MENIKAHI SANG RAJA

MENIKAHI SANG RAJA
Scandal di dalam kerajaan !


__ADS_3

EPs.5 MENIKAHI RAJA DUNIA KEDUA


Waktu cepat berlalu, sang raja dan para prajurit telah sampai di kerajaan. ketika mengetahui keadaan sang raja yang terluka parah, seluruh orang di kerajaan termasuk para istri raja terkejut, mereka sangat bersedih hati melihat kondisi raja yang kembali dengan kondisi yang mengkhawatir kan.


Malam itu, di sebuah bilik perawatan, tubuh raja tampak terbaring lemah tak berdaya, bekas luka tusukan anak panah pada pundak nya, membuat ia mendapat kan demam yang cukup tinggi. keringat dingin terus keluar dari tubuh nya. Sang Ratu dan para selir terus mendampingi sang raja. ketiga nya hanya memandangi raja dengan wajah murung dan sedih.


saat itu mei yin berkata dalam benak nya 'Yuwen .. apakah aku sangat berlebihan? demi ambisi ku untuk menemukan batu giok naga biru, aku tanpa sadar hampir mengorban kan nyawa mu' ucap Mei yin dalam benak nya. Mei yin terus menggenggam erat telapak tanga Yuwen yang dingin dan mencium lembut tangan Yuwen.


Terlihat selir Xinxin yang tengah meneteskan air mata nya tanpa henti. Ia begitu sangat terpukul, menyesalkan keputusan sang raja yang berambisi merebut sebagian lahan Yuzu demi keinginan sang ratu. Mata nya kini beralih memandang Mei yin dengan sinis. Tanpa di duga *'PLAAKKKK'* tamparan keras melukai pipi Mei yin hingga lebam memerah .


"Kurang ajar kau, berani nya kau menampar ku!" Sang ratu marah pada Xinxin yang dengan sengaja menampar nya.


"Apa lagi yang kau ingin kan dari raja? Apa kau tidak pernah puas dengan kekuasaan yang telah kau dapat kan setelah menjadi seorang ratu? Untuk apa kau menginginkan lahan itu, apa lagi rencana licik mu wanita ular!" Kata nya dengan sadis.


Mei yin terus menatap wajah Xinxin dengan penuh emosi, mei yin tak habis pikir, Xinxin berani berkata itu pada nya dan menampar keras pipi nya. Xinxin tidak sedikit pun merasa takut atas apa yang ia katakan kepada mei yin. Mengingat posisi nya yang hanya seorang selir bisa saja Xinxin di hukum karena telah melakukan kekerasan pada sang ratu.


"Kau!" Seru ratu Mei yin menggeram. telapak tangan nya hendak berayun membalas tamparan selir Xinxin , Tetapi lengan nya tertahan. Selir Yihua yang berada di tempat yang sama, ia menahan tangan Mei yin dengan kuat. Ia mencoba melindungi Xinxin, kali ini ia terpaksa harus bekerjasama dengan Xinxin demi rencana yang telah ia bangun. Dengan kuat ia menahan pergelangan Mei yin dan menghempasnya dengan kasar.


"Yang dikatakan Selir Xinxin memang benar. Karena kau, raja hampir saja kehilangan nyawa nya." Ungkap Yihua dengan lantang.


"Oh, hebat, benar-benar hebat sekali! Sejak kapan kalian saling membela, sungguh jijik aku medengar nya." tertawa menghina. Karena Mei yin sangat tidak tahan dengan kelakuan para selir itu, ia pun beranjak berdiri, berniat meninggalkan bilik perawatan karena saking kesal nya pada mereka .


Saat ia akan pergi keluar meninggalkan raja. Sang raja dengan mata tertutup tiba-tiba memanggil nama ratu nya itu. Hingga membuat langkah mei yin tertahan, "Mei yin .. Mei yin ..!" Panggil Yuwen dengan keadaan setengah sadar. Dengan segera, me yin membalik kan badan nya dan menghampiri sang raja. xinxin dan yihua ikut terkejut mendengar nya.


"Sayang ... Kau sudah bangun, sayang bangun lah!" Ucap Mei yin hingga meneteskan kembali air mata nya.


"Cepat panggil tabib datang kemari. " Perintah sang ratu kepada dua selir kerajaan.


Yihua dan Xinxin bergegas pergi keluar mencari tabib untuk segera datang memeriksa keadaan raja. Saat itu di dalam bilik pengobatan hanya ada Mei yin dan Yuwen yang kini kembali tak sadar kan diri, sesaat kemudian, datang seorang pria mengetuk pintu yang setengah terbuka, Mei yin pikir sang tabib telah tiba. Ternyata seseorang yang mengetuk pintu itu adalah Qiang Li. "Kau rupa nya Qiang Li. Ku pikir tabib goh." Kembali mengalihkan pandangan nya kepada Yuwen yang tak kembali sadar kan diri. "Ratu ..." Ucap nya datar.


Qiang Li masuk menghampiri Mei yin, mencoba mendekati mei yin yang tengah bersedih di sisi Yuwen. Tanpa izin, Tangan kanan Qiang Li menarik lembut dagu sang ratu, to dan mengusap air mata yang membasahi pipi sang ratu dengan sapu tangan milik nya.

__ADS_1


Sekejap ia memandang wajah sang ratu begitu juga dengan mei yin yang tak dapat menolak sentuhan sapu tangan milik Qiang Li. Entah mengapa saat Qiang Li menatap Mei yin, Mei yin seolah tak dapat melepas pandangan nya dari Qiang Li, lidah nya seakan terasa kaku tak dapat menghentikan Qiang Li, Mata pria itu seperti telah menyihir nya. Hingga membuat ia diam tak berkutik.


Tak lama kemudian datang Yihua dan Xinxin serta tabib kerajaan. Ketiga nya terkejut melihat Qiang Li dan Mei yin tengah saling menatap tanpa bicara.


"Apa yang kalian lakukan di depan raja!" Sentak Xinxin dengan nada tinggi.


"Eum. Selir xinxin , mohon agar kau tidak salah paham. Aku hanya menenangkan ratu yang dari tadi terus saja menangisi raja Yuwen." Jawab nya beralasan. Sorot mata Xinxin telah mencurigai kedua nya. Dengan cepat Mei yin memotong pembicaraan. "Tabib goh, cepat tolong periksa raja, tadi ia telah sadar, dia bisa memanggil nama ku." Pinta Mei yin pada tabib kerajaan.


"Ah, baik ratu." Sang tabib dengan cepat menghampiri sang raja dan mulai memeriksa keadaan nya. Saat semua nya tengah serius melihat sang raja yang tengah di periksa oleh tabib goh, Qiang Li pamit meninggalkan bilik perawatan, "ratu, maaf. Saya permisi..." dengan kepala tertunduk, ia memberi hormat kepada ratu. Namun sang ratu diam membisu tak menjawab Qiang Li . Tanpa menunggu jawaban dari sang ratu, ia pun pergi.


Saat itu, Yihua yang menyadari keadaan tersebut. Ia tersenyum sinis melihat kearah Mei yin, seolah ia merasa puas dengan apa yang telah terjadi di antara Mei yin dan Qiang Li.


"Ratu, syukurlah... Demam raja telah turun. Efek obat nya telah bekerja dengan baik. Raja akan baik-baik saja." Kata tabib goh.


"Terimakasih tabib goh." Jawab Mei yin yang pada saat itu tak lepas memandangi sang raja.


Keesokan paginya, 'dimana aku?' tanya Yuwen dalam benak nya, ia telah tersadar, dengan perlahan membuka kedua mata nya. Lalu, ia melihat sang ratu dan kedua selir nya masih tertidur pulas di sisi nya. Yuwen tampak bersimpati melihat ketiga istri nya itu.


Tak lama, Mei yin terbangun dari tidur nya, ia merasakan elusan lembut di kepala nya saat ia tengah tertidur, rupanya Yuwen tengah mengelus lembut rambut nya. Mei yin terkejut melihat yuwen yang telah siuman. "Ra.. raja!" Ucap Mei yin dengan nada pelan. "Ssstttt ... kau akan membangun kan para selir, Biarkan mereka tetap tidur, kembali lah berbaring di sisi ku, aku sangat ingin memeluk mu." Menarik tubuh Mei yin kembali ke sisi nya dan memeluk tubuh mei yin.


"Raja, aku sangat khawatir" ungkap nya sembari meneteskan air mata. ... "Tenang lah, sekarang aku sudah kembali. Jangan bersedih lagi" mencoba menenangkan sang ratu sembari mengusap air mata nya.


Xinxin yang sebenarnya telah terbangun dari tidur nya, ia melihat sikap raja yang begitu perhatian kepada sang ratu, ia perlahan membalikkan badan nya dari raja, diam-diam ia menangis, menahan sakit dalam hati nya.


rasa kecewa semakin dalam menusuk lubuk hati nya. Ia selalu berharap, sang raja juga dapat mencintai nya sepenuh hati , seperti raja yang mencintai ratu nya.


***


"Yang mulia raja, apakah anda sudah merasa lebih baik sekarang?" Tanya Qiang Li yang sedang menemui Yuwen Chen di ruangan khusus milik nya.


"Ya. Aku jauh lebih baik sekarang. Aku telah berhasil menghabisi Yin wang!" Ungkap nya dengan wajah datar.

__ADS_1


'tidak mungkin, bagaimana bisa dia menaklukan Yin Wang, setahu ku Yin wang adalah manusia setengah dewa yang sulit untuk di kalah kan.' ucap Qiang li dalam benak nya, ia merasa tidak percaya, jika Yuwen berhasil menghabisi Yin wang.


"Benarkah? Anda sangat hebat yang mulia, aku sangat bangga pada raja ku. Hormat yang mulia raja Yuwen chen" ucap nya memberi hormat sembari bertekuk lutut menghadap sang raja.


"Bangun lah, tidak perlu berlebihan." Meminta Qiang Li berdiri kembali.


"Jadi bagaimana dengan wilayah shandong?" tanya yuwen melontarkan pertanyaan lain ... "Mereka telah kalah dalam peperangan. Pasukan kita telah membekuk mereka. Raja Han yun telah memberikan wilayah fuzi pada kita yang mulia." Terang nya menjelaskan.


"Bagus... Dengan ini, kekuasaan dunia kedua akan semakin luas, sehingga tak akan ada yang berani melawan dinasti ku. Ha.. ha .." ujar yuwen tertawa merasa puas hati.


Kedua telapak tangan Qiang Li mengepal, saat Yuwen tertawa karena merasa bangga akan kekuasaan nya. Ia terpaksa tersenyum palsu dihadapan sang raja. Dalam hati sebenarnya, ia meronta pada diri nya sendiri, rasa nya ia sangat ingin menghabisi rajanya saat itu juga.


Sang Raja beranjak dari duduk nya, sekejap ia memandang kearah luar jendela, lalu ia berkata "Qiang Li, apa kau percaya dengan kutukkan?" ... "Kutukkan?" Qiang Li merasa terkejut dengan pertanyaan raja pada nya. "Ya .. kutukkan? Apakah kau percaya itu?" Bertanya kembali dan membalikkan badan nya menghadap Qiang Li. "Aku tidak dapat menjawab nya raja, karena aku belum pernah mendapatkan sebuah kutukkan. Tetapi tidak ada yang tidak mungkin, apalagi jika kita menghabisi seorang dewa yang suci!" Terang nya pada raja sedikit menggeretak.


Yuwen terdiam sejenak saat mendengar jawaban Qiang Li, seolah jawaban nya itu mengingatkan tentang Yin wang yang telah ia habisi. "Kenapa kau terdiam raja? Apakah Yin wang telah mengutuk mu?" Tanya Qiang Li kembali mencoba menakuti. "Mana mungkin, ia tidak berkata sepatah kata pun saat aku menghabisi nya." Sangkal nya.


'Masih saja kau menutupi ketakutan mu Yuwen Chen.' ucap Qiang Li dalam benak nya.


"Baiklah, kau boleh pergi. Jangan lupa untuk hadir ke aula nanti malam. Ada pengumuman yang akan aku sampaikan pada kalian semua." Perintah Yuwen.


"Baik yang mulia raja!" Jawab Qiang Li lalu pergi meninggalkan ruangan raja.


Saat Qiang Li telah pergi meninggalkan ruangan nya, Yuwen kembali merenung, "kutukkan? Aku tidak percaya kutukkan konyol seperti itu!" ucap nya dengan kedua tangan yang mengepal.


▶ ilustrasi Raja Yuwen Chen



Jangan lupa like dan tinggalin comment kalian ya guys ...


😊😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2