
Haii..Para readers moga masih setia membaca dan menunggu setiap author untuk up. .πππ
Tetap selalu jaga kesehatan dan Gbu..ππ*
Jangan lupa follow up author ..ππ»ππ»
Tetap like,vote n komen y..Mohon untuk tetap selalu mendukung karya author y..ππ₯°π€
Terima kasih untuk semua para readers yang sudah membaca karya Author
Selamat menjalankan ibadah puasa untuk para readers ya..ππ»ππ»
Happy Reading..ππ
...****************...
Sang istri menatap si ayah dengan tatapan tajam
"Apa??Papa lebih memilih mengusir kami dari rumah ini?dan membela si gadis pungut itu?"Tanya si istri dengan nada tinggi
"Kenapa tidak?semua ini berawal darimu ma..Kau sudah keterlaluan..Kau yang dulu menginginkan naura sebagai anakmu,tapi sekarang kau justru lebih banyak menyiksa batinnya dan menyingkirkannya dari rumah ini."Jelas ayah dengan panjang lebar
"Untuk apa mempertahankan yang bukan darah dagingku?kita sudah punya amel..Bagiku dia sudah tidak berguna."Jawab si istri dengan lantang
__ADS_1
"Ya.. Dan aku menyesal mengikuti semua keinginanmu..Justru Naura lah yang membuatku seperti anak kandungku,dibandingkan anak kesayanganmu..Sifat kalian memang sama..Kejam dan licik.."Bentak ayah dan langsung pergi
Sedangkan Dion tak ikut campur dengan perdebatan orang tuanya.Ia terlalu lelah melihat sikap ibu dan Amel yang selalu berkuasa dan memperlakukan Naura tidak baik.Hanya penyesalan lah yang selalu datang diakhir,ketika ingin mempertahankan tapi takdir berkata lain.
"Coba kalian renungkan lagi.."Ucap Dion pada ibu dan Amel yang langsung menuju kamarnya
"Sia*an.. Gara gara belain anak itu,kita jadi kena imbasnya.."Umpat ibu amel
"Papa seram kalau sudah marah ma."Rengek Amel yang syok dengan kemarahan ayahnya
"Diam lah..!!!Ujar si ibu kesal
πΌπΌπΌπΌ
"Ke..kenapa?"Tanya Naura dengan gugup
"Apa sebaiknya kita lakukan sekarang saja?Rasanya aku sudah tidak sabar.."Bisik Adrian ke telinga Naura,membuat Naura langsung merinding.Dan sesekali ia menci*m dan menggigit telinga Naura hingga merah
"Ini masih siang..Sebaiknya kita istirahat dulu.."Ujar Naura yang tak ingin terburu buru
"Tapi aku menginginkan sekarang sayang..Sudah kesekian kali aku sabar menunggu."Bisik Adrian lagi membuat nafasnya bisa dirasakan Naura
"Katamu aku harus persiapkan diri dulu..Jadi kasih aku waktu sampai nanti malam,bagaimana?"Ujar Naura berusaha memberi alasan
__ADS_1
"Kau ini.. pintar sekali mencari alasan.."Ucap Adrian sambil menarik dagu Naura kearah wajahnya dan kembali menci*m bibir Naura
"Baik lah..Aku akan menunggunya..Jangan coba beralasan lagi.."Bisiknya lagi melanjutkan aksinya namun ditengah asik menikmati terdengar suara
Meong...Meong..
Membuat Naura menoleh kearah kucing kesayangannya yang mendekati mereka
"Sepertinya dia lapar ."Ujar Naura mencoba menghentikan kegiatan Adrian
"Biarkan saja.."Ujar Adrian tidak memperdulikan kucingnya
Meong..Meong
Sang kucing masih saja berisik karna meminta makan,tapi Naura tak bisa menghentikan kegiatan Adrian,Adrian masih saja menci*mi Naura.Karna tak ada ditanggapi hingga si kucing pun mencakar kaki Adrian.Seakan si kucing tahu dia yang melarang untuk dikasih makan
"Akhhh...."Teriak Adrian meringis kesakitan akibat cakaran si kucing,membuat Naura terkejut
"Kau... Berani sekali mencakarku..Ini alasannya kenapa aku tidak suka pelihara kucing..Si*l.."Umpat Adrian dengan kesal dan menuju kamarnya
Naura hanya memandang sikap Adrian yang berlebihan
"Moli kamu tidak boleh begitu ya..Lihat dia sudah marah..hihihi."Ujar Naura sambil mengejek Adrian
__ADS_1
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...