
Haii..Para readers moga masih setia membaca dan menunggu setiap author untuk up. .😊😊😊
Tetap selalu jaga kesehatan dan Gbu..😇😇*
Jangan lupa follow up author ..🙏🏻🙏🏻
Tetap like,vote n komen y..Mohon untuk tetap selalu mendukung karya author y..😍🥰🤭
Terima kasih untuk semua para readers yang sudah membaca karya Author
Selamat menjalankan ibadah puasa untuk para readers ya..🙏🏻🙏🏻
Happy Reading..😊😊
...****************...
"Berhenti..!!!" Teriak Naura menghampiri mereka ,dan membuat mereka mengalihkan perhatiannya ke Naura
"Kau.."Sahut Amek mengarah ke Naura
"Kau siapa?jangan ikut campur dengan urusan kami."Ucap si pemuda itu
"Aku tidak akan ikut campur,tapi aku juga tidak bisa diam melihat kalian para lelaki menindas seorang gadis ,apalagi dibawah umur."Jelas Naura pada pemuda itu
__ADS_1
"Jangan ikut campur..Sebaiknya kau pergi saja dari sini jika mau aman.."Ucap pemuda itu memperingati Naura
"Apa yang sebenarnya kalian inginkan dari dia?"Tanya Naura berdiri disamping Amel
Sedangkan Amel menatap Naura dengan tatapan Aneh
"Kau ngapain disini?ga usah sok jadi pahlawan deh."Ujar Amel tidak senang dengan kedatangan Naura
"Sudah diam dulu."Sentak Naura menyuruh Amel diam
"Kau..Berani menyentakku?"Tanya Amel tidak senang
"Hei...Hei.. kenapa jadi kalian yang berdebat??Aku cuma ingin uang dia..cepat berikan,biar kami langsung pergi dari sini."Ujar si pemuda itu
"Apa apaan kau ini ??Siapa yang menyuruhmu memberikan uang pada mereka?Dan aku tidak sudi ditolong olehmu..Kalian..pergi lah,aku tidak akan berikan sepeser uang pun pada kalian.."Ujar Amel dengan tegas
"Sudah Amel..biarkan saja..Daripada berurusan dengan mereka..Lagi pula ini uangku..Aku tidak masalah."Ujar Naura yang sebenarnya ingi menolong Amel dari pemuda brandalan itu
Walaupun sikap Amel masih saja buruk terhadap dirinya,tapi Naura tetap lah seorang wanita yang tidak tegaan.Ia masih menganggap Amel sebagai adiknya karna anak dari ayahnya.Tak peduli dengan rasa sakit hatinya selama ini terhadap Amel,ia tetap masih memiliki perasaan yang manusiawi,yang peduli dengan orang yang mengalami kesulitan
"Sombong sekali kau..Aku tidak mau ditolong oleh mu..Dasar gadis pungut."Sindirnya
Melihat perdebatan Amel dan Naura,membuat Si pemuda itu jengkel terutama pada Amel yang terlalu cerewet
__ADS_1
"Cukup kalian berdua..!!!"Bentak si pemuda membuat mereka terkejut barengan
"Kau.. bocah ingusan..semakin kudiami kau semakin menjengkelkan..Cepat berikan uang itu dan aku akan segera pergi.."Ujar si pemuda mengarah pada Amel
"Tidak akan..Pemuda breng*ek seperti kalian lebih baik mati saja..!!!"Bentak Amel dengan sorot mata tajam
"Sia*an...!!!Kau cari mati rupanya.."Teriak si pemuda dengan refleknya mengambil sebatang kayu besar di dekatnya dan akan mengayungkan kayu itu pada Amel
Tapi sayangnya Naura dengan cepat menghalanginya dan mengenai tepat di kepala belakang Naura
Brugh..
Naura terjatuh pingsang tak sadarkan diri
"Naura..!!!"Teriak amel pada Naura
Gerombolan pemuda itu pun langsung kabur untuk menghindari amukan warga jika Amel berteriak
"Tolong... Tolong.."Teriak Amel histeris
"Naura bangun..Ayo bangun Naura.."Panggilnya yang masih keadaan panik
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1