MENIKAHI SANG RAJA

MENIKAHI SANG RAJA
Aku harus menemukan mu!


__ADS_3

Eps.10 MENIKAHI RAJA DUNIA KEDUA


"Yuwen chen .. Yuwen Chen .. Bangun lah!" Suara seorang pria menggema berseru memanggil Yuwen Chen di alam bawah sadar nya.


Perlahan ia membuka kedua mata nya, dengan penglihatan yang masih sedikit kabur, Yuwen Chen mulai tersadar, "Apa aku telah sampai di neraka?" Ucap nya dengan suara pelan.


Saat ia membuka mata nya dengan lebar, dan penglihatan nya kembali dengan jelas, tiba-tiba Yuwen terperanjat, melihat kakek tua yang mengutuk nya saat itu, kembali datang dan muncul di hadapan nya.


Dengan jubah putih yang ia kenakan, kakek tua itu berdiri tegap diatas sebuah awan yang melayang.


Dengan gemetar Yuwen berkata, "ka .. ka .. kau rupanya kakek tua.sebenar nya kau ini siapa? Apakah kau juga seorang manusia setengah dewa?" Tanya Yuwen kaku.

__ADS_1


"Aku adalah penjaga gua milik raja Yin wang sang dewa elang, Yuwen chen! sudah ku peringatkan padamu, agar kau segera tinggalkan pulau Yuzu dan jangan pernah kembali. Tetapi kenapa kau kukuh sekali tak menghiraukan nya, dan malah berencana menjadi kan gua tempat peristirahatan sang dewa elang menjadi sebuah tempat pertambangan, perbuatan mu telah membuat malu para leluhur dinasti naga." Ujar Kakek tua itu.


Yuwen Chen dengan cepat beranjak bangun, menguatkan tubuh nya yang lemah, ia segera bertekuk lutut pada Kakek tua yang melayang dengan awan putih di hadapan nya. "Kakek, maafkan aku! Aku mohon. Kembali kan aku pada raga ku, istri - istri ku pasti sangat mengkhawatirkan ku!" Pinta nya memelas. "Masih saja kau bersikap begitu, kau lebih mementingkan kehidupan para istri mu dibandingkan dengan para rakyat mu yang kesusahan. Termasuk rakyat Yuzu yang telah kau rampas hak nya." Menjawab dengan sinis.


"Tidak! Aku tidak pernah menelantarkan rakyat ku. Dan untuk rakyat Yuzu, aku tidak pernah merampas hak mereka. Bahkan sebelum nya aku telah menawarkan mereka sebuah pekerjaan agar mereka dapat bertahan hidup." Ucap Yuwen Chen mencoba membela diri.


"Apa kau yakin dengan ucapan mu?Kau telah menghabisi nyawa seorang manusia setengah dewa, demi memberikan kesenangan pada istri mu, apakah kau sangat yakin jika para istri mu adalah wanita yang setia?" ... " Apa maksud mu? Tentu para istri ku sangat setia pada ku!" Jawab Yuwen seraya mengerutkan alis nya. "Ha.. Ha..., Biar waktu yang akan menjawab, sekarang kau harus mendapatkan hukuman mu. Kau harus banyak belajar tentang arti keadilan, karena kau telah dibutakan oleh cinta Yuwen chen, sehingga kau menjadi seorang raja yang tidak berpendirian," ujar kakek tua itu memberi sedikit nasihat.


Sang kakek hanya tersenyum memandang Yuwen chen yang terus memohon pada nya, tanpa menjawab sepatah kata pun. Tiba - tiba dari sudut yang sangat gelap, muncul dengan perlahan cahaya yang sangat terang, dari balik cahaya itu ada sebuah lubang besar yang terbuka lebar. Lalu, cahaya dari lubang itu, mengalihkan pandangan Yuwen Chen. Penglihatan nya kerap menjadi silau. Lalu, kakek tua itu berkata lagi, "Yuwen Chen, segera lah kau masuk kedalam sana!" Perintah sang kakek tua.


"Tidak! Aku tidak mau, aku ingin kembali ke dinasti ku. Tolong! Ku mohon, Kembalikan aku pada ragaku!" Pandangan nya kembali beralih pada sang kakek, tersirat pada mimik wajah nya, ia begitu sangat ketakutan. dengan rasa kegelisahan, kedua telapak tangan nya dirapatkan, ia terus memohon pada kakek tua tersebut.

__ADS_1


"Semua nya sudah terlambat, kau harus menerima hukuman mu, sekali pun kau adalah seorang raja!" Ucap nya seraya tersenyum. Kakek tua itu, tiba-tiba saja menghilang dari hadapan Yuwen Chen.


Tak lama kemudian, dari lubang yang bercahaya tersebut, terasa tarikan yang sangat kuat, dengan gesit Yuwen chen berpegangan pada batu besar yang berada di samping nya, angin yang kencang, seakan mendorong tubuh nya masuk kedalam lubang yang bercahaya itu. Tangan nya memegang erat pada batu tersebut, dengan sekuat tenaga ia menahan tarikan gravitasi yang menarik tubuh nya untuk masuk kedalam lubang tersebut.


Terdengan kembali suara menggema sang kakek tua, ia berkata tanpa berwujud, "Dengar kan aku Yuwen chen! sebenar nya kau belum mati, kau hanya tertidur dalam waktu yang panjang, kau dapat kembali pada ragamu, Asal kan kau bisa membawa seorang wanita dari dunia masa depan untuk kau nikahi, cari lah wanita yang dapat membuat mu mengerti arti sebuah keadilan. Jika kau berhasil, jiwa mu akan kembali kedalam raga mu." Ujar sang kakek tua memberikan sebuah petunjuk. "Tunggu! Bagaimana cara nya, itu hal yang tidak masuk akal. Kakek tua cepat katakan siapa nama wanita itu? dimana wanita itu berada?" Tanya Yuwen chen dengan suara yang sedikit letih. "Hati mu yang akan mengatakan nya!" Ucap sang kakek. "Aku tidak paham maksud mu!" Teriak Yuwen chen merasa putus asa.


Tiba-tiba angin yang mendorong tubuh Yuwen chen bertambah kuat, sehingga ia tak dapat lagi menahan nya, sebelah tangan nya mulai terlepas, kini ia hanya memegang batu tersebut dengan sebelah tangan kiri nya. "Oh, tidak! Angin nya semakin kuat, aku tak sanggup lagi menahan nya." Ucap dalam benak nya.


Kini, kedua tangan nya tak sanggup lagi berpegangan pada batu besar tersebut, tubuh nya melayang menuju lubang besar yang bercahaya terang. dengan keras ia berteriak, "Tidak!!!!!!!!" Teriak Yuwen chen yang telah masuk ke dalam lubang yang membawa jiwa nya pergi ke dunia masa depan.


__ADS_1


__ADS_2