Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 12*


__ADS_3

5 tahun berlalu......


Lima tahun sudah, kontrak yang Bastian ajukan telah usai, namun usahanya untuk menutup hati dan tidak mencintai Luna telah sia-sia. Dia sungguh jatuh hati pada wanita yang umurnya 13 tahun lebih muda darinya, wanita yang awalnya hanya ia anggap sbagai asisten pribadinya, wanita yang mulai beranjak dewasa dan mulai memiliki pergaulan yang lebih luas.


Luna telah selesai kuliah, ia baru saja selesai skripsi. Semua berkat Bastian, atas bantuan Bastian dan berawal dari belas kasian Bastian. Itulah, mengapa Luna dengan suka rela mengikuti kata Bu Sandra.


**


Iyaa, 5 tahun silam, Bu Sandra pernah berkisah tentang masa lalu Bastian, suram! Sangat suram!! Bukan hanya tentang gagal menikah yang dialami Bastian, tapi bangkut, terpuruk, alkohol, narkoba, dan hampir meregang nyawa karena merasa rapuh dan benar-benar tidak punya gairah hidup.


Satu permintaan Bu Sandra yang Luna tidak bisa menolak, ketika Luna bertanya


"entah dengan apa Luna bisa membalas semua kebaikan Bu Sandra dan juga Pak Bastian...."


Beliau hanya menjawab


"izinkan Bastian hidup bersamamu, disampingmu dan denganmu


Aku lihat ada cahaya kebangkitan dari sorot matanya...


Ada harapan untuk dia bangkit dari masa lalunya..


Luna, jika Bastian mengatakan mencintaimu,apa jawaban mu?"


Luna terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa, menolak akan melukai hati seorang ibu yang sudah menganggap nya seperti anak sendiri. Menerima, Luna pun belum sempat mengenal cinta kala itu. Itulah, mengapa Luna menatap pilu pada laki-laki yang sedang memperhatikannya dari luar ruangan yang hanya terpisahkan sekat dari kaca itu.


**

__ADS_1


Dorrrrrrr


Dorrrrr


"selamat tahun baru"


Suara kembang api dan gelak tawa orang-orang membuyarkan lamunan Luna. Tahun ini, tahun kesekian kalinya Luna merayakan tahun baru bersama Bastian. Tidak hanya berdua, ada Marvel dan Putri yang akhirnya resmi jadian, ada Carissa dan Tunangan nya yaitu Deven, ada juga Tsania yang masih dengan dramanya, berpura-pura baik didepan Bastian.


"Lun, gimana coffeshop lo? Udah dapet karyawan?" celetuk Marvel ditengah pesta makan mereka.


(Luna)


"ada beberapa sih yang udah nglamar,


Ada temen aku juga......"


"butuh berapa orang sih lo?"


(Luna)


"4 dulu aja, kan aku juga bakal bantuin disana."


(Marvel)


"wiiih.... Masih aja jiwa semangat kerjanya tu calon bos besar."


Begitulah Marvel, memancing yang lain untuk menggoda Luna juga Bastian. Mereka memang lebih akrab akhir-akhir ini, sering nongkrong bareng saat libur kerja, bahkan mereka berencana akan liburan dikampung halaman Luna.

__ADS_1


Kalau Bicara soal usia, Luna memang jauh dibawah yang lain. Namun, urusan pola pikir juga tingkah lakunya, Luna justru sering menjadi panutan. Pribadi yang paling baik dan sangat tulus diantara yang lain.


" lo ngga dingin apa!" Bastian yang tiba-tiba datang, memakaikan jaket miliknya dibahu Luna.


(Luna)


"ngga usah Pak .... Luna ngga papa kok"


(Bastian)


"lu pake aja, lo kan ngga tahan dingin. Kalau sakit, semua jadi kerepotan."


Luna tersenyum pasrah, pandangannya terlepas jauh ditengah lautan. Ia memang sangat senang jika berlama-lama duduk ditepi pantai,menikmati gemuruh ombak yang menari menghibur hati. Melihat sekeliling, hanya tertinggal Bastian yang duduk disampingnya. Tak heran, mereka datang bersama pasangannya. Mustahil jika tidak berkencan dan menjemput pagi dengan cara mereka masing-masing. Jika Tsania, dia pulang selesai pesta kembang api berakhir tadi.


"Lun" sebut Bastian lirih.


"kenapa pak?"


"gue suka sama lo...."


Tanpa basa-basi, Bastian langsung mengutarakan isi hatinya. Perasaan yang bertahun-tahun menyesakkan dada, memberontak ingin keluar dan memperoleh jawaban nyata.


Luna melongo, ia mengerutkan dahinya, tidak yakin dengan apa yang didengarnya. Pertanyaan yang ia hindari, jawaban yang dirinya sendiri pun masih mencari. Ia takut, jika tidak mampu mencintai sebesar rasa cinta Bastian. Ia takut, jika suatu hari hatinya melukai.


"kamu tidak perlu menjawabnya sekarang jika kamu masih ragu...


Aku hanya ingin kamu tahu, tentang apa yang aku rasain...

__ADS_1


Tentang perasaanku, dan juga isi hatiku...."


__ADS_2