Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 27*


__ADS_3

Mereka telah dua hari bermalam di rumah Wati. Keesokan harinya, mereka berpamit dan kembali kekota karena memang ada banyak pekerjaan yang menanti mereka. Ratna dan Wati belum puas sebenarnya melepas rindu dengan saudara-saudaranya. Namun, Luna juga Aditya berjanji akan sering-sering pulang untuk menemui keduanya.


**


"gimana Vel?" Mata Putri bengkak karena ia terus-terusan menangis sepanjang malam.


Ini adalah hari terakhir yang ditentukan dokter untuk kelanjutan pengobatan Carissa. Belum ada yang tanda tangan surat yang diajukan dokter.


"aku coba hubungi Bastian ya" Marvel mengeluarkan handphone dari saku celananya.


**


Drttt... Drttt..


"Bentar ya." Handphone Bastian bergetar. Ia melihat layar, ada panggilan dari Marvel.


"*Hallo Vel?"...


"kenapa?"


"hah? Lo becanda kan Vel?

__ADS_1


" ngga mungkin*. "


Bastian menyudahi telpon secara sepihak, ia kaget dan tidak menyangka dengan kabar buruk yang disampaikan Marvel.


" Bas, ada apa? " Luna khawatir.


" Carissa Lun, "Jawab Bastian lemas.


Carissa kenapa Bas? Dia kenapa?" Luna panik.


"malam sehabis kita berkumpul 3 mingguan yang lalu, Carissa mengalami kecelakaan tunggal Lun. Dia tidak sadarkan diri hingga hari ini. Bahkan kata dokter, alat bantu dia akan dicabut jika hingga malam ini tidak ada perkembangan dari Carissa." Bastian menjelaskan lengkap.


Luna hanya bisa menangis dan menutup mulutnya dengan tangan. Ia tidak bisa lagi berkata-kata. Carissa, wanita yang sangat kuat dan ceria. Hidup dengan seorang baby sitter sedari kecil dan sangat jarang bertemyu dengan orang tuanya. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Kini, Carissa telah berbaring tak sadarkan diri, berjuang melawan rasa sakit disekujur tubuhnya. Luna merasa menjadi teman terburuk, ia merasa sangat egois, ia telah mementingkan perasaannya sendiri tanpa mau tahu bagaimana kabar sahabat-sahabatnya. Luna benar-benar merasa bersalah jika Carissa tidak bisa terselamatkan.


Tap... Tap... Tap..


Ketukan kaki Bastian dan Luna terdengar bersaut-sautan. Mereka buru-buru bergegas menuju ruang ICU.


"Putri..."


Luna langsung menghampiri tubuh sahabatnya yang duduk tersungkur didepan ruang ICU. Mereka berpelukan diiringi tangis dari keduanya.

__ADS_1


"Maafin Luna put, Luna benar-benar egois kali ini. Luna ngga tau kalau... Kalau Carissa kaya gini." Luna menangis sesenggukan.


"lo kemana aja sih Lun?" tanya Marvel geram.


"lo biasa aja dong Vel!!" Bastian membela Luna. Ia tidak suka jika ada yang membentak ataupun memaki kekasihnya.


"lo ngga tahu Bas, gimana gue sama Putri nglewatin ini semua!! Jadi jangan mentang-mentang dia pacar lo terus dia bisa seenaknya." Marvel memaki Bastian.


"maaf Vel, tapi aku beneran ngga tau kalo Carissa kaya gini." Luna menunduk, ia sangat merasa bersalah.


"lo santai men! Ini juga bukan salah Luna." Nada bicara Bastian meninggi.


"ini memang bukan salah Luna, tapi dimana dia saat Carissa benar-benar membutuhkan dia, sekarang saat Carissa akan dinyatakan hidup atau mati, dia baru datang?? Sahabat macam apa lo?" Marvel menunjuk jari tepat dimuka Bastian dan Luna.


Bastian sangat geram dan naik darah mendengar kata-kata yang keluar dari lidah Marvel. Ia tidak menyangka jika sahabat yang dari awal sangat mendukung hubungannya dengan Luna kini berubah menjadi seseorang yang arogan dan tidak menggunakan akal sehatnya untuk menilai orang lain. Ia mengepalkan kedua tangannya dan meninju Marvel kuat-kuat. Kedua lelaki itu, kini terlibat perkelahian hingga ditengahi okeh Putridan aluna.


"sudahhh!!" teriak Putri.


"ini bukan saat yang tepat buat kita saling menyalahkan seperti ini !!! Jika Carissa melihat ini, dia pasti akan merasa sedih! Dia juga akan merasa bersalah! Marvel, lo tahan nafsu lo yang arogan itu. Kita bisa bicarakan ini semua baik-baik."


"terserah mau kalian apa!!" Marvel emosi dan keluar meninggalkan ketiganya.

__ADS_1


"ngga usah terlalu fikirin Marvel ya Lun. Dia nanti juga sadar sendiri." Putri memeluk pundak Luna.


__ADS_2