MENJADI IBU SUSU-MU

MENJADI IBU SUSU-MU
CAPPADOCIA


__ADS_3

🔹🔹Dua bulan kemudian 🔹🔹


Pagi yang dipenuhi dengan kicauan burung, kehangatan keluarga. Keluarga yang baru seumur jagung. Sedang juga mengharap-kan hadirnya buah hati. Kini bersiap-siap untuk melakukan penerbangan ke Cappadocia.



Cappadocia adalah wilayah kuno yang terletak di Turki tengah selatan atau tenggara Ankara. Cappadocia berada di dataran tinggi yang terjal di utara Pegunungan Taurus. Dikutip dari situs wisata Go Turkiye, geologis Cappodocia yang unik membuat wilayah ini disebut cerobong peri.


Kota yang menjadi impian Barbara saat ini. Hitung-hitung ini adalah bulan madu yang tertunda,katanya begitu. Selama dua bulan menikah dengan Demian Dominique,Barbara dan suami-nya itu belum sama sekali bepergian layak-nya pengantin baru. Menjalani biduk rumah tangga dengan pembukaan bulan madu,tidak.


Barbara tidak masalah dengan hal itu. Toh dua bulan di rumah yang dibeli Demian,ia sangat bersyukur. Bersyukur karena suami-nya adalah orang yang baik sangat baik. Dari hari ke hari. Suami-nya selalu mengucap-kan kata cinta dan tiup doa di bun-bun Barbara. So sweet nggak tuh.


"Sayang .. sudah siap semua?." Tanya Demian kepada sang istri.


Barbara pun mengangguk mantap. Barbara sempat takut kalau suami-nya akan kecewa dikarena-kan diri nya yang tak kunjung hamil. Mereka sudah memeriksakan kesuburan mereka ke dokter obgyn,dan hasil nya sama-sama baik. Kata dokter,harus tidak boleh terlalu lelah dan banyak pikiran. Karena itu mempengaruhi pembu@h@n.


'Semoga dengan aku dan mas Demian di sana. Ada junior kami yang tumbuh di rahim-ku.' Bathin Barbara dengan sendu.


"Mas sayang .. Kenapa kita hanya membawa baju sedikit?. Dua Minggu disana-kan lumayan lama loh. Mas." Celetuk Barbara yang melihat koper yang di bawa hanya satu.


"Kamu lupa sayang. Aku ini siapa?. Suami-mu kaya. Jangan khawatir akan tidak memakai baju. Kita akan membi itu semua di sana. Jadi kita tak usah,membawa banyak baju ganti dari sini." Canda Demian dengan merangkul bahu Barbara.


Sontak Barbara memutar bola mata malas. Suami-nya selalu saja seperti itu. Mengandalkan kata 'kaya'. Tapi,emang kaya sih. XiXixixixi.


"Dan .. Juga tampan pasti-nya ...hahaha...". Sambung Demian dengan tawa terbahak-bahak.


"Dih!. Mulai!. Narsis!." Seloroh Barbara yang masih di rangkul suami-nya .

__ADS_1


"Tapi kamu suka,kan?" goda Demian.


Barbara tersipu. Memang benar sih, Barbara menyukai suami tampan nya itu. Suami yang menjadikan diri-nya menjadi ibu szuszu itu.


.


.


Tok. Tok. Tok . Pintu rumah di ketuk. Barbara dan Demian yang memang akan keluar rumah pun segera membuka pintu. Kaget melihat siapa yang datang. Membuat Demian memutar bola mata-nya dengan jengah. Mengapa satu keluarga malah kesini.


"Hai.. Menantu mommy. Kamu mau ke Cappadocia,kan?. Mommy dan kita semua boleh ikut ya ?." Seru Mommy dengan girang tanpa memperdulikan tatapan sengit dari anak sulung-nya.


"Iya,Kak!. Kami ikut ya!." potong Luna Dominique. Tak kalah girang-nya dengan memakai baju super fashion-nya itu.


"Mom. Aku tuh mau bulan madu dengan istri.ku bukan mau piknik satu keluarga!. Rusuh banget sih kalian!!." Gerutu Demian sinis memandang semua anggota keluarga-nya ada di depan nya kini.


Barbara mengusap lengan suami-nya. Menyalurkan energi positif agar tidak marah-marah. Barbara, memberikan senyum manis kepada suami-nya. Kepala ia dongakkan menatap wajah sang suami yang cemberut.


Mommy Zahira menepuk jidat-nya sendiri dengan pelan. Menantu-nya ini benar-benar sangat polos. Zahira gemas ingin cubit pipi menantu-nya itu. Kepolosan itu lah yang membuat semua keluarga Dominique menyukai Barbara meski belum menyandang status nyonya muda Dominique.


Barbara yang selalu sopan dan memiliki etitude baik. Dan tidak pernah neko-neko tentu-nya.


"Menantu mommy yang comel. Tentu saja sudah. Ayo kita berangkat!. Pesawat kalian akan take off setengah jam lagi kan?. Buruan! . Jangan bengong sayang. Diego juga ikut kita tuh. Ayo." Seru Mommy dengan bersemangat.


Demian mendengar perkataan mommy-nya jika sang asisten ikut pun. Menatap tajam sang asisten.


Diego yang di tatap pun hanya menyengir kuda. Menunjukkan dua jari membentuk 'pis'.

__ADS_1


"Daddy?!." Teriak Demian.


"Mengapa Daddy ikutan absurd seperti mommy sih!."


Daddy yang di singgung pun, mengacuh-kan teriakan anak sulung-nya itu. Dan sedikit menoleh,dengan mengedikkan kedua bahu-nya . Memberi jawaban,jika ia memang tak tau apa-apa. Hanya menurut dengan titah istri-nya itu.


"Ishh!" kesal Demian.


"Sudah mas. Kamu semakin tampan saja,jika marah seperti ini." goda Barbara dengan menyentuh dagu suami-nya. Dagu yang ditumbuhi rambut tipis, yang selalu membuat Barbara merasakan geli saat suami-nya m3ncumbu-ny@.


.


.


🔹🔹Cappadocia🔹🔹


Perjalanan yang memakan waktu 12 jam 2 menit itu pun membawa mereka langsung menuju penginapan mewah yang Dominique Family melepas lelah setalah perjalanan jauh. Karena jam sudah menunjukk-kan jam 15.00 waktu Cappadocia. Memang perbedaan waktu di Indonesia dengan Cappadocia 4 jam . Lebih tepat-nya lebih cepat 4 jam waktu di Indonesia. Misal di Cappadocia jam 8 pagi, Cappadocia jam 4 shubuh. Begitulah.


Langit yang cerah ditambah pemandangan bebatuan yang tersusun indah,membuat Barbara menyunggingkan senyum merekah. Ini adalah kali pertama Barbara merasakan perjalanan jauh . Jauh dari rumah sekaligus jauh dari negara-nya sendiri. Barbara terharu dan juga bahagia. Entah amalan apa yang membawa-nya kesini. Pikir Barbara ketika dihujani dengan kasih sayang dan juga kehangatan di keluarga konglomerat ini.


Mereka yang tak pernah menginterupsi atau menyudut-kan Barbara dengan latar belakang-nya. Barbara sangat merasa beruntung.


Apa boleh sekarang Barbara bersikap egois sedikit?. Egois mempertahankan suami yang baik seperti Demian. Tak akan ia biar-kan wanita lain merebut-nya.


Barbara akan menjadi garda terdepan untuk suami-nya. Menjauh-kan nya dari bibit pelakor.


'Terimakasih mas.. ' Bathin Barbara.

__ADS_1


.


.


__ADS_2