MENIKAHI SANG RAJA

MENIKAHI SANG RAJA
Jiwa yang tersesat di dunia masa depan...


__ADS_3

Eps.12 MENIKAHI RAJA DUNIA KEDUA


"Dasar anak pembawa sial, cepat pergi sana... Aku tidak ingin melihat wajah mu!" Ucap seorang wanita paruh baya seraya menghisap sebatang rokok yang dihampit oleh kedua jarinya, wanita itu tengah memaki seorang gadis muda yang sedang membenahi piring - piring diatas meja makan di dapur. Tak lama kemudian, wanita paruh baya itu melemparkan lap basah kearah gadis muda tersebut.


*plukkkk ....* , Lap basah itu jatuh diatas kepala si gadis.


Wanita paruh baya itu kembali berbicara, "Lap bersih meja itu, jangan sampai aku masih melihat bekas sisa makanan berserak disana," ujar wanita paruh baya tersebut dengan suara tinggi.


"Hei! Kau dengar tidak?" Teriaknya lagi.


"Iya bi, aku akan membersihkan nya." Jawab gadis yang tengah ditindas itu dengan suara merendah.


Ia mengambil lap basah tersebut dari atas kepalanya, kemudian ia mengelap meja bundar yang ada di hadapannya menggunakan lap basah yang dilemparkan kepadanya. Wanita kasar tersebut lalu pergi meninggalkan dapur.


Setelah ia selesai dengan semua tugas rumah nya, terdengar suara seorang pria dari luar, "Permisi, ada surat!" Seru pria tersebut sembari menggedor pintu rumah. Ternyata pria itu adalah kurir pos yang hendak mengantarkan sebuah surat, dengan gesit gadis muda itu membuka pintu nya menghampiri pria kurir tersebut.


"Apa benar ini alamat nona Zhishu?" Tanya pria itu. "Iya, aku Zhishu," Ucap gadis bernama Zhishu dengan ramah.


"Ada surat untuk anda, silahkan tanda tangan disini," pinta pria kurir itu.


Zhishu mengikuti pinta si pria kurir tersebut. "Ini... , sudahku tanda tangan." ucap Zhishu, "Terimakasih nona. ini suratnya," memberikan sebuah surat bersampul coklat. Setelah memberikan surat tersebut, pria kurir itu lalu pergi meninggalkan Zhishu.


Saat Zhishu hendak pergi ke kamarnya, tiba - tiba langkah kakinya terhenti, lagi - lagi si wanita paruh baya itu menghalaunya. Dengan kasar ia merebut surat dari tangan Zhishu.


"Surat apa itu?" Seraya merebut surat dari tangan Zhishu.


Zhishu hendak menahannya, namun ia tidak ada keberanian. Dengan lekas wanita paruh baya itu membuka sebuah surat yang dibaluti oleh sampul berwarna coklat. Kemudian, dengan teliti ia mulai membacanya,

__ADS_1


"Apa!! Kau diberhentikan dari pabrik?" Teriak wanita itu terkejut.


'Mereka memberhentikan ku? Bagaimana ini?' Tanya Zhishu dalam benaknya.


"Kenapa kau diam? jelaskan padaku, kenapa kau bisa dipecat, hah? Jawab, jangan diam!" Bentaknya, seraya tangan kirinya langsung menjambak rambut Zhishu dengan kuat.


"Aarghh... , Bibi sakit! iya, Aku akan jelaskan bi. sebenarnya pihak pabrik sudah berencana ingin mengurangi beberapa pekerjanya minggu lalu, mungkin aku tidak beruntung bi. Aku akan segera mencari pekerjaan lain, aku janji!" Zhishu merintih kesakitan akibat rambutnya yang dijambak cukup kuat, air mata mulai tergenang dipelupuk matanya.


Setelah mendengar Zhishu yang berkata akan segera mencari pekerjaan baru, wanita itu langsung melepaskan tangan nya dengan kasar. Rambut Zhishu terlihat kusut, akibat jambakan dari wanita kasar tersebut.


"Ingat ya! Aku tidak memberikan mu tempat tinggal, dan makan secara gratis. Kau harus membayar jika masih ingin tinggal disini! Dan uang pesangon ini adalah milikku!" Ujarnya yang dengan cepat mengambil uang kertas sebesar ¥500 yuan dari dalam sampul surat yang terselip bersama isi surat.


Dengan kasar ia melemparkan surat tersebut pada wajah Zhishu dan pergi meninggalkan nya bersama uang pesangon yang ia rebut.


Zhishu tak mampu lagi menahan genangan air mata dimatanya. Perilaku kasar wanita itu membuat hatinya sangat terluka. ia menjatuhkan tubuhnya hingga terduduk di lantai, "Ayah..., ibu..., Kenapa kalian begitu cepat meninggalkan ku? Aku sangat tidak tahan hidup seperti ini, aku seperti orang lain di rumahku sendiri. Aku rindu kalian.' Ucapnya menangis terisak, ia mengusap perlahan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya.


Dulu ayah Zhishu adalah seorang militer di Chengdu, dan memiliki beberapa lahan perkebunan teh yang cukup luas. Tetapi hartanya habis digunakan oleh bibi nya yang bernama Yhvone, wanita paruh baya itu adalah bibi nya, kakak kandung dari ayah Zhishu.


Tetapi karena sifat Yhvone yang serakah, dan kuat berjudi, kini harta yang dimiliki pun hanya tinggal sebuah kenangan. Yhvone menghabiskan seluruh warisan Zhishu, sekarang yang tersisa hanyalah sebuah bangunan rumah sederhana dengan 2 lantai peninggalan ayah Zhishu, yang sekarang mereka tinggali.


Yhvone, janda berusia 48 tahun, ia mempunyi seorang putri bernama fei yin, ia seusia dengan Zhishu. hanya saja kehidupan fei yin lebih menyenangkan dibandingkan Zhishu, ia menghabiskan masa mudanya dengan bersenang - senang. Lain halnya dengan Zhishu, yang menghabiskan masa muda nya dengan giat bekerja mencari nafkah.


Fei yin, dan ibu nya Yhvone hanya pengangguran yang bergantung hidup pada hasil kerja keras Zhishu.


Setiap hari, hidup Zhishu selalu tertekan. Yhvone dan Fei yin selalu menindas nya, Setiap uang yang ia hasilkan dari pekerjaannya selalu dirampas paksa oleh Yhvone dan Fei yin.


Namun Zhishu selalu bersabar atas perlakuan mereka, karena bagaimana pun, mereka berdua adalah satu - satu nya keluarga Zhishu di Chengdu. Selain mereka, tidak ada lagi.

__ADS_1


Sebab keluarga dari sang ibu telah tiada, karena kasus perampokan di dalam rumah 3 tahun yang lalu. Tak ada yang selamat atas kejadian nahas tersebut.


***


Malam itu, disebuah gudang kecil yang berada di samping kamar Zhishu. Terdengar bunyi dari dalam gudang, bunyi tersebut seperti seseorang sedang menendang sebuah benda dengan sangat kuat, sehingga membuat Zhishu terkejut mendengarnya.


*Brukkk... Brukkk... .*


"Apa itu? Sepertinya dari arah gudang?" Ucapnya pelan.


Saat itu Zhishu tengah asyik membaca sebuah buku novel diatas tempat tidurnya, dengan cepat ia beranjak pergi menuju gudang, untuk memastikan keadaan.


Sesampai nya ia didepan pintu gudang, dengan perlahan ia mendorong pintu tersebut. Saat didalam gudang, ia dengan cepat meraba tembok untuk mencari saklar lampu, karena keadaan di gudang sangat gelap. setelah lampu menyala, pandangan nya melihat kearah sekitar.


Tiba - tiba, bunyi itu kembali terdengar. bunyi tersebut berasal dari dalam kotak didekat jendela, *Brukk... Brukk... .* (Bunyi dari dalam kotak).


Zhishu terkejut ketika mengetahui bunyi itu berasal dari dalam sebuah kotak yang tertutup dan berukuran sedang. Dengan segera ia menghampiri kotak tersebut. Ia membuka nya dengan terburu - buru.


Saat ia membuka kotak tersebut, ia tercengang melihat isi didalam kotak itu adalah seekor kucing jantan berwarna hitam, "Miawwww... !" Suara kucing mengeong. Ia merasa heran, kenapa bisa ada seekor kucing didalam sebuah kotak yang tertutup rapat didalam gudangnya, untung saja kucing itu tidak mati kehabisan nafas.


"Kucing manis, kenapa kamu bisa ada didalam kotak ini? Darimana kamu datang?" Tanya Zhishu yang tengah berbicara pada seekor kucing seraya mengelus lembut kepala kucing tersebut.


Kucing hitam itu seolah mengerti apa yang Zhishu katakan, kucing itu pun kembali mengeong, "Miawww!!!" seraya kepalanya bersandar menggayut pada telapak tangan Zhishu yang tengah mengelus lembut kepalanya.


▶ilustrasi Zhishu dan Kucing jantan di dunia kedua.


__ADS_1


__ADS_2