
Eps.16 MENIKAHI RAJA DUNIA KEDUA
Malam itu, Yuwen Chen meminta sebuah permohonan kepada sang Kakek tua yang telah mengutuknya. Agar Zhishu dapat dikembalikan kerumahnya.
Yuwen Chen merogoh kedalam saku jubahnya, untuk mengambil sebuah lonceng kecil. Lalu, ia menggoyangkan lonceng kecil tersebut, seraya menutup kedua matanya.
"Kakek tua ... apakah kau mendengarku?" gumam Yuwen dalam benaknya. Ia tengah berkonsentrasi.
Masih berkata dalam benaknya "Kumohon bantu aku ..." Ucapnya sekali lagi.
Beberapa saat kemudian, muncul cahaya putih menyilaukan. Kakek tua tersebut telah datang dihadapan Yuwen Chen.
"Apa kau meminta sebuah permohonan?" Tanya kakek tua tersebut dengan senyum diwajahnya.
"Ya ... Bantu aku untuk memindahkan wanita ini kembali kerumahnya," pinta Yuwen.
"Kenapa kau tidak membawanya sendiri," jawab sang kakek tua masih dengan wajah yang semringah.
"Aku merasa tubuhku melemah, aku seperti hilang kekuatan. Nah, kau lihat sendiri, bahkan tanganku pun sudah tak dapat menyentuh tubuhnya lagi," ujarnya seraya menunjukan pada sang kakek tua, tangannya menembus tak dapat menyentuh Zhishu.
"Ya, pada kenyataannya kau adalah roh. Apa kau tahu, aku hanya memberikan mu tiga permohonan. Jika kau meminta permohonan hari ini, permohonanmu hanya tersisa dua,"
"Aku tahu itu, aku hanya kasihan dengan gadis ini, entah kenapa jiwaku sepertinya ada kontak batin dengan gadis ini," Yuwen Chen kembali memandang kearah Zhishu.
"Apa kau tertarik dengan wanita ini?" Pertanyaan kakek tua tersebut membuat Yuwen Chen terkejut.
"Tidak, aku tidak tertarik dengan gadis ini. Aku hanya kasihan, dan aku memiliki hutang budi padanya, karena dia telah menyelamatkan aku dari dalam kotak kemarin," Wajah Yuwen sedikit memerah, ia memalingkan pandangannya dari Zhishu.
"Haa, haa ,haa ... " Sang kakek tertawa melihat raut wajah Yuwen Chen yang terlihat malu.
"Kenapa kau tertawa kakek tua, tidak ada yang lucu ... ini semua salahmu, kenapa kau melemparku keduania masa depan, dan menyimpanku didalam sebuah kotak kecil, dan kenapa aku harus menjadi seekor kucing?!" Wajahnya tampak kesal.
__ADS_1
"Itu sudah takdirmu, jangan salahkan aku," sang kakek tua mencoba menyangkal.
"Cepat kabulkan permohonanku, sebelum pria gila itu kembali sadar," pandangannya beralih pada Tang yang masih terkapar tak sadarkan diri.
"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi kau mesti ingat satu hal, jangan sia-siakan waktumu, ingat! Jika kau menghabiskan permohonanmu, dan kau belum menemukan gadis pilihanmu, kau akan terkutuk selamanya, dan kau tidak akan pernah bisa kembali ke duniamu. Kau akan terus tinggal di dunia ini, dan menjadi seekor kucing selamanya." Ujar sang kakek tua memberi nasihat.
Yuwen Chen terdiam ketika mendengar ucapan sang kakek tua tersebut, ia merasa khawatir dengan nasibnya. Namun, Yuwen Chen tak merubah permohonannya, ia tetap meminta sang kakek tua agar membawa Zhishu kembali kerumah.
"Aku mengerti, tolong kabulkan permintaanku sekarang." Ucapnya dengan percaya diri.
Tak membutuhkan waktu lama, hanya menghentakkan tongkat kayunya, dalam hitungan detik Zhishu menghilang. Yuwen tampak takjub melihat kejadian itu.
"Dia sudah hilang, apa kau telah memindahkan nya kerumah? Kenapa tidak memindahkanku sekali bersamanya ..." Ujar Yuwen dengan wajah yang tampak kebingungan.
"Kau bilang kau tidak tertarik padanya. Kau hanya memintaku untuk memindahkannya kan? kau tidak meminta untuk ikut juga bersamanya kembali kerumah," jawab sang kakek tersenyum.
"Aku hanya ingin memastikan saja, kalau begitu pindahkan aku juga kerumahnya, aku ambil permohonan keduaku ... " Pinta Yuwen Chen pada sang kakek tua.
"Dasar kakek tua perhitungan, lihat saja nanti ketika aku sudah lepas dari kutukan ini, aku akan membalasmu!" Yuwen menggerutu kesal.
Tak disangka, walaupun sang kakek telah hilang tak tampak wujudnya, rupanya ia mendengar keluhan Yuwen Chen. Lalu, kakek tua itu membalas ucapan Yuwen Chen, "Aku mendengarmu raja bodoh, ha ... ha ... ha ...." Ucap sang kakek yang hanya terdengar suaranya saja.
Kedua mata Yuwen melebar, ia merasa terkejut ketika sang kakek membalas ucapannya, "sial ...." gumamnya.
Yuwen Chen dibuat kesal dengan perlakuan sang kakek tua. Tak ingin membuang waktunya, Ia duduk membungkuk, hendak merubah kembali wujudnya menjadi seekor kucing. "Miawww ...." Yuwen mengeong.
Setelah kembali berwujud menjadi seekor kucing, Yuwen dengan cepat pergi meninggalkan klub malam.
***
Malam telah berganti, matahari telah terbit menyinari kota Chengdu. Terdengar dengan kuat, suara gedoran pintu dari bawah, sehingga membangunkan Zhishu yang tengah tidur terlentang diatas ranjang tidurnya.
__ADS_1
Dengan perlahan Zhishu membuka kedua matanya, dia begitu terkejut ketika melihat seekor kucing sedang tertidur meringkuk dihadapannya. Ia melonjak turun dari ranjangnya. Hingga membuat kucing hitam itu bangun. "Miawww ...." Yuwen mengeong seraya menatap Zhishu yang berdiri mematung melihat kearahnya.
"Ka, Kau, kucing yang semalam ada di klub kan?" Tanya Zhishu dengan gugup. Ia merasa sangat ketakutan.
Dengan cepat, Yuwen Chen pergi meninggalkan Zhishu, ia pergi keluar melalui jendela kamar Zhishu yang terbuka.
"Hei, mau kemana?!" Teriak Zhishu pada seekor kucing.
"Eh, sepertinya ini di kamarku? Sejak kapan aku kembali kesini? Apa semalam aku hanya bermimpi?" Ia menampar kedua pipinya berulang kali, untuk memastikan bahwa ia telah sadar.
Suara gedoran pintu kembali terdengar, sehingga mengalihkan pikiran Zhishu. "Ah, aku harus melihat siapa yang datang ..." Zhishu berlari keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.
Saat ia membuka pintu rumahnya, tampak Fei yin, dan Yhvone tubuhnya tengah terikat, sehingga mereka harus menggedor pintu rumah dengan kakinya. Mulut mereka ditutup dengan lakban,sehingga keduanya tak dapat berbicara.
"Oh, tidak ... Fei yin, bibi ... Ada apa dengan kalian?!" Zhishu tercengang melihat keadaan yang menimpa Yhvone dan Fei yin.
"Mmmmm ... Mmmm ..." Mata Fei yin mengerinyit, ia tak dapat menjawab.
Dengan cepat Zhishu membuka ikatan mereka. Tak tahu berterimakasih, setelah Fei yin terlepas dari ikatannya, dan membuka lakban yang membungkam mulutnya, ia langsung menjambak rambut Zhishu.
"Aarghhh ... Fei, lepaskan," keluh Zhishu yang merasa kesakitan.
"Kenapa begitu lama membuka pintunya?! Dan kenapa semalam kau tidak melayani bos Tang dengan baik, hah?" Fei yin semakin kuat menjambak rambut Zhishu.
"Sudah, sudah, aku tidak mau mendengar kebisingan ini, tubuhku sangat letih sekali, dan perutku sangat lapar. Cepat kau siapkan sarapan untukku!" Perintah Yhvone sembari mendorong pundak Zhishu.
Fei yin melepaskan tangannya dari rambut Zhishu, ia mengikuti ibunya masuk kedalam, seraya berkata "Kau harus menjelaskan semuanya padaku! Cepat siapkan sarapan untuk kami!" Ujar Fei yin.
Zhishu tertunduk sedih, dan segera masuk menuju dapur, menyiapkan sarapan pagi untuk Fei yin, dan Yhvone. Tampak Yuwen Chen yang masih menjelma menjadi seekor kucing, tengah menyaksikan diam-diam kejadian yang telah terjadi pada Zhishu pagi itu dari balik pohon yang berada disamping rumah.
▶Ilustrasi Kakek Tua
__ADS_1