Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 30*


__ADS_3

Mereka berempat tertawa, merasa terhibur dengan tingkah gadis licik yang pernah membuat sahahatnya kecelakaan. Tsania Velondia, artis cantik namun sayang sangat sombong. Kini, mulai kehilangan sinarnya dipanggung hiburan. Kabar baru yang tersebar, dia menyogok para produser dengan barang pribadinya. Entahlah, benar atau tidaknya, namun banyak fans yang berpaling darinya.


**


 


Disudut ruangan, di hadapan jendela, Tertegun sesosok wanita cantik dengan rambut sebahu, tatapannya sendu, namun menawan. Rambutnya yang berbentuk bob dan poni jatuhnya menambah keanggunan dirinya. Dipadu padakan dengan gaya feminimnya, ia mengenakan dress pink.


 


"non, semuanya sudah siap. Barang-barang non sudah saya masukkan ke mobil." Sapa wanita paruh baya dari belakang wanita itu.


Ia menoleh, dan membalikkan tubuh sepenuhnya.


"terima kasih Bik." Jawabnya ramah.


Dia adalah Carissa, yang 180° berubah, dari segala sudut pandang,dari pakaian dan penampilannya. Gaya bicaranya pun sangat berbeda. Namun, ia tetap lah Carissa yang sama jika hanya bertatap dengan keempat sahabatnya.


Hari ini, Carissa berencana kembali ke Jakarta, ia akan menghadiri pesta pernikahan Luna dan Bastian. Dan kembali menetap dikota kelahirannya. Perjalanan singkat, menuju bandara dan langsung terbang ke Jakarta. Rasa dendam nya pada masa lalu membawanya hidup lebih tangguh lagi.


**

__ADS_1


"lo gila ya Tsan, sebegitunya gengsi lo di depan Bastian?" Rey geram.


"sorry Rey, gue ngga pernah bisa dapetin Bastian. Padahal lo tahu sendiri kan Luna itu tidak ada apa-apa nya dibanding gue." Gerutu Tsania.


"lo jadi wanita, punya harga sedikit lah. Jangan murah didepan laki-laki. Apalagi gebetan lo sendiri. Gila aja ngaku gue ini pacar lo" Ucap Rey ketus.


"maksud lo gue wanita murahan?" Tsania mulai emosi.


Rey hanya menatap sinis pada Tsania. Wanita yang akal sehatnya sudah dibutakan oleh cintanya. Rasa yang tiada arah tujuan, dan tiada tempat untuk berlabuh. Rey pergi tanpa menjawab ungkapan Tsania.


"Rey......


Rey!!!! Ih dasar lo ya, laki-laki nyebelin! Gue sumpahin lo jadi perjaka tua!" Gerutu Tsania lagi.


"lo, kenapa Tsan?" Deven mengerutkan alis.


Wanita itu kini melirik Deven,tatapan sengit dan sinis. Ia hanya mengatakan terserah lalu pergi dengan langkah penuh amarah.


Deven hanya melihatnya dengan penuh rasa kebingungan.


--

__ADS_1


"Carissaa, kita jemput lo yaa?" pinta Putri, ketika mereka melakukan video call.


Putri terkekeh, ia sangat bahagia melihat ke empat sahabatnya telah berkumpul lagi. Ini adalah kali pertama setelah kepergiannya iq melihat Marvel gabung dengan yang lain.


"ngga usah Guys, kalian kan banyak tugas. Hahaha! Gue sendiri aja." Elak Carissa.


"Vel, lo apa kabar? Udah setahun gue ngga lihat tampang garang lo. Hahaha! Masih sama kan Vel?" sapa Putri melihat Marvel.


"hahaha! Bisa aja, baik Car, gue baik. Gue kira lo... Udah...." Marvel menghentikan kalimatnya.


"hahaha! Udah apa? Udah mati maksud lo? Makanya jangan ngambek-ngambek mulu jadi laki. Hahaha!" Ledek Carissa.


"oh ya Car, ketika lo baik nanti. Lo masih mau pake nama Carissa, atau lo mau nyamar?" Tanya Bastian serius.


"eh, bener tu? Kamu perlu mikirin itu juga deh Car" sambung Luna.


"kalo menurut gue sih, lebih baik lo nyamar deh Car. Jadi, biar Deven tidak mengenali lo" Putri memegangi kacamata nya.


"bener Car, jadi dia ngga akan seenaknya lagi sama lo." pungkas Marvel.


"tenang guys, gue udah mikirin itu. Nanti kalian panggil gue Shafira ya."

__ADS_1


Carissa mulai menceritakan strategi nya untuk mengelabuhi Deven dan Tsania.


__ADS_2