
Eps3.
Raja Yuwen Chen, dan para pasukan kerajaan telah tiba di pemukiman desa yuzu. Para penduduk sangat ketakutan
ketika melihat sang raja datang bersama para pasukannya. Suasana pedesaan yang awalnya terlihat serba giat, dan riang gembira, seketika berubah menjadi kegetiran.
Yun rong sang kepala pejabat keamanan berteriak dengan suara lantang mengatakan sebuah pengumuman ditengah-tengah kerumunan penduduk desa.
"Dengar kalian semua!! Siapapun yang masih ingin tinggal di desa ini, kalian harus mematuhi perintah raja kami!" Perintah Yun rong kepada seluruh penduduk yang meriungi.
Seluruh penduduk tak berani melawan
perintah. Para penduduk hanya merundukkan kepala mereka, karena tak berani menatap sang raja.
"Mulai hari ini, Pulau yuzu adalah milik Ratu Mei yin!" Kata Yuwen dengan suara keras, dan jelas.
Karena pernyataannya tersebut, para penduduk, dan pejabat keamanan Yun rong sangat terkejut mendengar apa yang telah Yuwen katakan, Sebuah pernyataan yang akan memberikan seluruh pulau kepada Ratu Mei yin.
Sebelumnya, sang raja tidak pernah mengatakan bahwa pulau yuzu akan menjadi milik sang ratu. Ini sebuah keputusan yang diambil sendiri oleh sang raja, tanpa ada keputusan bersama.
Pernyataan sang raja tersebut, sungguh sangat disayangkan, dan tidak bisa diterima oleh para pejabat kerajaan serta seluruh penduduk yuzu. Namun apa daya, mereka tidak berani menentang keputusan sang raja, karena mereka tidak ingin mati sia-sia.
Terlihat dari raut wajah mereka, mereka merasa kecewa dengan keputusan yang telah dibuat oleh rajanya itu. Wajah mereka tertekuk muram. Suasana hening seketika.
"Bagus ... kalian semua masih ingin hidup." Yuwen berdiri berkacak pinggang.
Tiba-tiba dari atas langit, hujan batu krikil berjatuhan, meyerang seluruh orang-orang yang sedang berkerumun.
Rupanya ratusan ekor elanglah yang telah menjatuhkan batu-batu kerikil tersebut. Seluruh penduduk berlarian ketakutan, mereka berlari menyelamatkan diri. Para pejabat dan pasukan kerajaan mencoba melindungi raja Yuwen yang tidak memegang tameng ditangannya.
Seluruh pasukan segera mengepung sang raja, dengan gesit mereka membuat formasi lingkaran mengelilingi sang raja. menjadikan tameng mereka sebagai atap pelindung agar raja tidak terluka.
Dengan matanya yang tajam, Yuwen melihat keatas langit, terlintas dalam pikirannya "Elang? Apakah para burung elang ini adalah utusan Ying wang sang Dewa Elang?"
Langit yang cerah, kini berubah menjadi gelap, petir-petir menyambar dengan kuat hingga menembus tanah, dan juga
disertai angin kencang. Sehingga menimbulkan getaran dari dalam tanah, dan membuat beberapa gubuk penduduk runtuh.
Tiba-tiba cahaya yang sangat menyilaukan muncul dari atas langit menyinari seluruh desa.
"Kita harus melindungi yang mulia. Tahan tameng nya!" Teriak kepala prajurit pada seluruh pasukan.
Yuwen menutup cahaya itu dengan telapak tangannya. Cahaya itu semakin terang menyilaukan. Karena angin yang berhembus sangat kencang, akhirnya tameng pelindung tidak dapat lagi menahan kuat nya angin.
__ADS_1
Satu persatu prajurit yang mencoba melindungi Yuwen, terpelanting terbawa angin. Begitupun dengan kepala prajurit dan pejabat kerajaan, mereka sudah tidak sanggup menahan kuatnya angin, sehingga mereka pun akhirnya ikut terpelanting.
Hanya Yuwen Chen yang tubuhnya masih berdiri kokoh menahan kuatnya angin yang berhembus kencang.
Dari atas langit dengan tiba-tiba, Seekor burung elang raksasa datang menyerang Yuwen. Elang itu mencengkramkan kuku kakinya yang sangat tajam ketubuh Yuwen, dan membawa Yuwen terbang bersamanya.
Yuwen meronta, "Lepaskan aku, Yin wang! Aku bisa saja memotong kakimu..." tuturnya berteriak.
Ternyata seekor elang raksasa itu adalah Yin Wang si raja elang setengah dewa, yang melindungi pulau Yuzu.
"Potong saja kalau kau mampu! Sebelum kau memotongnya, aku yang akan lebih dulu mencabik-cabik tubuhmu
Yuwen Chen!" Ancam balik sang dewa elang.
Raja elang Yin wang membawa raja Yuwen Chen kesebuah gua besar yang tak jauh dari pulau yuzu. Sebuah gua yang lembab, dan sangat berbau amis. Dengan kasar Yin wang melempar tubuh Yuwen hingga terpelanting jatuh ke tanah, dan membuat sebelah kaki Yuwen Chen terkilir.
'Brukkkk... ' (suara tubuh jatuh ke tanah).
"Arghhh .." Teriak Yuwen kesakitan.
Seekor elang raksasa itu berubah wujud menjadi seorang manusia, pria berambut panjang hitam kecoklatan, dan di atas kepalanya terdapat mahkota yang membentuk kepala burung elang.
"Aku benar-benar kecawa padamu, Yuwen chen. Beraninya kau menindas para rakyat di pulau yuzu. Apa kau tidak ingat, yuzu adalah wilayahku. Dan kau malah seenaknya memberikan yuzu pada ratumu." Sebelah tangannya mengangkat dagu Yuwen lalu dengan kasar membuangnya.
"Ha, Ha, Ha ... aku tak merasa perbuatanku salah, lagi pula separuh lahan yuzu adalah milik kerajaan dunia kedua. Aku berhak mengambilnya, dan memberikannya pada ratuku." berkata angkuh sembari berusaha bangkit untuk berdiri.
Yin wang tampak kesal saat mendengar perkataan Yuwen Yang seolah mengabaikan kekuasaannya di pulau yuzu. Tubuh Yin Wang tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya, dan berasap. Matanya memerah, dan dari tangan kanannya menyembul sebuah busur panah. Ia mencoba menyerang Yuwen dengan busurnya itu.
Dengan cekatan, Yuwen menarik pedang naga saktinya, menangkis serangan Yin Wang. "Kurang ajar, berani kamu
menyerangku, Yin wang!" Bentak Yuwen marah. Dengan sekuat tenaga Yuwen bangkit berdiri.
Yin wang tanpa henti terus menyerang Yuwen. Suasana pertarungan sengit semakin panas membara. Keduanya tampak dipenuhi dengan rasa emosi, dan kebencian. Dengan ketangkasannya, dan kemahirannya bermain pedang, Yuwen Chen menangkis satu persatu anak panah yang Yin wang lontarkan padanya.
'Jlebbbbb ...' Namun, satu buah anak panah lolos dari tangkisannya, anak panah tersebut menancap dengan kuat, melukai pundak Yuwen chen. Darah mulai bercucuran mengotori jubahnya, untuk kali ini, Yuwen gagal menghindari serangan Yin wang.
Yuwen terkapar jatuh ke tanah, dengan gesit Yin wang mengambil kesempatan untuk mendepak jauh pedang naga sakti dari genggaman Yuwen dengan sebelah kakinya.
"Kau tidak pantas menjadi seorang Raja!" Seru Yin wang menyindir penuh emosi.
"Sialan kau, Yin wang!" Balasnya. Yuwen Chen berusaha keras melepas anak panah yang menancap pada
pundaknya, menahan rasa sakit yang amat menyakitkan.
__ADS_1
Yuwen dengan sekuat tenaga mecabut anak panah tersebut dari pundaknya. Lalu, ia berusaha untuk bangkit kembali. Namun luka dipundaknya membuat tubuhnya melemah, karena darah yang terus mengalir keluar.
Yin wang, dengan sekuat tenaganya mencekik Yuwen dengan tangan kirinya, hingga Yuwen terangkat melayang.
"Matilah kau bedebah!" ucap Yin wang yang terus mencekik leher Yuwen chen dengan kuat.
Yuwen merasakan sesak oleh cekikkan Yin Wang. Tidak ada pilihan lain, Yuwen harus menyerah pada Yin wang agar Yin wang melepaskan cekikkannya. "Ba, baik, lah.. yi, yin wang, aku menyerah. Lepaskan a,
aku!" Pinta Yuwen dengan suara terengah-engah.
Tanpa berpikir panjang, Yin wang akhirnya melepaskan tangannya dari leher Yuwen . Yuwen terjatuh ke tanah dengan lemas.
Yin wang tertawa sinis melihat keadaan Yuwen yang lemah, Yin wang mulai mendekati Yuwen yang saat itu sedang kesulitan bernafas. Yin wang turun kebawah, melipat kedua lutut nya yang bertumpu pada telapak kakinya, dengan kejam ia menjambak rambut Yuwen dengan kuat. "Tinggalkan yuzu, jangan pernah kembali atau berusaha untuk merebutnya." Perintah Yin wang.
Tak disangka, walaupun tubuh Yuwen tengah lemah, namun otaknya masih bisa ia andalkan. Yuwen sebenarnya sedang menipu Yin wang, ia mengambil kesempatan ketika Yin wang lengah.
Tangan Yuwen dengan diam-diam meraba pada saku jubahnya. Saat itu ia teringat, jika ia memiliki pisau belati beracun yang disimpan di dalam saku jubahnya. Dengan cepat ia menancapkan pisau beracun tersebut pada lengan Yin wang.
'Jlebbbbb....' Racun itu secepat kilat melumpuhkan seluruh tubuh Yin wang, "Kau!" Ucap Yin wang kesakitan.
Yin wang terkapar ke tanah. Tubuh Yin wang tak berkutik sedikitpun, karena racun pada pisau tersebut dengan cepat telah melumpuhkan seluruh urat saraf ditubuhnya.
Yuwen sekuat tenaga berdiri bangkit. Ia berusaha mengambil pedang naga sakti miliknya itu sambil berjalan sempoyongan. Yuwen telah berhasil mengambil pedangnya, dan kembali mendekat pada Yin wang yang terbaring kaku tak berdaya di tanah.
Mulut Yin wang mulai mengeluarkan busa, reaksi racun telah sampai pada puncaknya. "Maafkan aku, Yin wang. Kalau saja kau tak menghalangiku, mungkin kau bisa tetap hidup. Asal kau tahu saja, racun itu adalah racun naga berbisa. Seorang manusia setengah dewa sepertimu, tidak akan bisa menghentikan racunnya." Ujar Yuwen dengan tatapan sinis.
"Agar kau tak kembali hidup,
aku harus menusuk jantungmu dengan pedang naga sakti ini. Maafkan aku, Yin
wang!" Serunya dengan suara lantang, ia membalik kan gagang pedang keatas,
dan menusukkan ujung pedang tepat didada Yin wang hingga menembus ke
jantungnya.
Yuwen Chen berhasil membunuh Dewa Elang yang setengah raganya adalah manusia. Lalu, Yuwen menarik paksa pedangnya itu dari tubuh Yin Wang.
Setelah ia berhasil membunuh Yin wang, dengan sekuat tenaga ia mencoba berjalan keluar, membawa tubuhnya pergi meninggalkan gua. Pedangnya, ia jadikan sebuah tongkat untuk menopang
tubuh nya yang lemah.
*ilustrasi Yin Wang by Google.com
__ADS_1