Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !
*EPISODE 26*


__ADS_3

"oh ya bu, kenalin ini Pricilla istri Adit dan ini anak Adit, Kiara." Aditya menghapus air matanya dan mengenalkan keluarga kecilnya kepada Wati.


"ibuk," Pricilla tersenyum ramah lalu turut memeluk tubuh mertua nya,lalu bergantian memeluk Ratna.


Kedatangan Pricilla disambut hangat oleh keluarga Aditya. Wanita yang baik dan tulus itu, ia sangat mudah sekali akrab dan masuk kedalam kehidupan keluarga Aditya.


" uhh cucu nenek Cantik sekali yaa," Wati menimang Kiara. Kiara juga terlihat bahagia dan senang. Padahal biasanya, ia sangat sulit untuk langsung berbaur dengan orang-orang baru. Tapi beda saat bersama Wati dan Ratna. Kiara terlihat nyaman, dan merasa terlindungi.


--


Luna mengayun kakinya kearah rumah. Ia sempat tercengang dan bingung saat melihat mobil Alpard yang terparkir dihalaman rumahnya. Ia tak melihat siapapun diluar rumah. Rasa penasarannya yang semakin menjadi, membuatnya semakin cepat melangkahkan kaki kedalam rumah.


Luna shok saat melihat Wati dan Ratna yang tertawa dan bahagia bersama Aditya.


"ibuk"


"nduk, kamu udah pulang?sini nduk" Wati tampak senang saat menggendong cucunya.


"ngapain dia ada disini?" Sinis Luna.


"Mbak, mbak duduk dulu yo." Ratna menambahi.

__ADS_1


Bibir Luna menyeringai sinis, ia membuang muka menyembunyikan rasa kecewanya terhadap Ibu dan adiknya. Luna melangkah mundur dan memilih keluar dari rumah.


"Lun" Seru Wati dan Aditya bersamaan.


"biar Bastian aja yang bicara Buk," Bastian berlari mengejar wanitanya.


Bastian tidak langsung menghampiri Luna ataupun menghentikan langkahnya, ia memilih membiarkan Luna merasa nyaman dan mengikuti dari belakang nya. Luna tahu jika ada yang mengikuti langkahnya, hingga ia berhenti ditepi danau disekitaran kampung halamannya. Luna berteriak dan menangis mengeluarkan segala kecewa yang menekan hatinya.


"menangislah, jika itu membuatmu lega." Bastian mendekat kearah Luna.


Luna kembali tercengang, ia menoleh kearah suara. Betapa kagetnya dia jika orang yang mengikuti dia sedari tadi ialah kekasihnya, Bastian.


Bastian berjongkok dan memeluk erat Luna. Ia sangat sangat merindukan Luna.


"Bas, kenapa...." Luna mencoba mengadu.


"sshhuuutt!" Bastian mengencangkan pelukannya dan mengelus halus kepala Luna.


Bastian memang cerdas menenangkan hati wanitanya, Luna bisa merasa tenang dan damai saat berada dipelukan Bastian. Ia bersandar dan membuang pandangan jauh ketengah Danau. Bastian mulai bercerita tentang semua yang ia ketahui, tentang Aditya, Pricilla, Kiara dan Bu dhe Sri.


"jadi, ini semua karena Bu Dhe Sri?" Luna menarik tubuhnya dari dekapan Bastian.

__ADS_1


"kita tidak bisa menuduh, cuma semua bukti memang mengarah kepadanya. Nanti saat di Jakarta kita bisa tanya sama dia. Agar semua masalah antara Kamu dan Aditya teratasi." Bastian mencubit Pipi ranum Luna.


"auu sakit Bas!" Luna memegangi Pipinya.


Bastian tertawa menyaksikan tingkah Luna. Gadisnya itu memang pemalu, pipinya memerah saat ia menyembunyikan tawanya. Bastian terus menggoda Luna, hingga Luna membalasnya dengan gelitikan dipinggang dan perut Bastian. Melihat tawa Luna, Bastian tidak tega jika langsung menceritakan tentang Carissa. Ia berencana akan bercerita keesokan harinya.


Aditya dan Luna saling berpelukan, mereka saling meminta maaf karena semua kesalah pahaman juga tamparan dari Aditya kala itu. Begitu juga Pricilla juga memeluk mesra tubuh adik iparnya. Selesai sholat isya' berjamaah mereka makan malam bersama, dengan menu sederhana namun sangat lezat dirasa.


"oh ya Mas, Bapak mana?" tanya Luna disela-sela makan malam mereka.


Aditya meletakkan sendoknya, mendengar pertanyaan Luna nafsu makannya hilang. Pricilla menatapnya sayu dan tersenyum saat Aditya kembali menatapnya.


"Bapak, bapak sudah meninggal Lun." lirih Aditya.


Luna yang sedang meneguk air putih mendadak tersedak. Ia tidak menyangka jika Ia harus berpisah dengan Bapak kandungnya diatas kesalah pahaman.


"bapak meninggal karena konsumsi narkoba. Dia over dosis." Aditya tersenyum nelangsa.


"tapi... Sudahlah... Mungkin ini lebih baik, bapak terlalu bodoh memanfaatkan hidup." tambah Aditya.


Bukan hanya Luna sebenarnya yang shock, Wati pun merasa terpukul dan kaget. Ia tidak menyangka jika perpisahan yang buruk 10 tajun yang lalu menjadi akhir dari kisahnya dengan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2