Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 22*


__ADS_3

"hahaha!! Apa kata lo? Brengsek? Hahahaha! Lo ngga salah ngatain orang kan putri Kanaya?" Deven terkekeh disudut telpon.


Putri kesal, sangat kesal. Iya marah mendengar pembelaan Deven, laki-laki yang tidak memiliki hati. Bahkan untuk sekedar rasa bersalahpun ia tidak memiliki. Jika dia didepan mata pasti sudah habis dikeroyok oleh mereka.


--


"Vel, siapa yang telfon? Penting ya?" Tanya Carissa yang melihat Marvel masuk lagi bersama Putri.


"ah, ini.... Mmm... Mami iya! Dia mau dateng katanya." Marvel berbohong pada Carissa.

__ADS_1


"Udah yuk, makan! Laper ni gara-gara Luna." Carissa manyun manja,ia sedang menggoda Luna. Agar sahabat termudanya itu bisa tersenyum .


" ih, Carissa! Jangan gitu lah, aku kan jadi ngga enak." Luna menanggapi candaan Carissa.


Senyuman Luna disambut gelak tawa sahabatnya, mereka mulai menikmati makanan yang sedari tadi udah dipesannya. Sifat kekeluargaan mereka sangat kental, ya walaupun saat dikantor mereka atasan bawahan, itu tidak mempengaruhi persahabatan mereka. Panggilan bapak saat dikantor, dan nama bahkan panggilan khusus pun sering mereka lontarkan saat diluar kantor.


Malam sudah mencapai puncaknya, bulan purnama menerangi suasana gelap gulita. Putri, Carissa dan Putri berpamit untuk pulang karena besok mereka harus kembali ke pekerjaan masing-masing. Tertinggal Bastian yang tak tega meninggalkan Kekasihnya seorang diri dalam suasana hati yang keruh. Luna memang tampak biasa sekarang , tertawa, tersenyum membalas candaan sahabatnya. namun Bastian tahu, hatinya luka, batinnya sedang menangis dan meratap.


"engga Bas, aku ngga papa kok, udah pulang gih! Udah malem, besok mulai kerja kan?" luna tersenyum. Ia mencoba terlihat tegar dihadapan lelakinya, agar Bastian tidak begitu mencemaskan dirinya.

__ADS_1


Luna tahu, Bastian sangat berat hati meninggalkan Luna seorang diri. Laki-laki yang tampak angkuh itu, benar-benar perhatian terhadapnya. Tampak sombong, tapi aslinya bisa membuat pasangannya bangga dan bahagia setiap saat. Bastian Lukhmana, ia pencemburu berat sebenarnya, namun ia cerdas menyimpan rasanya saat dihadapan orang-orang. Ketika ia berpamit dan Luna menutup pintu, Bastian tidak benar-benar pulang, ia memarkirkan mobil tak jauh dari rumah Luna, dengan jarak yang memudahkan dia untuk selalu mengawasi Luna. Bastian berniat untuk bermalam di dalam mobil.


**


Tsania sempoyongan saat keluar dari club malam,mulutnya meracau sesuka hatinya, tertawa, menangis, dan berbicara soal hal-hal intim. ia dibopong oleh Deven, laki-laki lawan main dalam sinetron yang baru ia bintangi. Sinetron yang menyatakan gulung tikar karena bangkrut. Karir Tsania mulai redup, keluarganya tak begitu peduli terhadapnya, kini hanya Deven yang tulus membantunya. Banyak pihak perfilm an yang tiba-tiba memutuskan kontrak secara sepihak. Kini hidupnya lontang-lantung tiada arah, hanya rumah dan mobil harta yang ia miliki. Tiada usaha, ataupun pekerjaan untuk sementara. Bukan tidak ada yang mau mempekerjakan dia sebenarnya, hanya gengsi Tsania yang terlalu tinggi, juga kesombongan yang tidak bisa ia padamkan. Membuatnya sulit menemukan jalan untuk mencari uang. Sementara hidup dan gaya hidupnya yang tinggi, disokong oleh Deven.


Ini bukan untuk pertama kali mereka dekat, Carissa pun sudah mengetahui kedekatan Deven dan Tsania. Namun, ia selalu berfikir jika itu semua dilatar belakangi oleh pekerjaan mereka. Pekerjaan yang menuntut cemistri keduanya. Mereka juga pernah di kurung dalam satu kamar, untuk mengenal satu sama lain, mengenal lebih dekat dan berlatih untuk menjadi pasangan kekasih. Carissq dan lain juga tidak mengetahui, jika kejadian yang menimpanya beberapa hari yang lalu itu semua didalangi oleh Tsania.


Arah pulang rumah Carissa memqng melewati depan club malam yang sering dikunjungi Tsania. Ia melambatkan laju mobil, saat melihat Tsania dan Deven masuk kedalam mobil. Ia sudah berfikir jika Tsania sedang mabuk berat, diikutinya arah mobil hingga sampai disebuah rumah,yang Carissa fikir itu adalah rumah Tsania. Mewah, megah, dan sangat luas. Sayang, hanya ditinggali perempuan licik itu seorang diri dan beberapa asisten rumah tangganya. Hingga turun dari mobil, Tsania masih saja meracau tidak jelas. Sayup-sayup terdengar oleh Carissa apa yang Tsania ucapkan.

__ADS_1


"gue puas. Hahaha!! Gue... Puas baby!! Dia pasti akan nangis, hahahaha! Perempuan itu pasti menangisi keperawanannya. Hahahaha. Baby, kau sangat pintar"


__ADS_2