MENIKAHI SANG RAJA

MENIKAHI SANG RAJA
Kini aku percaya sebuah kutukan itu ada!


__ADS_3

Eps.6 MENIKAHI RAJA DUNIA KEDUA


 


 


Malam itu di aula kerajaan, Yuwen Chen telah tiba dalam perkumpulan, ia duduk di kursi tahta milik nya menghadap para pejabat kerajaan. tampak jing-min telah berada di sisi nya. "Hormat paduka raja yang mulia!" seru para pejabat kerajaan pada sang raja.


 


 


Tanpa berlama lagi, Yuwen chen segera memulai pembicaraan, "Malam ini, aku akan memberikan pengumuman pada kalian semua. dengar lah!" pinta Yuwen chen pada seluruh pejabat di kerajaan. terlihat wajah para pejabat itu begitu muram, padahal sang raja belum memberikan pernyataan apapun pada mereka, tetapi mereka semua nampak nya sudah mengetahui apa  yang akan raja katakan.


 


 


"jing-min berikan surat itu pada ku, biar aku sendiri yang akan membacakan nya." ... "baik yang mulia." memberikan sebuah gulungan surat pada Yuwen Chen.


Yuwen chen mulai membuka  gulungan surat tersebut, dengan suara nya yang lantang ia mulai membacakan isi surat tersebut,  "Aku, raja Yuwen Chen! dengan kesadaran ku. aku memutuskan untuk memberikan seluruh lahan yuzu pada Ratu Mei yin!" Ucap nya dengan lantang.


 


 


Suasana memecah hening seketika, begitupun dengan Qiang Li yang juga berada disana, ia tampak terkejut mendengar nya. Yuwen kembali melanjutkan pengumuman yang sedang ia bacakan, "Aku perintahkan kepada para pekerja buruh bangunan kerajaan, untuk segera bertugas ke pulau yuzu, aku raja Yuwen Chen memutuskan, akan membangun sebuah kerajaan baru disana untuk sang ratu." jelas nya.


 


 


Sontak seluruh pejabat merasa terkejut mendengar pernyataan sang raja tersebut, "Yang mulia!!!" dengan nada suara meninggi, pejabat keamanan yun-rong seolah memotong ucapan sang raja yang tengah berbicara.


 


 


"Yang mulia, ini sungguh tidak masuk akal yang mulia, bagaimana mungkin yang mulia bisa membuat keputusan seperti ini. Jika yang mulia membangun kerajaan baru disana, bagaimana dengan nasib para penduduk disana, yuzu adalah pulau kecil. Dan mereka semua hanya bergantung hidup pada lahan pertanian." ujar yun-rong.


 


 


Seketika Yuwen terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu, lalu .. ia membalas perntanyaan Yun rong dengan tegas,  " Tenang saja, aku akan menyediakan sedikit lahan untuk pertanian. Sebagian penduduk bisa menjadi pekerja tambang. Aku harap semua nya tidak ada yang keberatan. Karena ini sudah menjadi keputusan ku yang mutlak." balas Yuwen Chen.


 


 

__ADS_1


"yang mulia, apa maksud mu dengan pekerja tambang? di pulau sana tidak ada lahan tambang yang mulia ..." kini pejabat bendahara Yujin yang bertanya.


 


"jelas ada, saat aku bertarung melawan Dewa elang disebuah gua, aku melihat kerlipan seperti sebuah batu bara yang berkilau." balas Yuwen chen.


 


"tidak yang mulia, itu membahayakan! kita bisa saja mendapat hukuman besar karena telah merusak  gua milik Dewa elang!" kata Yun rong gelisah.


 


 


"kalian semua ikuti saja perintah ku! kalau tidak, aku yang akan menghukum kalian di kerajaan ini!" tegas nya.


 


Para pejabat tertunduk diam kembali, tak ada yang berani menyangkal. mereka tak dapat menentang keputusan sang raja. "Baiklah. Aku kira hari ini sudah cukup. Aku harap kalian menyetujui segala keput.usan ku." Ucap Yuwen chen lalu beranjak pergi meninggalkan aula yang di ikuti oleh penasehat Jing-min.


 


 


Saat Yuwen telah pergi meninggalkan perkumpulan, para pejabat yang masih ada di dalam aula, tampak sangat ramai saling berbicara, mereka sibuk berdiskusi tentang keputusan yang sudah raja putuskan. Tampak Qiang Li masih duduk terdiam di sana, kepala nya tertunduk dengan raut wajah dingin, kedua tangan nya mengepal bertumpu diatas kedua lutut nya.


 


 


"Sungguh aku sangat menyesal telah bertanya padanya." Oceh si pejabat bendahara sambil menaikan sebelah alis nya memandang Qiang Li yang telah beranjak pergi.


 


***


 


Malam semakin larut, saat itu di bilik kamar istana mei yin, Yuwen dan Mei yin terlihat sedang beristirahat, berbaring telentang diatas ranjang tempat tidurnya, Meiyin menyandarkan kepala nya diatas pundak Yuwen chen, di ikuti Yuwen chen yang sedang merangkul mei yin,  lengan kiri nya membentang, ia jadikan bantalan untuk meiyin bersandar, dan sesekali ia mengecup lembut kening istri nya itu.  saat kedua nya tengah asik berbual melepas rindu, Yuwen mencoba mengungkap kan isi hati nya, "Ratu ku, apa kau tahu? Aku sungguh sangat mencintai mu melebihi apapun, aku tidak ingin kehilangan mu." Ucap nya dengan penuh perasaan. "Yuwen, aku juga sangat mencintai mu, tapi Yuwen... apa sungguh kau yakin dengan keputusan mu, kau akan mewujudkan mimpi ku membangun sebuah kerajaan di yuzu?" .


"Tentu ratu ku, aku sudah berjanji pada mu. Lagi pun yuzu bukan lah lahan yang terlalu penting bagi ku."... "Benarkah itu? Sungguh kau tidak akan menyesal?" Tanya mei yin mencoba meyakinkan.  Saat Yuwen akan menbalas  pertanyaan mei yin, tiba-tiba saja, dada nya kembali terasa sakit, "Ya ten..  .. aargghhh" mengerang kesakitan. Nafas nya tersengal-sengal, Ia terus menepuk dadanya dengan sebelah tangan nya,


 


 


Mei yin terus terkejut melihat keadaan yuwen yang seperti hendak sekarat, ia merasa sangat khawatir dengan keadaan suami nya yang merintih kesakitan. Dengan cepat ia beranjak pergi keluar  mencari bantuan. ia berteriak meminta pertolongan kepada pengawal di luar istana.


 

__ADS_1


 


"Panggilkan tabib .   Cepat !!" Teriak Mei yin memerintah. Para pengawal dengan gesit bergegas mencari tabib untuk segera datang ke istana. Selepas itu, mei yin  kembali kedalam kamar nya untuk menenangkan yuwen chen yang meronta kesakitan. Namun, rasa sakit nya mungkin sudah tak tertahankan lagi, sehingga yuwen pingsan tak sadar kan diri."Sayang, kau kenapa? Sayang bangun sayang." Kedua tangan nya merangkul Yuwen. Kini sang ratu harus kembali meneteskan air mata nya dengan rasa kegelisahan di hati nya.


 


 


Tak lama kemudian, tabib telah tiba di istana, "Ratu .. ada apa dengan yang mulia?" ... "Tabib goh, tolong kau periksa keadaan Raja, tapi biarkan ia tetap di dalam istana ku. Jangan sampai orang diluar tahu keadaan raja saat ini." Pinta mei yin pada tabib goh. "Baiklah yang mulia ratu."


 


Saat itu, di dalam alam bawah sadar Yuwen yang tengah tak sadar kan diri, "Yuwen Chen ... " panggil seseorang dengan suara menggema. Suara itu membangunkan Yuwen chen di alam bawah sadar nya. "A.. aku dimana?" Tanya Yuwen chen dengan sedikit kaku. Sinar biru menyilaukan muncul dihadapan Yuwen, sehingga membuat yuwen merasa silau menatap nya. "Yuwen chen .. seperti nya kau tidak pernah sadar atas semua perbuatan mu yang merugikan banyak orang!" Ujar seseorang dalam sinar biru tersebut.


 


 


suara itu terdengar seperti suara seorang pria raksasa, suara nya terdengar bergaung dan menyeramkan, suasana menjadi getir. "Si.. siapa kau?!" Tanya Yuwen chen merasa gelisah. "Rasa nya aku tidak bisa lagi memberi mu kesempatan .. " balas suara dalam sinar biru itu.


Lalu, Sinar itu kemudian berubah wujud menjadi seekor naga besar berwarna biru, sontak membuat yuwen chen terperanjat ketakutan  melihat sosok naga yang berada dihadapan nya.


 


 


"Dewa naga biru?" Ucap yuwen dalam benak nya. "Bersiaplah untuk menerima kutukan mu!!!" seraya meraung. ... "Ti.. Tidak ... Jangan, aku mohon maafkan aku dewa naga, aku berjanji akan mengembalikan Yuzu." ujar  yuwen chen ketakutan. "Sudah terlambat.. terimalah ini!!" Melemparkan  cahaya panah kearah yuwen chen.


Panah cahaya itu dengan cepat membentur nya, "Tidakkkk!!!" teriak Yuwen chen dengan penuh penyesalan.


 


Semua penyesalan sang raja sudah tak berguna, semua nya telah terlambat, kini sang raja harus menerima sebuah kutukan atas apa yang telah ia perbuat. Jiwa nya kini telah di hempas kan ke dunia masa depan, dan raga nya kini terbaring lemah tak berdaya  seperti mayat hidup  yang tak sadar kan diri.


 


 


 


 


☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️


🎤 jangan lupa like dan comments ya guys..😊


🎤 Author sangat berterimakasih sekali pada readers yang sudah baca cerita ini dari episode pertama dan episode selanjutnya..


谢谢你🙏

__ADS_1


__ADS_2