MENIKAHI SANG RAJA

MENIKAHI SANG RAJA
Diperalat ....


__ADS_3

"Rajaku, sudah dua bulan berlalu ... hari ini adalah hari lahirmu ... rakyat kita sedang menyambutnya dengan gembira. Mereka tidak pernah tahu apa yang sebenarnya telah terjadi padamu .... "


Mei yin tampak sedih malam itu. Ia terus memandang keatas langit, menyaksikan indahnya letusan kembang api yang berwarna-warni. Hari ini, adalah hari kelahiran sang Raja. Para rakyat dunia kedua begitu antusias menyambutnya. Mereka semua tidak pernah tahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada rajanya tersebut.


"Sayang, kami semua sungguh merindukanmu ... Sayang, apa kau tahu? selir Xinxin ... hingga saat ini belum juga sadarkan diri. Dia masih kritis, dia begitu sangat mencintaimu, hingga ia tak perduli dengan nyawanya sendiri. Apa aku masih pantas menjadi ratumu?


▶ Ilustrasi Ratu Mei yin



Sampai saat ini, selir Xinxin yang terluka sangat parah saat kejadian huru-hara malam itu, belum juga sadarkan diri. Ia masih terbaring lemah di bilik perawatan. Mei yin merasa bersalah atas semua kejadian yang telah terjadi kala itu. Ia tahu, jika semua perkara ini adalah karena dirinya, yang terlalu berambisi menginginkan pulau Yuzu. Namun semua itu ia lakukan demi menyelamatkan nyawa sang ibu.


Ratu Jia jia, ibu dari Ratu Mei yin sebenarnya sudah tiada, saat Mei yin dilahirkan. Namun Raja Fang Min sang Ayah, demi kekuasaan, dan ingin mendapatkan kekuatan tak tertandingi dari batu giok naga biru, ia memanfaatkan putrinya sendiri. Ia berkata pada Mei yin, jika sang ibu masih hidup, dan disembunyikan oleh Dewa naga di sebuah gua rahasia, milik sang naga. Sang Ayah berkata, bahwa satu-satunya cara agar ibunya selamat, adalah dengan cara menemukan sebuah batu giok naga biru yang tersembunyi dipulau Yuzu.


Sempat ingin menceritakan keadaan sang ibu pada Raja Yuwen Chen, Raja Fang Min sang Ayah melarangnya. Karena batu giok naga biru tersebut adalah batu yang dilindungi oleh para leluhur dinasti naga, dan kerajaan dunia kedua. Sudah pasti raja Yuwen Chen tidak akan memberikannya. Karena, jika batu giok tersebut jatuh pada orang yang salah, maka seluruh dinasti naga akan hancur.


Mei yin, yang tidak mengetahui niat busuk sang Ayah. Kini hanya dijadikan sebuah alat, agar seluruh rencana Raja Fang Min berhasil. Mei yin yang sejak kecil tak pernah bertemu dengan sosok sang ibu, dengan ambisinya ia akan berusaha melakukan cara apapun agar dapat bertemu dengan ibunya.


▶ ilustrasi Ratu Jia jia, ibu Ratu Mei yin.



***

__ADS_1


Malam itu, disaat cahaya dari kembang api masih memancarkan warnanya. Tampak Qiang Li, dan dua orang prajurit Aston keluar dari kerajaan menggunakan kuda. Ia hendak menuju kesuatu tempat.


Setelah menghabiskan waktu, kurang lebih setengah jam perjalanan, Qiang Li, dan dua prajurit aston akhirnya tiba disebuah padang yang penuh dengan ilalang. Qiang Li turun dari kuda yang ia tunggangi. Ia berjalan perlahan, dan mencambut beberapa rumput ilalang yang menghalangi langkahnya. Dua prajuritnya hanya diperintah untuk berjaga dari kejauhan.


Langkahnya terhenti, dihadapannya ada sebuah batu besar. Batu itu tak lain adalah batu nisan sang ibu , selir Lily. Ia bertekuk lutut didepan makam sang ibu. Kedua tangannya ia tumpukan pada batu besar yang sudah penuh dengan lumut-lumut hijau. Perlahan ia menyapu lumut yang melekat pada batu besar itu dengan kedua telapak tangan nya.


"Ibu, aku datang ... hari ini adalah hari peringatan kematian mu. Ibu, apa kau tahu? Seorang Raja yang paling ditakuti, dan dihormati di dunia kedua, sekarang sedang sekarat. Dendamku, akan segera terbalas. Aku berjanji, akan menghancurkan hidupnya. Ayahnya telah membunuh Ayahku, dan membuat hidup kita menderita. Aku bersumpah, akan merebut kerajaan dunia kedua. Dan akan mengembalikan nama baikmu." Ujarnya berbicara didepan makam sang ibu, seraya mengepalkan kedua tangannya karena amarah.


▶ ilustrasi Qiang Li.



Keesokan paginya dikerajaan. Mei yin tak sengaja melihat Qiang Li, sedang berdiri mematung di depan istana miliknya yang telah dikelilingi oleh api yang terus berkobar. Pandangannya terus menatap istana. Mengetahui hal itu, Mei yin berlari menuju Qiang Li.


"Qiang Li, apa yang kau lakukan disini?!" Suara Mei yin mengejutkan Qiang Li.


"Kenapa kau berdiri didepan istana? Sangat berbahaya disini!" Ujar Mei yin memperingati.


"Aku hanya merindukan rajaku," Qiang Li kembali memandang istana.


Mei yin hanya terdiam mendengar ucapan Qiang Li. Ia pun menolehkan pandangannya kearah istana. Ia memandang begitu serius, namun bola matanya berbinar. Tak lama, air mata Mei yin jatuh membasahi pipinya. Menyadari hal itu, Qiang Li mencoba mendekat, dan mengusap air mata Mei yin dengan telapak tangannya.


"Ratu, jangan menangis ... itu akan membuat raja semakin menderita," ucap Qiang Li.

__ADS_1


Mei yin yang terkejut dengan sikap Qiang Li yang begitu perhatian, dengan segera ia menghidar, dan membalikkan badannya dari Qiang Li. 'ada apa ini? Kenapa jantungku berdegup kencang, rasa apa ini? tidak, ini tidak boleh terjadi' gumam Mei yin dalam benaknya.


Qiang Li sadar, jika Mei yin mencoba menjaga jaraknya. Karena tak ingin membuat ratunya merasa tidak nyaman, dengan cepat ia meminta maaf. Namun tanpa diduga, Qiang Li tiba-tiba saja menyatakan perasaannya pada Mei yin, "Maafkan aku ratu. Ketahuilah, sejujurnya aku sangat menganggumi mu. Andai aku adalah rajamu ..." Tuturnya.


Mei yin semakin terkejut dibuatnya, ia langsung membalas ucapan Qiang Li yang tak masuk akal itu dengan tegas.


"Apa maksudmu? Jangan berpikiran lebih. Aku adalah Ratu milik Yuwen Chen. Dan Yuwen Chen adalah Rajamu. Tidak pantas jika kau berkata seperti itu." Tegas Mei yin seraya membalikkan badannya menghadap Qiang Li. Ia menarik nafasnya karena kesal.


Mei yin yang merasa tidak nyaman dengan kejadian itu, ia pergi meninggalkan Qiang Li. Namun, langkahnya terhenti. Qiang Li menarik tangannya sehingga membuat langkahnya tertahan. Qiang Li kembali berkata, "Percayalah, aku akan selalu melindungimu, dan meberikan kebahagian padamu. Dan cintaku tak akan pernah terbagi." Qiang Li berusaha meyakinkan Mei yin.


Kedua mata Mei yin melebar, lagi-lagi Qiang Li membuatnya terkejut. Jantungnya kembali berdegup, namun degupannya semakin kencang. Mei yin merasa kerongkongannya mulai mengering. Sehingga ia menelan sedikit air ludahnya, dan tanpa menjawab apapun, sekuat tenaga ia menarik tangannya dari genggaman Qiang Li dengan kasar, dan berlalu pergi meninggalkan Qiang Li seorang diri.


Qiang Li hanya tersenyum ketika Mei yin mengacuhkannya, ia menatap Mei yin dengan penuh pesona. "Tunggu saja, akan kubuat kau menyukaiku." katanya, seraya tatapannya masih terus memandang pada Mei yin yang berjalan pergi menuju ke kerajaan.


To be continued ....



🎤 Hai readers, apa kabar? Author mau ngucapin banyak terimakasih pada kalian semua, karena sudah berkenan memberikan waktunya untuk membaca karya Author, yang masih jauh dari sempurna. Terimakasih atas Like, comments, dan Votenya.😊😍 . Sebuah kritikan, dan saran sangat membantu saya dalam menulis.


🎤 Yuk, jawab : 😀


① Kira-kira ... setelah kejadian dari cerita diatas, Ratu Mei Yin akan jatuh hati pada Qiang Li, tidak ya? 🤔

__ADS_1


A. Ya


B. Tidak


__ADS_2