
Hallo semuaa..
masih ada yang nungguin cerita ini ga?hehe
aku hiatus 2bulanan karna faktor kesehatan dan beberapa urusan aku di Reallife..
maaf banget ga kasih info atau pemberitahuan apapun 🙏
jadi sekarang aku update,
selamat membacaa guys...
Bella sangat kagum dengan pelayanan restoran dihotel ini, dan juga perlakuan kevin yang sangat memanjakan bella.
"Nah sekarang sebagai penutup, mari kita minum champagne" ucap kevin sembari menyodorkan segelas champagne ke bella.
Bella tentu saja menerima dengan senang hati, lagipula segelas champagne tidak akan membuatnya mabuk.
chirrs, bella meneguk dengan 1x tegukan tak tersisa, Ahhh....kevin tersenyum melihatnya.
Beberapa menit kemudian, bella merasa pusing dan wajahnya panas, penglihatanya mulai kabur,
"aku harus pulang"
"eh,liat kamu gabisa pulang kaya gini bel,kamu hampir jatuh kalo gaada aku" kevin menangkap bella saat bella sempoyongan.
"kalo gitu anter aku pulang vin, " wajah bella sudah merah dan berkeringat.
"maaf tuan, kamar sudah saya siapkan" pelayan tiba² datang dan memberikan kartu akses masuk kamar.
"lebih baik aku antar kamu istirahat dikamar sebentar"
bella menggeleng, namun kevin menggendong nya,bella benar² tidak bisa berontak, tubuhnya lemas, matanya tidak mau terbuka, dan juga ada sesuatu yang aneh pada dirinya, ia sangat sensitif walau hanya bersentuhan kulit.
Dilain tempat hendra baru selesai mencuci piring bekas makan malamnya dan ayah mertuanya.
hendra melihat jam saat melewati ruang tamu ini sudah hampir jam10 Batinya.
hendra segera naik dan masuk kamar, merebahkan tubuhnya, memejamkan matanya namun fikiranya tidak mau diam. Ia terus saja memikirkan bella, hendra melek dan terbangun.
"Tenang hendra, bella bilang bakalan pulang jam 10,mungkin aja dia dalam perjalanan"ucap hendra meyakinkan dirinya sendiri.
hendra berjalan menuju jendela kamar, ia berdiri dan memandangi gerbang depan sembari berharap bella pulang.
Namun nihil, hendra melirik jam di meja dan sudah jam10, Namun hendra malah tidak sengaja melirik sesuatu di bawah mejanya,
segera ia pungut dan lihat dan membacanya,
__ADS_1
untuk bella ku ucapnya, disana juga tertulis alamat restoran yang berada di hotel, hendra tidak bodoh, ia tau ini bukan undangan ulang tahun, dan sepertinya ini bukan dari perempuan! lalu siapa yang bella temui di luar? tanyanya.
"BELLA" hendra mengerang dan meremas kertasnya.
Hendra meresa firasatnya tidak baik,ia segera mengambil jaketnya dan berlari ke bawah mengambil kunci mobil dimeja dan keluar, ternyata diluar ada ayah mertuanya sedang berdiri memandangi gerbang.
"Nak kenapa kamu lari²" wirawan berbalik saat mendengar langkah seseorang.
"a ayahh, hendra akan menjemput bella" hendra tidak mau memberitahu yang sebenarnya pada mertuanya itu.
"memangnya kenapa bella, nak sebenarnya ada apa? ayah tau pasti ada sesuatu"
hendra bingung, ia tak mau ayah mertuanya kecewa pada anaknya sendiri.tapi sepertinya hendra harus memberitahu, karna ia pasti tidak bisa berbohong untuk masalah ini.
"ayah inii.. (ngasih kertas tadi guys yang ada surat sma alamatnya), hendra fikir bella bohong soal ultah temennya"
"astaga bella..." wirawan marah sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.
"ayahh...kenapa? "hendra panik lalu ia membawa wirawan duduk dikursi teras.
"pergilah nak..jemput bella, ayah tau ia sedang bersama laki²"
hendra mengangguk, "ayah yakin gapapa hendra tinggal"
"ayah gapapa nak, nanti ayah bantu menelpon seseorang disana,agar kamu bisa dapet akses masuk"
hendra melaju kencang membelah jalanan kota.
Dilain tempat bella sudah dibanting ke kasur oleh kevin,
"apa yang lo masukin ke minuman gw kevin?"
bella sadar ada sesuatu diminuman tadi.
"oh jadi kamu udah sadar ya dayang" ucap kevin sembari mengelus pipi bella.
bella berusaha berontak, "gw ganyangka lo brengsek kevin, lepasin gw" teriaknya
"ssttt,jangan bilang gw brengsek TAPI LO YANG BRENGSEK BEL, lo inget cowo culun yang lo hina waktu kuliah? ITU GW, lo hina laki² yang cuma ngungkapin perasaanya sma cwe brengsek yang gatau diri, lo hina gw didepan semua orang"...plak pipi bella panas, air mata sudah turun membanjiri pipinya itu.
"gw minta maaf kalo itu lo, gw... "
"maaf lo telat. sekarang gw cuma mau liat gimana jadinya kalo tubuh yang indah ini gw rusak" kevin menciumi wajh bella.
bella takut, tubuhnya juga tidak bisa diajak kerja sama,, tubuhnya bahkan merespon sentuhan kevin.
"hehe.. lihat disini udah basah" kevin menggesek C* bella dari luar.
__ADS_1
"kevin gw mohon, gw udah nikah gw punya suami"
"heh, bagus dong klw lo punya suami, gw pengen ngerasain rasanya istri orang"
brekk baju bella dirobek, dan terpampang lah dada bella, kevin segera mencumbui leher bella, menggigit dan membuat tanda, tanganya tidak diam dibawah sana.
saat kevin akan membuka C* bella, pintu tiba² dibuka, datanglah hendra dan 1orang staf hotel.
"bel kamu... "
"dasar laki² brengsek.. " hendra menutupi tubuh bella dan menghajar kevin habis²an, namun staf melerainya.
"sudah pak atau dia akan mati, kami akan mengurusnya" ucap stafnya.
hendra segera menggendong bella keluar hotel,ia menyelimuti tubuh bella, banyak orang yang memandangi mereka tentunya.
brag saat hendra akan melajukan mobilnya, bella memegang tangan hendra, wajahnya sangat merah, nafasnya memburu.
"dra... " suaranya serak.
"bantu gw, ini sakit dra.. "
hendra masih belum sadar, "kamu sakit bel, kita kerumah sakit"
"ngga,ini bukan sakit... obat perangsang" ucapnya ter sengah engah.
Bella menyentuh celana hendra, berusaha memancing nafsu hendra,hendra tentu saja kaget dan gak percaya,
"bel, kamu sakit jangan lakuin ini" hendra mendorong bella.
tidak ada cara lain,bella membuka C* nya yg sudah basah, dan mengangkang dihadapan hendra, ia menyentuh miliknya dengan jarinya sendiri,
ahh bella mendesah keenakan, hendra sudah sangat memerah melihat milik istrinya yang sudah merah akibat gesekan jari, sesuatu di celana hendra mengembung, bella meraih tangan hendra dan menggesekannya ke miliknya,aahh bella menggelinjang saat jari besar dan kasar menyentuh sesuatu dibawah sana, hendra yang melihat tanganya sudah basah,menarik bella agar duduk dipangkuanya,
"kamu yakin ga akan nyesel bel,?"
bella mengangguk, hendra membuka sleting celananya dan Wow bella kaget dengan sesuatu yang tegak hitam dan besar itu, namun karna bella sudah tidak tahan,ia mengocoknya sebentar dan memasukanya kedalam miliknya,
"kepalanya bahkan gamuat" ucap bella saat merasakan sesuatu yang besar tidak mau masuk kedalam dirinya,
"susah.. " bella sudah tidak tahan.
hendra membantunya, dan bless sekali hentakan Aahh bella berteriak. darah segar keluar, tentusaja hendra tau bella masih Pw dan kalau tadi ia tidak tepat waktu, orang lainlah yang akan mendapatkan keperawanan milik istrinya itu.
dan mereka melakukan itu didalam mobil.
agak panas. 😥
__ADS_1
banyak typo:)