
Hai Reader's...gimana kabar kalian? semoga pada sehat ya.
aku up part baru bella dan hendra nih...
semoga kalian ga bosen bacanya ya.
jangan lupa like, komen and vote kalo kalian suka..
Terimakasih.
happy reading.. ~
Pagi hari di hari ke3 libur lebaran.
suasana kota yang masih cukup sepi, karna penduduknya pulang ke kampung halaman. Tapi beberapa toko sudah banyak yang buka, bahkan beberapa kantor pun sudah ada yang mulai masuk kerja. Pagi yang sangat cerah diawali dengan...
Hoamm bella membuka matanya, ia lihat suaminya masih tertidur pulas dan ia melirik jam dinding ternyata masih pukul 05.14, bella segera bangun, mengikat rambutnya tinggi dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka. Setelah selesai ia segera turun untuk memasak sarapan, saat ia melewati ruang tamu, ia melihat ayahnya mengelap beberapa foto,
"Ayah sedang apa? "
"Hah ngga, ayah terbiasa membersihkan foto mamah setiap pagi"
bella mendekati ayahnya, bella juga tidak tahu sejak kapan ayahnya mempunyai kebiasaan tersebut.
"coba bella lihat.. "
bella pun meraih foto yang ada ditangan wirawan, disana terlihat foto ibu nya memakai kebaya berwarna pink dengan rambut disanggul dan beberapa aksesoris lainnya.
"Itu foto mama saat acara nikahan tante rumi, waktu itu kamu masih umur 2th. Pasti kamu ga bakalan ingat!"
"hehe bella ga ingat yah "
"hmm yaudahlah sana kamu masak sarapan, jangan gangguin ayah" usir wirawan
"iiihh ayah bella cuma liat doang." lalu bella segera pergi ke dapur.
bahan bahan didapur sangat lengkap, tpi bella memutuskan membuat sandwich saja, biar ga ribet dan bisa mengenyangkan begitu fikirnya.
Pukul 06.37, bella selesai memanggang Rotinya dan segera ia sajikan.
Bella naik kekamar untuk mandi, ia teringat punya janji dengan kevin jam 10.00 nanti.
bella melihat hendra yang masih tertidur.
cih dia ga pernah tidur nyaman emangnya, sampe jam segini belum juga bangun' batin bella.
Tak mau ambil pusing ia segera membawa anduk dan mandi, hendra yang mendengar percikan air tiba² terbangun, ia melihat ke sampingnya istrinya ternyata sudah tak ada,
hendra melihat jam dan..
"astagfirullah ternyata udah hampir jam7, ko aku pules banget ya, gabiasanya kaya gini. mungkin karna kasurnya enak kali ya badanku juga ga sakit pas bangun" ucapnya sambil tersenyum dan mengusap usap kasur.
"Woy kenapa lo senyam senyum kaya orang gila" tiba tiba bella keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambut,
"hehe abisnya kasur kamu enak bel. "
"katro banget..! " ketus bella
"hehe.. eh iya kamu udah pake baju rapih mau kemana? "
"gw mau main sama temen temen gw."
"oh gitu.. mau aku anter? "
"Ga perlu nanti gw pesen taxi online aja,!"
"loh kenapa, kan ada aku" tanya hendra.
__ADS_1
"Aduhh udah deh nurut aja, gw cuma mau main sama temen, lagian kan udah lama juga gw ga ketemu mereka! "
"i iya deh kalau kamu maunya gitu"
"yaudah buruan mandi, kasian ayah nunggu buat sarapan" ucapnya sambil memoles sedikit makeup ke wajah cantiknya, bella memang tidak pernah memakai makeup tebal, karna wajahnya sudah cantik natural.
selesai dengan kegiatan memoles wajahnya bella segera turun untuk sarapan,
"dra buruan mandinya, cepet turun sarapan" teriak bella saat hendak keluar kamar.
"iya bentar lagi bel " teriak hendra dari kamar mandi.
di meja makan sudah ada wirawan sedang membaca koran.
"halo ayah" bella duduk disamping ayahnya.
"mana suamimu? " tanyanya masih setia membaca koran.
"bentar lagi turun"
"Selamat pagi ayah" hendra datang dan mencium tangan mertuanya itu.
"nah duduk nak, ayo kita sarapan" ajak wirawan ramah.
saat wirawan melihat bella " bel, kamu sudah rapih mau kemana? "
"bella kan udah lama ga ketemu temen yah, jadi hari ini bella mau main sama mereka"
" Nah bagus kalo gitu, ajak suamimu sekalian"
"ih ayah bella kan baru mau ketemu mereka, lagian juga kalo hendra ikut ayah sendirian dong" jelas bella.
"iya juga,,, nah nak hendra kamu ijinin ga bella keluar? " tanya wirawan pada hendra.
saat hendra hendak menjawab ia melirik bella, bella sudah memasang wajah sinisnya, hendra tahu bella takut hendra bicara yang tidak tidak.
"eumm bella udah ijin ko tadi sama hendra, lagian juga kasian kan bella sudah lama tidak bertemu temannya, jadi gapapa hari ini bella boleh main sepuasnya. " jelas hendra.
"iya ayah tenang aja bella pulang jam 7 malem ko" ucap bella memeluk wirawan.
pukul 09.30 bella turun dengan outfit casual dan tas branded nya, hendra dan wirawan yang sedang berbincang di ruang tengah melihat ke arahnya
visual bella dan outfit.
"Bella kamu dianterin hendra aja ya nak" ucap wirawan.
"bella udah pesen taxi online ko yah, ini juga buru buru udah ya byee" bella buru buru menyalami ayah dan suaminya.
Sesuai janji mereka bella datang ke suatu restoran yang kevin beri tahu,
"Atas nama kevin Pramugia" ucap bella pada pelayan.
"oh marii meja tuan kevin ada di lantai 2 sekaligus tempat VIP di restoran ini" jelas pelayan tersebut.
Bella diarahkan ke suatu meja yang terletak di dekat kaca yang mengarah langsung ke jalan raya dan danau ditengah kota.
sekitar 15menit bella menunggu, akhirnya ia melihat seseorang yang ia kenali turun dari mobil sport mewahnya, bella tidak sabar bertemu lelaki yang ia kagumi kekayaan nya itu.
"Hai bel, kamu udah nunggu lama" kevin mencium pipi bella, sebenarnya ia kaget dengan prilaku kevin, tapi ia rasa normal melakulan hal itu pada orang yang mereka kagumi.
"lumayan" jawab bella santai.
mereka pun memulai memesan hidangan dan berbincang bincang.
Dilain tempat wirawan hendak mengajak hendra membeli pupuk untuk tanamanya, tentu saja hendra harus diajak, karna ialah yang menjadi supir mertuanya itu.
__ADS_1
"dra nanti mampir ke toko Roti dulu yah, ayah mau beli roti buat ngopi sekalian"
"hendra ga tau jalan yah"
"yaudah jalan aja dulu, ayah yang arahin. "
sekitar 20menit dijalan mobil yang hendra kendarai sampai ditoki roti pusat kota, tepatnya disebarang restoran bintang lima yang terkenal,sekrang sudah hampir jam makan siang jadi restoran itu sangat ramai.
" ayah masuk aja, hendra tunggu dimobil didalem rame lagian kan ayah yang mau beli" ucap hendra
"yasudah kalo gitu"
Hendra pov
Saat sedang memebersihkan kolam, aku diajak ayah untuk mengantarnya membeli pupuk, tentu saja aku sangat senang karna ayah mengajak ku keluar. sebelum ke tempat membeli pupuk, ayah bilang ia mau membeli roti buat ngopi nanti siang, aku hanya mematuhi ucapanya, dan ayah memberi tahu tempat roti yang ia mau. Tokonya di tengah kota dekat dengan perkantoran, kalau gasalah itu juga rumah sakit yang dulu ayah dirawat, aku pernah kesitu. Melihat orang orang kota berjalan dan mengobrol itu hal baru menurutku, pakaian mereka sangat menyolok mataku, jadi bisa kusimpulkan bahwa pakaian bella tidak aneh, ini memang semacam budaya kota.datanglah kami di toko roti, tempatnya enak dipusat kota dan berada disebrang restoran mewah yang aku tebak harga satu makanan nya sama dengan gajiku sebulan. Saat sedang asik melihat ke arah restoran,aku melihat seorang pasangan yang aku rasa aku kenal dengan wanitanya, itu mirip bella, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya sampai mereka masuk mobil. Apakah itu bella? atau hanya pakaian nya aja yang sama, lagian kan pakaian yang kita pakai bukan satu satunya didunia. Aku fikir mungkin itu orang lain, gamungkin bella, dia kan mau ketemu sama teman teman nya, sedangkan wanita tadi pergi sama cowoknya, kenapa aku bilang gitu? karna cowo tadi ngerangkul pinggang sicewenya rapet banget, jadi udah dipastiin mereka itu pasangan.
Hendra pov end.
"dra jangan ngelamun! " ucap wirawan tiba tiba masuk mobil.
"eh udah yah? "
"udah, ayo ke arah sana ya, nanti ada lampu merah ke kiri. " tunjuk wirawan. mereka melanjutkan perjalanan.
Hari menjang malam, dan bella belum juga pulang, wirawan menunggu bella di teras dengan cemas, entah kemana anaknya itu, pagi ia pamit akan pergi dan akan kembali sebelum makan malam, tapi sampai sekarang sudah waktunya makan malam pun ia belum juga pulang.
"ayah... makan malem nya udah siap" hendra memanggil wirawan.
"yasudah ayo kita makan, gamungkin bella diluar belum makan udah jam segini"
hendra hanya mengangguk.
Hendra juga tak habis fikir dengan istrinya itu. seorang istri keluyuran dari pagi sampe malem gini, ninggalin semua tanggung jawab nya.
selesai makan malam, wirawan duduk diruang tamu sambil membaca majalah, sedangkan hendra mencuci piring bekas makan malam tadi,
"makasih ya.. udah anterin aku" ucap bella saat turun di mobil.
"byee hati hati"
bella segera memasuki Rumah, dia tidak tau saja ayah nya sudah menunggu bella.
saat bella melewati ruang tamu...
"BELLA! "
"eeh hehe ayah, belum kekamar? " tanya bella santai.
"kemana aja kamu seharian, sampe malm gini baru pulang. Kamu harus sadar bella sekarang kamu sudah menjadi istri"
"ayah kenapa sih, bella juga ga pulang larut, ini baru jam 8 juga" balasnya ketus.
"astaga bellaaa.... kamu ijin sama ayah sama suamimu akan pulang sebelum makan malam, kamu tau suamimu masak dan dia sekarang cuci piring gantiin tanggung jawab kamu! "
"Ayah kenapa sih, lagian juga emangnya kenapa kalo dia masak sama cuci piring"
"Bukan soal itunya bella, tapi kamu seorang istri tidak sepantasnya kamu keluyuran sedangkan suami kamu dirumah entah sudah makan atau belum! "
"halahh.. ayah bela aja terus dia, bella emang bukan anak ayah! " bella marah dan pergi meninggalkan ayahnya yang sedang marah.
saat itu hendra baru selesai mencuci piring,ia melihat bella naik ke atas dan ayahnya sudah terduduk dengan wajah memerah.
"ayah.. gapapa? apa ada yang sakit? " hendra segera menhampiri mertuanya.
hallo guys,
semoga part kali ini ga banyak typo ya hwehe.
__ADS_1
mohon maaf kalo banyak typo juga hwehe....
salam buat semua. 🌻