terus berdiri didepan rumah untuk melihat suasana kampung yang ramai dan indah, karna setiap rumah memasang obor dihalamanya.
karna letak rumah mereka berada diujung jalan otomatis rumah hendra ini rumah terakhir dikampung jadi tidak banyak yang melewatinya. Bella iri sekali melihat keluarga orang yang lengkap dan ramai, ada ayah,ibu,anak, mereka sedang bersantai diteras.
"bel kamu ga wudhu dulu sana" ucap hendra yang keluar membawa secangkir teh.
"emangnya kenapa? " bella berbalik melihat hendra yang sudah memakai sarung dan peci tengah duduk dan meminum teh nya.
"loh kan besok udh puasa, ya malem ini teraweh nya lah"
"a a akkuu sebenernya...." bella gugup.
"kenapa? " tanya hendra heran.
"aku udah lama ga sholat teraweh terakhir pas mama masih hidup" ucapnya lesu.
"emm.... sini duduk" hendra menarik tangan bella agar duduk disampingnya.
"justru karna kamu udah lama gangelakuinya, pasti kalau sekarang ngelakuin kamu bakalan lebih bahagia" sambung hendra sembari merapihkan rambut bella.
cieeee ekhem ...bella segera bangun dan masuk kedalam.
" maaf menggangu ya mas, saya cuma mau membagikan jadwal ronda nih. "
"pak amsor bisa aja, istri saya jadi malu kan. " canda hendra.
"hehe.. yaudah saya permisi dulu, jangan lupa malem ini penutupan! kalau bisa sampe subuh gempur terus istrinya" bisik pak amsor
"haha. pak amsor bisa aja, makasih ya pak" ucap hendra sembari melambaikan tangan.
Dilain tempat bella tengah tersipu dibalik pintu, ia mendengar obrolan suaminya dengan warga tersebut, bella tentu paham apa yang dimaksud kata 'gempur' di obrolan mereka.
adzan isya berkumandang, warga berbondong bondong pergi ke mesjid ditengah kampung, wajarlah hari pertama memang pasti ramai.
"ayoo.. " ucap bella yang keluar sudah memakai mukena nya.
"masyaallah cantinya istriku.." puji hendra dan bella hanya tersenyum.
"yuk jalan.. " bella hendak menggandeng tangan hendra namun hendra segera menghindar.
"kenapa? " bella menatapnya dengan wajah kesal.
__ADS_1
"kalau kita bersentuhan nanti wudhu nya batal dong bel" jelas hendra
"emang nya iya? "
"beneran loh. kita jalan bareng tapi kamu jangan sampe nyentuh aku ya"
"iiss pede banget, lagian siapa yang mau bersentuhan sama kamu" bella nyolot dan segera jalan meninggalkan hendra.
hendra panik dan segera mengejar langkah bella, "yeuu aku serius loh bel itu memang adabnya" hendra berjalan sambil membujuk bella.
Sudah 1minggu bella menjalankan puasa sebagai seorang istri, ya walaupun banyak kewajiban yang belum ia penuhi, termasuk memberikan hak pada suaminya.
bella sebenarnya sempat curiga pada suaminya, apakah ia punya penyimpangan?, pasalnya bella sudah menikah selama 6bulan dan mereka sudah mulai tidur 1ranjang 2bulan terakhir ini, bella juga suka memakai pakaian minim, paling mentok hendra hanya mencium dan memeluk itu saja tidak lebih, tapi kenapa kelihatanya hendra tidak tertarik? bella benar² curiga.
padahal kenyataanya ya guys, hendra bersusah payah menahan gairahnya saat melihat bella, jika sudah tidak tahan pun hendra akan mengeluarkanya dikamar mandi,apalagi harus melihat istrinya pamer paha dan dada setiap malam, membuat hendra prustasi. tapi selama ini hendra berhasil bertahan melawan gairahnya ia memang bertekad untuk melakukannya saat bella siap memberikanya, hendra masih yakin kalau nanti bella pasti akan memberikan semua itu padanya.
saat tengah melamun dikantor,
drrtt drrttt bella tiba tiba dikagetkan dengan suara ponselnya, ia melihat no tak dikenal itu, sebenarnya siapa yang menghubungi nomot pribadinya, kalaupun soal kerjaan pasti akan menelepon ke nomor perusahaan. Tapi bella tetap mengangkatnya siapa tau itu penting.
' haloo'
terdengar suara laki laki disebrang sana.
'iya haloo ini siapa ya? ' tanya bella
'ini beneran bella anatasya yang cantik jelita'
'galak banget babe, ini aku kevin masih inget kan kita ketemu di Rs? '
'oh i iyaa kevin, ko lo tau nomor gw si? '
'aku minta di manager kamu, itupun harus maksa dulu'
'oh gitu, ada apa emangnya? '
'ko ada apasih.. gw kangen banget sama lo astaga bel, lo kemana aja'
bukanya risih bella malah asik berbincang dengan mantan penggemarnya(kalau kalian inget kevin ini dulu pernah nembak bella dikampus).
Waktu pulang tiba, hendra segera melangkahkan menjemput istri cantiknya itu keruangan.
Baru saja hendra mau mengetok pintu namun bella sudah keluar sambil melihat handphone nya itu, bella tidak sadar kalau hendra sedang melihatnya,
"liaat apasih senyum senyum gitu.. " ucap hendra tiba tiba sambil merangkul bella.
bella panik pasalnya ia sedang membalas chat dari kevin, " a aku abis liat chat dari ayah hehe iyaa ayah... .. " jawabnya gugup sambil memasukan hp nya ke tas.
diperjalanan pulang bella juga terus diam, hendra agak aneh dengan perubahan sikap bella,
"emm bel, kamu gapapa? " tanya nya melihat ke spion.
__ADS_1
" gapapa ko " ucap bella.
"gimana kalau kita buka puasa diluar aja, kebetulan dideket sini ada warung makan lesehan jual ayam bakar, kamu mau? "
"emm ayam bakar doang? "
"ada sate juga! " jawab hendra semangat.
"yaudah ayo"
segera hendra melajukan motornya menyusuri perkebunan teh menuju tempat itu. tidak lama sampailah mereka disebuah tempat makan sederhana pinggir jalan, hanya ada gerobak, tempat panggangan dan tenda menggunakan terpal tidak lupa tempat duduk dari karpet danterhubung langsung dengan danau dibawah sana. Sebenarnya tempatnya sangat nyaman dan bersih, namun bella memang belum terbiasa makan ditempat seperti ini, alhasil dia hanya memandang danau diluar sana.
"emm bel maaf ya, aku cuma bisa bawa kamu ke tempat makan kaya gini" ucap hendra tiba² memegang tangan bella.
"hhmm gapapa ko" jawab bella ramah.
"abisnya disini juga gaada restoran mewah, kalau pun ada, gaji aku gabakalan cukup nanti buat hidup sebun hehe" hendra mencoba mengajak bella bercanda dan respon bella hanya tersenyum.
sebenarnya tadi siang saat bella berbincang dengan kevin, ia memutuskan tidak memberitahu status pernikahanya, jadinya kevin mengajak bella bertemu nanti, ia juga dijanjikan untuk hidup mewah, berkeliling dunia, membeli semua barang branded jika mereka sudah menikah nanti. Itulah yang membuat bella sekarang bimbang apakah ia akan tetap bersama hendra atau sesuai rencana awalnya untuk bercerai dan menikah dengan orang kaya yang sekarang kevin lah yang ada difikiranya.
mereka berbuka puasa,berbincang dan segera pulang, bella bersikap seolah tidak ada masalah, padahal ia sedang bimbang sekarang, ia juga belum tau keputusnya apa nanti.
beberapa minggu berlalu, bella dan kevin semakin dekat, apalagi bella akan pulang kekota untuk berlebaran dengan ayahnya tentu saja bersama hendra suaminya, mereka juga berjanji untuk bertemu saat liburan.
"dra, jangan lupa bawa baju baru kamu" ancam bella pada hendra saat Packing, pasalnya hendra nolak untuk membeli baju itu tapi bella memaksa, karna menurut bella itu akan pas dipakai hendra.
sedangkan bella, ia tidak membawa baju hanya 1set baju barunya yang ia beli dipasar, mau bagaimana lagi disini gaada barang branded. Mereka akan pulang besok 3hari sebelum lebaran dan rencananya akan berlibur disana selama seminggu.
untuk peternakan tenang saja, setiap tahun pasti ada beberapa yang piket bergantian, biasanya hendra, karna ia karyawan paling senggang saat hari raya, seperti yang kalian tau hendra tidak punya keluarga. Berbeda dengan sekarang ia bahkan akan pulang dan berlibur kerumah ayah dari istrinya, ia sangat senang akhirnya bisa merasakan punya keluarga lagi.
Pagi tiba hendra dan bella bersiap untuk pergi ke terminal, mereka juga mengecek rumah agar tidak ada yang kelupaan.
pukul 09.00 mereka berangkat menggunakan angkot untuk pergi ke terminal, sejujurnya bella tidak mau menggunakan kendaraan umum, apalagi ini menjelang hari raya sudah pasti akan rame dan penuh. Bella sudah meminta supir ayahnya untuk menjemput namun ternyata supirnya sudah cuti lebaran,jadi mau tak mau bella harus naik kendaraan umum.
beberapa jam dijalan, akhirnya bella dan hendra sampai dikota, tubuhnya sudah lemas dan pusing, bella segera mencari taxi agar cepat sampai kerumah. bukanya mencari taxi hendra malah menawari bella menaiki bajay, tentu saja bella langsung ngamuk
"lo galiat muka gw pucet gini, yakali naik bajay bisa mati dijalan nanti" ucap bella perustasi.
"tuh tuh taxi buru berhentiin" bella mendorong hendra agar mencegat taxi.
akhirnya bella naik kendaraan yang lumayan nyaman, tidak bau dan tidak pengap. Tapi saat melihat hendra,
"lo kenapa mukanya pucet gitu, ini juga tangan lo kenapa dilipet didada? lo kedinginan? "
hendra mengangguk.
bella menghembuskan nafas kasar, benar² kampungan suaminya ini, bella jadi yakin untuk menceraikanya. sebenarnya hendra agak curiga dengan perubahan sifat bella akhir akhir ini, hendra merasa bella kasar dan tidak peduli lagi seperti saat mereka baru menikah dulu.
haloo semuaa, makasih udah baca ceritaku ya.
mohon maaf jika ada typo...
__ADS_1
salam buat semuaa🌻