
Sorry ya guys, jika banyak typo betebaran ^.^
"*Put, gimana kabar lo sama Marvel*?" celetuk Bastian disela-sela makan malam mereka.
"ya, gitu. Kita masih sering jalan,masih sering kontek. Tapi yaa, Die kan gede gengsi boo" Jawab Putri bercanda.
Ucapan Putri disambut gelak tawa oleh teman-temannya. Mereka memang sudah jarang berkumpul karena kesibukkan masing-masing. Putri, dia sibuk dengan usaha kecilnya yang mulai maju. Toko kue minimalis yang dia buat dan ia pasarkan di sosial media. Kini, bisa membuka beberapa cabang yang tersebar dikota-kota besar di Indonesia.Begitu juga Luna dan Bastian, selain sibuk mengurus pekerjaan, mereka juga disibukkan dengan hari pernikahan yang kian dekat. Yaa, mereka beberapa bulan yang lalu mengadakan pesta lamaran sederhana. Dan 1 minggu ke depan, mereka akan menikah.
"kalian sendiri gimana? Masih main aja, sudah 100% persiapannya?" Goda Putri.
"sudah dong, lo kaya baru kenal gue kemaren aja. Apa-apa yang bikin gue happy, pasti jauh-jauh hari udah gue siapin semaksimal mungkin." jawab Bastian menyeringai.
Luna hanya tersenyum dan diiringi geleng kepala ringan. Ia tetap santai dengan segelas ice lemon tea ditangannya.
" ibu lo, udah ke Jakarta Lun? " Tanya putri.
" oh udah, udah seminggu ini. Sekarang Ibu lagi nginep ditempat Mas Adit." Jawab Luna santai.
Drrtt... Drrt...
__ADS_1
Handphone Putri bergetar, ia tersenyum saat melihat pesan yang baru dia terima.
"hemmm" Luna menggoda. Bibirnya melukis senyum sumringah. Manis, iya, manis sekali.
"dalam hitungan ketiga, kalian tengok belakang ya." Putri memberi aba-aba.
Luna dan Bastian hanya saling menatap, mereka mengangkat bahu karena merasa bingung dengan Putri.
"*satu...
Dua...
Ti....... Ga*....."
Secara bersamaan keduanya menoleh kebelakang. Mereka sangat terkejut dan setengah tidak percaya, Marvel telah berdiri disana dan memamerkan senyum manis nya. Perlahan, ia melangkah mendekati bangku mereka.
Bastian tercengang lalu tertawa, dia berdiri dan memeluk erat tubuh kekar sahabatnya.
"maafin gue ya Bro, gue terlalu emosi waktu itu." Ucap Marvel serius.
"hahaha! Baru kali ini, gue liat lo seserius itu." Ledek Bastian.
Mereka saling menjabat tangan, dan bersalaman dengan gaya lama mereka. Marvel kembali memeluk erat Bastian.
"Lun, maafin gue ya!" Ucap Marvel lagi.
__ADS_1
"aku udah maafin kamu kok Vel, jauh sebelum kamu minta maaf." Luna mengangguk.
"belum sah kan? Gue boleh dong peluk dulu?" Marvel menggoda Bastian.
"lo tulus ngga sih, minta maaf sama gue?" Bastian mengerutkan dahi.
Mereka semua tertawa, Putri sangat senang melihat temannya kembali akur, satu persatu persahabatan mereka akan utuh kembali, terlepas dari Deven yang tidak bisa mereka terima lagi.
Ditengah\-tengah candaan mereka, Tsania datang dengan seorang lelaki yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Ia duduk tak jauh dari bangku mereka.
"ehh, kebetulan banget yaa, ketemu kalian semua disini." Ucap Tsania dengan keras.
Tidak ada yang tersentuh untuk menjawab ucapan Tsania. Mereka hanya berdiam diri dan melempar pandangan kearah lain.
"kenapa pada diem? Ohh, pasti kalian penasaran kan sama dia? Hahaha!! Pasti dong, lihat aja, dia lebih cool dan lebih cakep dari lo kan Bas? Dia juga jauh lebih tajir dari lo." oceh Tsania yang tidak didengarkan oleh yang lain.
"udahlah Tsan, ayo cari bangku" ajak Laki-laki disebelah Luna, yang tidak tertarik dengan pembicaraan Tsania.
"bentar dong sayang, mereka biar paham dulu siapa kamu." Luna membelai wajah laki-laki itu.
"ok, perlu kalian tahu, dia adalah Rey, Reynaldy attar. Dia, calon suami gue.. Paham kan kalian." Ucap Tsania penuh keangkuhan.
"oh ya Bas, dia itu jauuh diatas lo...." Tambahnya.
"Syukurlah , jadi gue bisa lega. Ngga punya fans berat kaya lo lagi." jawab Bastian tanpa melihat Tsania.
__ADS_1
Rey menarik tangan Tsania dan membawanya keluar, diliat dari wajahnya, sekilas dia tampak tidak suka dengan tingkah Tsania yang berlebihan. Terlepas dari kecurigaan Marvel dan Putri, jika laki-laki itu tidak benar-benar calon suami Tsania.