Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 28*


__ADS_3

 


Marvel benar-benar marah kali ini, ia tidak bisa dihungungi. Kini tinggal Putri, Luna dan Bastian yang harus menentukan pilihan terbesar untuk Carissa. Tidak ada keluarga Carissa yang mengurusi, mereka hanya menyatakan nanti saya akan kesana. Namun, tiada satupun yang nyata datang. Apalagi, saat diberitahu kabar terakhir Carissa, ayahnya hanya menjawab, "apapun yang terbaik. Mau bagaimana jika emang jalannya seperti itu?" huh! Orangtua macam apa mereka. Meskipun Ia hidup bergelimwng harta, namun Tidak ada belas kasihan ataupun rasa kasih sayang untuk Carissa. Ia tumbuh dengan sangat menyedihkan selama ini. Carissa sayang, Carissa malang, kau benar-benar wanita tangguh.


**


" bro, lo udah bosen jagain mayat hidup itu?" Ledek Deven yang melihat Marvel duduk seorang diri.


"hahaha! Mayat hidup, zombie kali." tambah Tsania.


Marvel awalnya hanya berdiam dan melirik kearah mereka, namun saat ia cermati arah pembicaraan kedua manusia licik itu semakin kasar. Mereka terus menghina Carissa yang memang belum sadarkan diri.


Bukkkkkk

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari mulut Marvel, hanya tangannya langsung menyerbu laki-laki yang dia katakan brengsek itu.


Marvel mengambil blazer nya lalu meninggalkan Mereka tanpa berkata kecuali ya, hanya rasa sakit yang membekas dipipi Deven.


--


 


Marvel enggan kembali ke rumah sakit, gengsinya terlalu tinggi. Hati nurani sedang memaksa dia walau hanya bertanya kabar pada putri, namun semua kembali ke titik awal, rasa egonya mengalahkan naluri kebaikannya. Marvel semakin terasa jauh dengan taman-temannya. Termasuk Putri, kekasihnya yang memilih mengundurkan diri dari kantor Marvel. Ini bukan Putri yang memilih, namun keputusannya berawal dari perbedabadan hebat antara Marvel dan Putri. Tidak ada masalah yang jelas, hanya Marvel yang ngotot menyalahkan Luna sebagai penyebab kecelakaan Carissa. Tapi, Putri bertolak dengan Lelakinya. Ia percaya jika Luna tidak tahu menahu perihal ini.


"udahlah Lun, lo ngga tau, Marvel kaya gimana." Tolak Putri.


Satu tahun berlalu, tiada orang yang mengetahui kabar tentang Carissa. Selain ketiga sahabatnya yang masih setia menunggui dia dan tak henti mengirim doa untuknya. Di hari terakhir yang ditetapkan Dokter, Carissa hilang kabar. Putri, selalu menolak untuk berbicara jika ada yang menggertaknya untuk buka suara. Begitu pun Bastian dan Luna.

__ADS_1


**


flashback


"*Dok, saya mohon beri tambahan waktu untuk Carissa*."


Luna berlutut kepada doter yang menqngani Carissa, ia sangat yakin jika sahabatnya itu masih bisa terselamatkan walau pun hampir sebulan penuh ia tak sadarkan diri. Namun, lagi dan lagi sang dokter menolak dengan tegas. Ini akan menyiksa Carissa , ujarnya. Well, tiada yang yang perlu didebatkan. Semua memang harus mengiklaskan Carissa. Luna dan Putri hanya bisa menangis disebelah dokter yang mulai melepas alat-alat medis dari tubuh Carissa.


Luna tercengang, ia melongo. Matanya terus memperhatikan tangan Carissa yang mulai bergerak lemah.


"tunggu,dok! Tangan Carissa bergerak."


Semua meilihat kearah Yang ditunjuka Luna, benar saja itu nyata,Luna tidak sedang halu. Kini, dokter segera mengambulio tindakan dan memasang kembali alat-alat yang memang masih diperlukan Carissa. Semua diminta keluar, agar tidak mengganggu jalannya pemeriksaan.

__ADS_1


Setelah Carissa benar-benar sehat, ia menceritakan semua tentang apa yang membuat dia kecelakaaan. Bastian geram dan hendak menghajar Deven, namun Carissa menolak. Ia hanya meminta sahabat-sahabatnya untuk menyembunyikan tentang kesembuhannya. Untuk sementara Carissa memilih pindah tempat tinggal. Dan akan kembali diwaktu yang tepat.


__ADS_2