Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 23*


__ADS_3

"ibukk" sapa Luna dan Ratna bebarengan.


"eh, kalian sudah pada pulang to nduk? Ayo sini sini ibuk wes masak makanan kesukaan kalian." sambut sang ibu, yang sangat merindukan masa-masa berkumpul seperti ini.


"wiiiisshh, enak nih" Celetuk Ratna yang menyerobot Makanan yang ada dimeja.


"ih, Ratna!! Jorok ishh, cuci tangan dulu kek. Kan kotor Ratna! Orang abis dari luar juga." Omel Luna.


Luna memang sudah terbiasa dengan kebersihan, semenjak ia mengenal Bastian, laki-laki yang super bersih,bahkan bisa marah seharian jika melihat ada kotor walau hanya sebiji sawi. Menyadari ucapannya sendiri, Luna sempat termenung dan memikirkan lelakinya. Huh! Ia selalu, mengalihkan pikiran ketika timbul rasa untuk memberi kabar Bastian. Ya, Luna memang benar-benar ingin menenangkan pikirannya, ia sama sekali tidak menghidupkan hp selama di kampung.


**


"gimana keadaan Carissa Put?" Bastian khawatir.


Putri hanya menggeleng, ia tidak bisa menahan kesedihan yang ia derita, penderitaan sahabat karibnya itu, sangat bisa ia rasakan. Marvel kemudian menjelaskan bagaimana keadaan Carissa.

__ADS_1


 


Mereka bertiga, bergantian berjaga dirumah sakit. Mengharap dalam doa ada keajaiban untuk Carissa. Telah lewat dua minggu ia terbaring tidak sadarkan diri, dua minggu pula Luna menghilang dari kehidupan teman-temannya. Tiada yang bisa menghubungi dia, bahkan Bu dhe Sri sendiri pun tidak mengetahui keberadaan ponakannya itu.


 


"Carissa, kamu harus kuat" putri menangis saat menemui Carissa didalam ruangan. Dibelainya penuh kelembutan tubuh yang lemah itu, dicium penuh kasih dan sayang dikedua pipinya. Tiada reaksi dari Carissa, Putri memutuskan untuk keluar karena tak kuat menahan kesedihan yang menyelimuti hatinya.


"Sayang, kenapa?" Marvel yang baru saja datang merasa khawatir melihat wanitanya menangis seorang diri.


"sutt, sudah sudah, kita berdoa yang terbaik untuk Rissa". Marvel memeluk Putri.


**


"*Dev, lo udah denger soal Cewek lo belum*?" kata Tsania sambil menyuap nasi.

__ADS_1


"heh! Rissa maksud lo?" kata Deven sinis.


"iyalah, masa Luna. Hahaha mimpi!" Ledek Tsania.


"kenapa?" Jawab Deven masih ketus.


"Carissa kecelakaan, udah dua minggu dan...dia kritis. Belum sadar sampe sekarang. Luna juga...." Kata Tsania berhenti.


"Luna juga? Juga kecelakaan maksud lo?" jawab Deven antusias. Ia meletakkan sendoknya saat mendengar nama Luna.


"hahaha! Ngga usah shock kali. Dengerin dulu,Luna juga hilang entah kemana" Sambung Tsania.


Deven bergegas, ia meninggalkan Tsania sendiri. Tanpa pamit ataupun memberi salam perpisahan. Sayup-sayup terdengar oleh Deven, jika Tsania teriak memanggilnya. Ia tak menghiraukan itu, iya tetap meneruskan langkah. Dari awal Deven emang jatuh hati sama Luna, namun ia tidak berani mengambil resiko, jika harus berhadapan dengan Bastian. Awalnya, Ia mendekati Carissa hanya agar bisa lebih dekat dengan Luna. Tapi mustahil, Luna hanya selalu dekat dengan Bastian dan buruknya lagi Carissa baper dengan perhatian yang Deven berikan. Dengan berat hati, Deven menerima cinta yang Rissa utarakan didepan sahabat-sahabatnya. Bukan berdasarkan cinta, namun ia tidak ingin jika Luna menjauhinya karena ia telah mengecewakan Carissa.


Well, dari situlah timbul niat buruk dari Deven dan juga Tsania. Mereka memang sering hangout bareng,main bareng lebih bisa dikatakan mereka memang bersahabat. Tsania meminta Deven untuk menghancurkan orang-orang yang ada disekitar Luna. Karena Tsania merasa jika Luna lah yang membuatnya berjauhan dengan Bastian . jika ia meminta Luna yang dicelakai itu tidak akan mungkin. Ia akan mati duluan jika itu terjadi,karen Deven sangat menggilai Luna.

__ADS_1


__ADS_2