
Pagi ini adalah hari minggu,,dimana bella libur kerja,tetapi tidak dengan hendra ia biasanya ke peternakan untuk memberi makan hewan ternak. tok tok "bel bangun ini udah siang,sarapanya ada dimeja dapur ya,aa mau kepeternakan dulu,jangan lupa dimakan"
"heeemm" tanggapan bella malas,ia rasanya ingin tidur sepanjang hari,namun entah mengapa ia merasa lembab diarea sensitif nya,buru² bella cek tanggal,dan yah ia pasti datang bulan.pdahal hari ini ia mau bermalasan didalam kamar,tapi sekarang ia harus mandi.bella pun mandi,saat bella mau pake pembalut ia baru ingat bahwa ia tidak punya pemalut semenjak pindah kesini,bella bingung,terdengar suara motor hendra berhenti dirumah,ya hendra lupa membawa bedog nya(kalau didaerah aku bisa disebut golok juga:)
saat hendra melewati kamar bella,"eh tunggu tunggu!"
"ada apa bel,kamu perlu sesuatu?"
"iya nih,tolong beliin pembalut kesupermarket ya,yang Daun pandan"
"hah disini gada supermarket bel,kalaupun ada jauh harus keluar desa,beli diwarung aja ya?"
"terserah deh yang penting ada,buruan sana!"
segera hendra jalan kewarung yang lumayan deket dari rumah"Bu beli pembalut yang daun pandan!"semua orang yang ada disana melotot ke arah hendra,"eehh ini buat istri saya"jawab hendra kikuk,semua orang hanya ber oh ria saja,"mas hendra belinya berapa?"tanya penjaga warung,"serenceng aja lah bu biar kepake lama".setelah itu hendra pulang,dan segera memberikan pembalut pada bella"bel nih pembalutnya".bella hanya menonjolkan wajahnya dibalik pintu
"mana sini buruan lama amat si lo"
brak, hendra membuat nafas kasar.
kini bella sedang menikmati sarapanya,hendra sudah berangkat untuk memberi makan hewan ternak,dan akan kembali nanti siang.
Bella pov.
enak juga masakan sikatro,seenggaknya aku gakelaparan lah disini,,heemm bt juga,ah telfon ayah aja deh kangen,
tuutt tuut hallo
"ayahh bella kangen ayah"
ayah juga kangen,gimana betah nak?
"klw jujur si bella pengen dikota"
__ADS_1
huss gaboleh gitu suami kamu kan disana,eemm terus kapan kasih ayah cucu yang banyak?
"ih ayah apaan si bella kan masih muda,tar ajalah,gausah buru² punya anak"
apa yang kamu tunggu bel,ayah udah tua pengen gendong cucu,ayolah jangan lama²,kamu gakasian sama ayah
"eemm ayah bella harus nyuci dulu,nanti bella telpon lagi ya" tuutt,aku bingung harus jawab ayah kaya gimana,aku gamau punya anak sma sikatro itu,gimana mau ngasih cucu buat ayah,huft tapi aku kasian ayah jarang meminta sesuatu padaku,sekalinya minta aku gatau harus kabulin kaya gimana aarrgghhh pusing banget
bella pov end
karna keinginan ayahnya bella jadi pusing memikirkannya,yang dia lakukan hanya bengong dan sesekali memainkan hp, ia memang sedang menghindari hp sekarang,,takut jika nantinya banyak teman yang bertanya,bella belum siap memberitahukan nya,sebenarnya bella sedang ingin makan sop iga,,ingin menyuruh hendra buat beli tapi dia belum pulang,bahkan sekarang sudah lewat jam makan siang,akhirnya bella tidur.
pukul 15.23 hendra pulang seperti biasa ia mandi dan membereskan rumah,ia yakin bella tidak menyentuh kegiatan rumah satupun,seperti sekarang hendra sedang mencuci piring huft apa bedanya ia punya istri dan tidak jika begini,tapi hendra tidak mengeluh ia maklumi sikap bella
hooaamm bella keluar kamar"kamu baru bangun bel,mandi sana udah sore,air juga udah aku siapin,abis itu makan aku mau belanja lauk nya dulu"ucap hendra ramah,bella tertegun dengan sikap manis hendra" eemm aku lagi pengen makan sop iga"ucap bella ragu,"tapi gada yang jual iga jam segini bel,emm ada si tapi kita belanja kepasar"
"oh oke tunggu aku mandi dulu ya"bella berlari semangat,sedangkan hendra kaget dengan perkataan bella yang bicara lembut 'aku kamu' ahh bahagianya hendra sampai tidak bisa menyembunyikan senyumannya.
kini hendra sudah siap dengan pakaian kaos putih polos dan celana jeans sangat sederhana,namun percayalah kalian ia sangat tampan dan polos,"akhirnya aku jalan juga sama bella"ucap hendra sambil mengelap motornya,
mereka pun berangkat bella kagum ternyata kampung hendra indah juga sangat asri melewati jalan setapak,membelah sawah dan pada akhirnya tembus kejalan raya,,jalananya sangat asri banyak pohon di pinggiran,ada perkebunan juga,ah sangat sejuk sampai bella terus tersenyum lega melihat lihat jalanan,hendra mengintip dari kaca spion dan tersenyum,baru kali ini ia lihat bella begitu tulus tersenyum dan hendra ikut senyum.sadar diperhatikan bella memukul punggung hendra" ngapain lo senyum liatin gw"ketusnya
"abisnya kamu nambah cantik kalau senyum kaya gitu,aku jadi makin suka"ucap hendra santai.bella gugup pipinya sudah merah menahan malu dan tak sadar ia tersenyum.
"Nah nyampe,kamu tunggu disini aja ya kalau ga,ketukang es campur aja biar aku masuk pasar"
"gamau ah gw gatau tempat ini takut tau kalau nanti ada yang nyulik gimana?gw ikut aja masuk"
"yakin tapi didalem panas pengap bau juga,kami gapapa?"
"eemm gapapa deh daripada diculik"
"ada² aja istri cantiku ini"hendra gemas dan mencubit pipi bella.lagi² bella tertegun pipinya memanas jantungnya berdetak kencang.
__ADS_1
"eem bel kamu belanja sayur disini ya,aku ketukang daging dulu tuh disana gajauh kamu juga bisa liat"tunjuk hendra memastikan.
"iya iya,,sana buruan"
saat bella asik memilih sayuran
"bella" ucap seseorang sambil mencolek bella."santi!! lo ko disini bukanya lo nikah dan keluar kota ya"kaget bella saat tau teman lamanya yang menegur.
"ya gw emng keluar kota,gw sama suami lagi liburan divila deket sini,ini gw lagi belanja buat makan malem.lo sendiri ngapain disini?"
"neng,uang aa ada dits belanja kamu,sini aa mau bayar dagingnya"ucap hendra tiba² datang,segera bella memberikan dompet hendra,dan hendra kembali ketukang daging,
"bel,itu suami lo apa gimana ko..."
"emm iya san dia suami gw,tpi lo jangan bilang siapa² ya gw maluuu"ucap bella memohon.
"ko gitu si,kenapa karna dia orang biasa?bel dia suami lo,jangan bilang lo bersikap gabaik.aduuh bella dosa lo gimanapun juga dia laki lo,toh kalau diliat liat ganteng banget loh,manis dan sayang banget ke lo"santi sangat geram saat tau bella berprilaku tidak baik pada suaminya,sebagai teman santi ingin kehidupan bella baik.
"eemm udah deh pokonya lo jangan bilang siapa² ya please"
"oke kalau lu maunya gitu,tapi saran gw terima dia bel dia orang baik kayanya tulus banget sama lo,harta bukan segalanya bel percaya sama gw,toh dia kayanya walapun ga kaya,tapi gapernah bikin lo susah.fikirin lagi bel,,udah ya suami gw takut nunggu lama,semangat bel" lalu santi pergi meninggal kan bella yang masih memikirkan perkataan santi temannya.
"neng ayo pulang nih aa udah dapet daginya"hendra menunjukan kantong kresek yang berisi iga sapi.
"udah berapa kali gw bilang jangan panggil gitu,gw mau pulang"bella emosi dan meninggalkan hendra.
sesampainya dirumah bella tidak bicara pada hendra,ia langsung kekamar dan mengunci pintu.hendra bingung sebenarnya ia buat kesalahan apa,perasaan sebelumnya mereka baik² saja.
didalam kamar bella berbaring sambil terus memikirkan perkataan ayahnya dan temannya santi,apa harus ia menerima hendra ia sangat bingung,fikirannya kacau.
holla readers🌻
author up episode baru,semoga suka ya:)
__ADS_1
maaf kalau ada typo dan tanda baca yang kurang tepat,
terimakasi sudah membaca:)