
Eps.14 MENIKAHI RAJA DUNIA KEDUA
Zhishu dan Fei yin telah tiba di klub malam tersebesar di kota Chengdu. Seluruh mata pria genit memandang kearah Zhishu. Sembari berjalan membuntuti Fei yin, Zhishu terus menundukkan pandangan nya. Kedua tangannya tak henti membetulkan rok mini, yang ia kenakan.
Suara alunan musik R&B begitu nyaring terdengar dimalam itu. Tampak orang tua dan muda tengah asyik berlenggak-lenggok menggerakkan sebagian tubuhnya mengikuti irama musik yang menggema. Secercah cahaya kerlipan warna-warni lampu disco, menerangi sudut-sudut ruangan yang gelap.
"Woouuu.... , musik ini membuatku bersemangat!!!" Seru Fei yin seraya menggerakkan pundaknya mengikuti irama musik.
*Dug ... tak ... Du ... Du ... Du ...* (Suara irama musik yang diputar oleh sang DJ)
"Fei yin, kapan aku harus mulai bekerja," Zhishu segera mendekat pada Fei yin dan bertanya.
"Bicara kuat sedikit, aku tidak dengar ... " Teriak Fei yin yang tengah asik menari santai mengikuti irama.
"Kapan aku bisa mulai bekerja?!" Teriak Zhishu mengulang kata-katanya.
"Sebentar lagi client mu akan datang ... kau tunggu saja," ujar Fei yin.
Tak lama kemudian, datang seorang pria dengan postur tubuh yang tinggi, dan kekar menghampiri Fei yin dan Zhishu.
"Hallooo ... nona Fei yin? Lama tak berjumpa," pria itu menyapa layaknya seorang rekan, seraya melirik pada Zhishu.
Zhishu sedikit menjauhkan dirinya, ia masih tetap menundukkan kepalanya.
"Oh, Bos Tang ... kau sudah datang," sambut Fei yin antusias.
"Siapa gadis ini? Cukup menarik perhatianku," ucap pria bernama Tang bertanya.
Dengan segera, Fei yin menarik lengan Zhishu, dan mendorongnya untuk mendekat pada Bos Tang. Sebelum ia mendorong Zhishu pada pria tersebut, Fei yin sedikit berbisik mengancam pada Zhishu.
"Awas kalau kau merusak malam ini, aku akan melaporkanmu pada ibu, agar kau cepat diusir dari rumah. Layani dia dengan baik, jangan melawan perintahnya," Fei yin berbisik mengancam, lalu mendekatkan tubuh Zhishu pada pria tersebut.
"Ini Zhishu ... dia yang akan menjamu Bos malam ini," mendelik pada Zhishu.
"Perfect ...." Pria bernama Tang itu memberikan sampul Map tebal berwarna coklat yang berisi uang pada Fei yin.
Dengan cepat Fei yin menerima map coklat tersebut, dan langsung menyimpan uang itu kedalam tas miliknya.
__ADS_1
Tang semakin dekat pada Zhishu. Jari tangan Tang menyentuh dagu Zhishu. Jarinya mengangkat wajah Zhishu yang tengah menunduk. "Nona manis, hibur aku malam ini ya ... " merangkul Zhishu dan membawanya kesebuah room VIP. Tak menolak, Zhishu turut mengikuti perintah Tang.
'Lindungi aku ya Tuhan ... Ayah, ibu ... maafkan aku ....' Zhishu berkata dalam benaknya. Ia melangkah pergi meninggalkan Fei yin, bersama seorang pria bernama Tang.
"Bersenang-senang lah kalian ...." Ucap Fei yin sumringah.
Zhishu hanya terdiam tak berdaya, matanya berkaca-kaca. Kesedihan, dan kegelisahan sedang membalut hatinya. Andai saja kedua orangtuanya masih hidup, mungkin Zhishu tak akan mengalami penderitaan seperti ini. Namun takdir yang mulus, tak berpihak padanya.
Setibanya diroom VIP. Saat Tang, dan Zhishu hendak memasuki ruangan, tampak se-ekor kucing hitam tengah duduk didepan pintu masuk, menghalangi jalan mereka.
Zhishu sedikit terkejut, ia seperti tidak asing dengan kucing tersebut. Rasanya kucing itu adalah kucing yang ia temui di gudang rumahnya malam kemarin. 'Kucing hitam? Apakah itu kau?' Zhishu bertanya dalam hatinya. Tiba-tiba saja, kucing itu mengeong, saat Zhishu tengah berpikir tentang kucing tersebut. Seolah kucing itu membenarkan duga-an Zhishu. "Miawww ...." Kucing mengeong.
"Tempat hiburan macam apa ini, kenapa bisa ada kucing liar masuk kedalam. Hei security, cepat kemari !!!!" Teriak Tang memanggil seorang penjaga didekat ruang VIP.
Belum tiba security menghampirinya, tiba-tiba saja kucing itu melompat dan mencakar wajah Tang dengan kuku tajamnya.
*Sreekkkkk ....*(Suara cakaran)
"Aaarghhh ... " Tang mengerang kesakitan, melepaskan rangkulan tangannya dari Zhishu. Lalu menutup wajahnya yang terkena cakaran dengan kedua telapak tangannya.
"kurang-ajar kau kucing liar sialan," Tang sangat emosi. Lalu dengan kuat, ia menendang kucing hitam itu menggunakan sebelah kakinya, hingga terpental cukup jauh.
Zhishu semakin terkejut, "Oh tidak ... " Ucapnya, dan hendak berlari menghampiri kucing malang itu.
Namun langkahnya tertahan, Tang menarik lengan Zhishu sangat kuat. "Mau kemana kau?" Tanya Tang dengan nada meninggi.
"Aku ingin melihat kucing itu, kau sangat kejam. Kenapa kau tega menendangnya? Dia hanya se-ekor kucing ... " Ujar Zhishu dengan ke-khawatirannya.
Security pun datang memotong pembicara-an keduanya, "Tuan Tang, apa anda baik-baik saja?" Tanya security tersebut merasa khawatir.
"Kau buta? Lihat wajahku," seraya menunjuk wajahnya yang terluka oleh cakaran kucing.
"Cari kucing itu, aku tidak mau tau ... cincang habis kucing itu, dan serahkan kepalanya padaku!" Perintah Tang dengan penuh amarah.
"Baik, tuan." Ucap security tersebut menerima perintah, dan berlalu pergi mencari kucing hitam yang telah menghilang dari tempat kejadian.
"Bos Tang!!!!" Sentak Zhishu yang tak dapat menahan emosinya.
__ADS_1
Ketika mendengar suara Zhishu,Tang marah. Ia merasa direndahkan oleh Zhishu, karena Zhishu menyentaknya dengan suara tinggi. Tang mengayunkan tangannya pada wajah Zhishu. Ia menampar Zhishu dengan tangannya yang besar.
*Plakkk ....*
Zhishu terdiam, lidahnya kalut tak dapat berkata. Air matanya mulai menggenang dipelupuk mata, namun ia tahan.
"Kau pantas menerima itu, Kau pikir kau siapa? Dengan berani menaikan nada bicaramu padaku, hah?!" Bentak Tang.
Zhishu tetap diam tak menjawab. Tang menendang pintu VIP itu dengan kaki kanannya, lalu membopong Zhishu masuk kedalam ruangan tersebut bersamanya.
***
Saat itu, dikounter bar klub malam. Fei yin tengah menikmati minuman beralkohol pada segelas kecil yang berada dalam genggaman tangannya.
Tak lama suara ponselnya berdering. Ia melihat pada layar screen ponselnya, ternyata yang menelepon adalah ibunya, Yhvone.
"Ibu? Ada apa dia meneleponku?" Katanya sedikit heran lalu menjawab teleponnya.
["Hallo bu ... ada apa?"]Fei yin bertanya dari ponsel.
[Fei yin!!!! Tolong aku, cepat datang ke tempat biasa ... orang ini bisa membunuhku,"] Pinta Yhvone menangis ketakutan.
["Apa ibu kalah judi lagi?"]
["Sudah jangan banyak bertanya, cepat kau datang. Selamatkan aku,"]
Yhvone menutup panggilannya. Terlihat wajah Fei yin tampak kesal, ketika tahu bahwa ibunya memintanya untuk segera datang menemuinya. Ia menggerutu, "Wanita tua itu, dia selalu menyusahkanku." Seraya meneguk habis minuman yang tersisa didalam gelas kecil digenggamannya, dan meletakkan gelas tersebut dengan kuat keatas meja, hingga memantulkan suara *Takkk ....*
"Marco!!! Ini ... ambil kembaliannya!" Fei yin memanggil seorang batrender yang tengah merapihkan gelas-gelas. Lalu, ia pergi meninggalkan bar.
Bartender bernama Marco datang untuk mengambil uang yang Fei yin berikan. "Kembaliannya hanya 2 sen saja, dasar wanita pelit." Celetuknya seraya mengambil uang dari atas meja, dan berlalu pergi.
Saat diluar pintu masuk klub, "Semoga beruntung saudaraku .... "Ucap Fei yin dengan riang, lalu melambaikan tangannya untuk menghentikan taksi.
▶ Ilustrasi Tang dan Kucing hitam
__ADS_1