MENIKAHI SANG RAJA

MENIKAHI SANG RAJA
Pekerjaan Baru ...


__ADS_3

Eps.13 MENIKAHI RAJA DUNIA KEDUA


Malam itu, Zhishu memutuskan, untuk membawa kucing berbulu hitam tersebut kedalam kamar nya. Sesampainya di kamar, "Kau pasti haus kan? Aku akan ambilkan air untuk mu, tunggulah disini!" Perintah Zhishu pada seekor kucing tersebut.


Ia mengendap diam - diam melangkahkan kakinya menuruni anak tangga, lalu dengan perlahan ia mengambil mangkuk dan menuangkan air pada mangkuk tersebut. Dengan cepat ia membawa semangkuk air tersebut ke kamarnya.


Se-sampainya dikamar, kucing hitam itu hilang entah kemana. "Kemana kucing itu? Apa dia sudah pergi keluar?" Kedua matanya melirik kesekitar kamar, seraya meletakkan semangkuk air itu dilantai.


Ke-esokan paginya, "Zhishu!!!" Teriak Fei yin dengan suara nyaring memanggil namanya, dengan gesit Zhishu menghampiri ruang tengah, tempat dimana Fei yin berada.


"Ada apa Fei yin?" Tanya Zhishu.


"Lihat ini dress ku ...." Sentak Fei yin.


"Oh, tidak ... kenapa dengan dress mu?" Zhishu tercengang melihat keadaan dress milik Fei yin penuh koyakan.


"Ini pasti perbuatanmu kan?" Fei yin langsung menuduh Zhishu.


"Tidak ... aku tidak mungkin tega melakukannya," jawab Zhishu.


"Kau berbohong, Kau pasti dendam padaku kan?! karena Kun Li lebih memilihku dari padamu. Dasar wanita ******!" Tangan Fei yin dengan kuat menampar pipi kanan Zhishu.


(Suara telapak tangan memukul) *Plakkkk ....*


Zhishu menyentuh pipinya yang memerah, akibat bekas tamparan Fei yin. "Kenapa kau menamparku? Aku tidak berbohong Fei ... aku berani bersumpah! bukan aku yang melakukannya," Ungkap Zhishu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Dasar ******! Jika orang jahat seperti mu jujur, penjara akan penuh." Balas Fei yin.


"Ada apa sih pagi-pagi sudah mengganggu istirahatku?" Yhvone datang menghampiri.


"Ibu, lihat dress ku ... bagaimana ini?" Ucap Fei yin mengadu pada ibunya dengan wajah murung.


'Bukankah ini dress yang kubeli dengan uang pesangon Zhishu kemarin? Apa jangan-jangan dia tahu jika uangnya kupakai untuk membeli dress ini, pasti dia kesal ...' Yhvone berprasangka dalam benaknya seraya memandang sinis Zhishu,


*Plakkk ...* (Menampar) .


Kini Yhvone yang menampar pipi kanan Zhishu. Zhishu merasa kesakitan, karena dua tamparan tangan sudah melayang dipipi kanannya. Setelah puas menampar keponakannya itu, dengan suara keras Yhvone berkata, "Zhishu! Kau memang anak tidak tahu diuntung. Kau sengajakan merusak dress milik Feiyin?! karena aku membelinya dengan uang pesangonmu?!" Tanya Yhvone dengan emosi tinggi.


"Tidak bi, tidak. Bukan aku yang melakukannya," Zhishu mencoba menyangkal, dan membela diri. Namun mereka masih tetap tidak percaya.


"Aku tidak mau tahu, kau harus mengganti dress ini!" Perintah Yhvone.

__ADS_1


Tampak Fei yin memperlihatkan senyuman sinis dari wajahnya.


"Tapi bi ... aku sekarang belum dapat pekerjaan baru. Aku tidak ada uang untuk menggantinya," Zhishu merasa kebingungan.


"Ibu ... aku tidak mau tahu, besok malam dress ini akan aku pakai untuk kencanku bersama Kun Li," Ucap Fei yin sembari melemparkan dress yang terkoyak-koyak itu kelantai.


Yhvone menjawab, "Kalau begitu, kau bantu carikan dia pekerjaan. Agar dia bisa mengganti dressnya," Pinta Yhvone pada Fei yin.


Yhvone hanya memandang dengan jengkel pada Zhishu yang tunduk termenung. Tak lama kemudian, Fei yin memberikan saran yang tak terduga pada Zhishu. "Kalau begitu, hari ini kau ikut aku untuk mendapatkan pekerjaan baru," kata Fei yin memaksa.


"Kau serius punya pekerjaan untuk dia?" Tanya Yhvone.


"Tentu ...." Seraya melirik Zhishu dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Saat itu, wajah Fei yin terlihat begitu mencurigakan, sehingga membuat perasaan Zhishu begitu gelisah, "Boleh aku tahu pekerjaannya apa?" Zhishu bertanya penasaran.


Dengan sikap menyilangkan kedua tangan dibawah dadanya, dengan santai Fei yin menjawab pertanyaan Zhishu, "Menjadi pramuria," Ucapnya.


Sontak mata Zhishu melebar, dan kedua alisnya naik. Saking terkejutnya ia mendengar ucapan Fei yin, yang memintanya untuk menjadi pramuria.


"Tapi, a ... aku ... " Zhishu gugup.


"Kenapa? ... kau hanya perlu menemani, dan menghibur para tamu saja. Itu tidak akan mebahayakan diri mu. Kujamin kau akan tetap menjadi seorang gadis yang utuh, asalkan ... kau dapat menjaga dirimu sendiri, Ha..Ha ...." Ujarnya seraya tertawa lepas.


"Jangan menolak! Atau aku akan mengusirmu dari rumah ini." Yhvone mengancam.


Zhishu langsung terdiam, tak berani menolak lagi, saat Yhvone mengancam akan mengusirnya dari rumah. Karena ia masih ingin tinggal di rumah peninggalan kedua orangtuanya.


"Baik, Aku akan bekerja disana." Zhishu hanya bisa pasrah dengan keadaan.


"Jam 8 malam, bersiaplah! Jangan lupa untuk hasilkan uang yang banyak ...." Feiyin meraih kembali dress yang ia jatuhkan ke lantai, lalu melemparkan dress usangnya ke wajah Zhishu, seraya melambaikan sebelah tangannya dengan centil, dan berlalu pergi.


"Awas! Kalau kau berani kabur dari pekerjaanmu, habislah kau!" Ancam Yhvone lagi, lalu pergi meninggalkannya seorang diri.


Kedua mata Zhishu terlihat sayu, tatapannya kosong merasa putus asa. Tanpa ia minta, air matanya berlinang menetes perlahan.


****


Waktu begitu cepat berlalu. Setelah makan malam, Zhishu bergegas pergi ke kamarnya hendak bersiap. Karena malam ini, ia akan bekerja disebuah klub malam, tempat dimana Fei yin dan kawan-kawan nya biasa bersenang-senang.


Saat di kamar, Zhishu telah bersiap dengan gaya rambut yang dikuncir seperti ekor kuda. Ia juga mengenakan kemeja panjang berwarna putih dan rok span hitam dibawah lutut. Tanpa membuang waktunya, ia segera turun ke lantai bawah untuk menemui Fei yin yang telah menunggunya.

__ADS_1


"Fei yin ... Aku sudah siap." Ucap Zhishu.


Fei yin terperangah ketika melihat style Zhishu yang sangat kolot. Apalagi Zhishu tak meng-cover wajahnya dengan sentuhan make-up sedikit pun. Berbeda dengan Fei yin yang telah bersiap dengan mini dress berwarna merah yang terlihat begitu sexy, dan tak lupa mewarnai bibirnya dengan gincu berwarna merah merekah edisi terbaru.


"Zhishu! What are you wearing?" Fei yin berkata dalam bahasa inggris, sembari mengelilingi Zhishu, dan matanya menilik dari bawah hingga keatas.


"Ada apa Fei? Ada yang salah?" Tanya Zhishu yang terheran dengan sikap Fei yin yang menatapnya dengan tatapan geli.


"Jelas salah, kau akan bekerja di tempat hiburan dengan pakaian seperti ini?" Fei yin memandang Zhishu dengan sinis.


"Aku pikir ini bagus untuk aku pakai saat bekerja, ini sangat nyaman Fei ... " Ucap Zhishu dengan lugu.


Tanpa berkata lagi, Fei yin meninggalkan Zhishu. Ia pergi menuju kamarnya, dan kembali dengan membawa setelan pakaian. Tank - top hitam bercorak crown dan rok jeans mini diatas lutut.


"Pakai ini! Cepat ganti pakaian kolot mu itu," Fei yin melemparkan setelan miliknya pada Zhishu. Dengan cekatan, Zhishu meraih setelan pakaian yang hampir jatuh kelantai.


Zhishu kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah ia selesai mengganti pakaiannya, ia menyempatkan diri untuk bercermin disebuah kaca persegi panjang yang melekat pada lemari bajunya.


Wajahnya tampak murung, ketika melihat lekuk tubuhnya begitu menonjol. Ia sangat tidak nyaman dengan setelan pakaian yang Fei yin berikan.


"Ya tuhan ... Ayah dan ibu pasti sangat malu telah memiliki putri sepertiku." Ia menatap seluruh tubuhnya yang terpantul didalam cermin.


Karena tak sabar menunggu, akhirnya Fei yin mendatangi Zhishu ke kamar. Ia membuka pintu yang tak terkunci, tanpa permisi.


"Lama sekali, kau tau sudah jam berapa ini?" Berjalan menghampiri Zhishu dan melemparkan tas make-up keatas meja rias milik Zhishu.


"Maaf Fei ... " Ucapnya masih terlihat murung.


Fei yin mengangkat dagu Zhishu, ia menilik wajahnya yang begitu polos tanpa make-up. Lalu menghempaskan dagu Zhishu dengan kasar.


"Wajah pucat seperti mayat," Fei yin menarik Zhishu kedepan meja rias seraya menghina secara halus.


"Cepat duduk! Tidak akan ada bos yang mau merayumu, jika kau tidak bersolek. Ingat hutang mu! Kau pikir dress yang kubeli kemarin itu harganya murahan?" Tangannya mendorong kepala Zhishu, hingga kepalanya tertunduk.


Zhishu hanya bisa terdiam, saat dirinya dihina hingga dibully. Ia tak pernah membalasnya, karena ia sudah tahu jika ia melawan, ia akan diusir dari rumah dan dilarang untuk berkunjung ke makam kedua orangtuanya. Karena makam tersebut berada dibelakang pekarangan rumah yang sekarang ia tinggali.


Zhishu hanya pasrah dengan keadaan yang membuat hidupnya sangat menderita. Saat itu, Fei yin tengah sibuk memeberi polesan pada wajah Zhishu. Ia menarik ikatan rambut Zhishu, lalu menatanya kembali.


Beberapa menit kemudian, Fei yin telah selesai merias wajah Zhishu. Zhishu terlihat begitu menawan dan sangat menggoda. Sudah dapat dipastikan dengan lekuk tubuhnya yang terlihat menonjol karena setalan pakaian yang ketat, dan make-up yang begitu tegas. Pasti banyak pria di klub malam yang akan meminta Zhishu untuk menemaninya.


Akhirnya, setelah menghabiskan waktu yang cukup lama, mereka pun pergi meninggalkan rumah. Menggunakan taxi yang telah Fei yin pesan, menuju klub malam terbesar di kota Chengdu.

__ADS_1


▶ Ilustrasi Zhishu dan Fei Yin



__ADS_2