
Haii..Para readers moga masih setia membaca dan menunggu setiap author untuk up. .😊😊😊
Tetap selalu jaga kesehatan dan Gbu..😇😇*
Jangan lupa follow up author ..🙏🏻🙏🏻
Tetap like,vote n komen y..Mohon untuk tetap selalu mendukung karya author y..😍🥰🤭
Terima kasih untuk semua para readers yang sudah membaca karya Author
Selamat menjalankan ibadah puasa untuk para readers ya..🙏🏻🙏🏻
Happy Reading..😊😊
...****************...
Dirumah..
Naura dan Adrian memasuki rumah ,tapi dari belakang Adrian menarik tubuh Naura dan jatuh dalam pelukan Adrian.Sontak membuat Naura sangat terkejut
"Suamiku..Kamu kenapa?"Tanya Naura bingung
"Aku merindukanmu."Lirihnya dengan pelan
__ADS_1
"Ohh.. Bukan karna ada masalah?"Tanya Naura menebak
"Sedikit.. Tapi aku akan lebih baik jika memelukmu seperti ini,bisa membuatku sejenak melupakan beban dikantor."Jelasnya seperti anak kecil yang sedang mengadu
"Kamu baik baik saja?"Tanya Naura sedikit khawatir
"Iya.. Aku baik baik saja.."Jawabnya sambil menggendong tubuh Naura menuju kamar mereka
Naura langsung melingkarkan kedua tangannya keleher sambil tersenyum
"Bagaimana jika kita mandi bersama lalu bertempur malam ini."Ucap Adrian sambil menggoda sambil memicingkan matanya.Sesaat ia melupakan masalah yang sedang ia hadapi dikantor
Naura pun hanya bisa tersenyum malu malu dan mengangguk pelan
🐇🐇🐇🐇🐇
Adrian dan Kevin bekerja keras menyelesaikan masalah perusahaan yang sedang dihadapi karna ulah Regina.Rahasia penggelapan dana yang dilakukan ayah Naura sebelumnya yang telah sengaja Adrian menutupi ntah kenapa bisa terbongkar dan membuat para pemegang saham yang telah bekerja sama dengannya melakukan protes.Dan membuat mereka enggan mempercayai kerja samanya dengan perusahaan Adrian lagi.Hal itu membuatnya extra kerja keras untuk menyelesaikannya dan meyakinkan kembali kepercayaan para pemegang saham.Akibatnya ia harus mengalami kerugian besar demi menarik kembali kerja sama dengan para pemegang saham
Diruangan Adrian..
Adrian menyuruh sekretarisnya untuk memanggil Regina keruangannya
Tak berapa lama Regina datang dan memasuki ruangan Adrian
__ADS_1
Dengan percaya dirinya menunjukkan senyuman yang seakan ingin menarik perhatian pada Adrian.Dan hal itu membuat Adrian muak melihat ekspresi wajahnya
"Ada apa memanggilku?"Tanya Regina masih tersenyum ramah
Adrian tak menjawab,ia justru mengambil selembar kertas yang sudah ia siapkan dan langsung menyerahkannya pada Regina.Hal itu membuat Regina bingung dan langsung membaca isi kertas itu.Seketika rat wajahnya berubah menjadi panik dan menoleh kearah Adrian
"Dipecat???Apa maksudnya ini Adrian?kenapa aku dipecat?''Tanya regina dengan bingung
"Seperti yang tertulis yang dikertas itu .. Kau ku pecat dan segera angkat kakimu dari perusahaanku sekarang juga..karna dramamu sudah berakhir.''Ujar Adrian menatap tajam pada Regina
"Tapi apa alasannya??Kenapa aku dipecat secara sepihak tanpa penjelasan??Dan apa maksudmu dengan drama??Aku tidak mengerti?''Tanya Regina dengan paniknya
"Kau memang ular berkepala dua.. sangat ahli sekali memainkan drama hingga mencoba untuk membodohiku dan menjatuhkan perusahaanku."Jelasnya dengan sorot mata ingin membunuh dan berusaha menahan emosinya
"Aku tidak mengerti maksudmu Adrian.."Jawab Regina mengelak
Adrian hanya tersenyum sinis
Ia pun memanggil sekretarisnya melalui teleponnya
"Panggil dia sekarang."Perintah Adrian pada sekretarisnya
Regina semakin bingung melihat adrian memanggil seseorang
__ADS_1
Tak berapa lama seseorang yang dimaksud Adrian pun datang.Seorang lelaki berusia 36tahun yang sudah bekerja cukup lama diperusahaan Adrian.Hal itu membuat Regina terkejut
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...