Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 33*


__ADS_3

"Bas tolong jangan apa-apain bu dhe Sri ya, walau gimana pun, dia kan yang udah bikin kita sama-sama kaya sekarang." Luna memohon pada laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu, ia memandangi raut wajah yang tergambar dari pantulan cermin. Tidak ada reaksi, selain kode dari mata yang seolah mengiyakan. Bastian memang tidak selalu romantis, seperti ada kepribadian yang selalu ia sembunyikan. Kini , laki-laki itu telah tegak dibelakang Luna. Mengusap lembut rambut panjang istrinya. Dibungkukkan tubuh jenjangnya hingga dagunya menempel dipundak Luna.


--


Waktu bergulir, pernikahan yang Luna dan bastian jalani tidaklah selalu mulus seperti mimpi keduanya. Dikaruniai nya Ellena, anak pertama mereka tidak menjamin semakin harmonisnya keluarga mereka. Luna, semakin menaruh curiga dengan sikap sang suami belakangan. Tak tertebak, dan sering pulang larut malam. Dia memang masih sama manisnya kepada Luna dan Ellena. Namun, ada rasa yang ia rahasiakan agar Luna tidak mengetahui itu .


"sayang, belakangan pulang larut terus. Apa terlalu banyak kerjaan?" Luna memberanikan diri,menampar dengan pertanyaan yang telah merajuk ingin ia adukan.


"maaf sayang, ada hal penting yang harus aku urus." Jawab Bastian santai lalu menutup sendok nya, ia membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan dan berpamitan untuk pergi. Ellena, menatap Bastian dengan rasa kecewa.


"ma, apa papa ngga sayang sama Ellena?" tanya putri kecil itu dengan polosnya.


"Ellena sayang, semua sayang sama ellena. Termasuk papa. Papa hanya banyak kerjaan aja sayang." Luna membujuk putrinya agar tidak membenci Bastian yang dirasanya hilang perhatian itu.


--

__ADS_1


Carissa, selalu tak sanggup menatap mata sendu Deven. Laki-laki itu, memang telah berubah dan benar-benar jatuh pada pelukan Carissa. Ia memang bisa membalas dendamnya juga rasa sakit yang dia rasakan hingga membuatnya diambang pintu kematian. Tsania? menderita depresi dan gangguan jiwa karena karirnya yang benar-benar hilang dari hidupnya. Ia kehilangan segalanya, termasuk Deven yang beralih membencinya lantaran ia melihat saat Tsania akan melukai Carissa.


Wanita berambut sebahu itu, membuka penyamarannya. Betapa shock dan paniknya Deven pada saat itu. Namun, ia tetap memilih memgejakm dan mempertahankan cintanya pada Carissa.


Putri dan Marvel kini telah berbahagia, mereka memiliki sepasang putra dan putri kembar. Kehidupan keluarganya harmonis dan menyenangkan.


--


"bagaimana Bas, lo bisa bikin Luna negative thinking sama lo?" Marvel mengernyit. Ia meledek jika sahabatnya itu, sedikit kaku jika berakting.


Jebakan yang mereka rencanakan berhasil, Bastian sengaja membuat Luna menaruh curiga selama satu bulan kebelakang. Ulang tahun pernikahan mereka tinggal satu hari, Bastian telah menyiapkan dan mengatur sedemikian rupa. Tepat pukul 19.00, semua sahabat, keluarga dan rekan bisnisnya ia kumpulkan dalam satu ruangan. Bastian telah duduk manis, bersama seorang wanita cantik suruhannya. Carissa, bertugas untuk berpura-pura tidak mengetahui, dan ia mengajak Luna juga Ellena makan malam bersama. Karena memang, sudah lama keduanya tidak nongkrong bareng.


"hayuk Lun. Kenapa bengong disitu?" Carissa menarik lengan Luna, yang tiba-tiba mematung saat memasuki cafe.


"itu.. Bastian?" Luna lemas. Air matanya mulai berderai membasahi pipinya.

__ADS_1


(putri dan marvel menyiapkan pesta dikediaman Luna)


Carissa mencoba menghibur Luna, ia menarik Luna untuk melabrak suaminya. Namun, Luna gadis yang sangat lembut, ia tidak berani melakukan itu dan memilih berlari dan pulang. Membawa luka hang benar-benar dalam menusuk relung hatinya.


Bastian menghela nafas, ia sangat lega, karena tidak perluj berdebat dan langsung mengambil mobil untuk pindah posisi kerumah.


"Car, kenapa lewat sini. Ini tu jauh kalo kerumah?" Luna memperhatikan sekitar jalan.


"arah balik kerumah lo kan ditutup Lun, ada perbaikan jalan" Carissa mencoba santai.


Perjalanan singkat, ketiganya telah sampai dihalaman rumah Luna, gelap! Tidak asa penerangan yang menerangi, padahal seinget Luna. Ia telah menghidupkan lampu sebelum pergi. Dirumah juga kan ada ART. Ia merayap, mencari pegangan pintu lalu membukanya.


Surpriseeeeeeeee.... ""


Semua teman-temannya berteriak kompak, mereka mengikuti Bastian yang membawa kue pernikahan. Gelak tawa semuanya pecah saat melihat Luna menangis dalam dekapan suaminya. Ia malu, dan. Menyadari jika semua hanyalah setingan belaka.

__ADS_1


T A M A T


__ADS_2