
..."***Anakku Giorgio Abraham....
...Lahir pada tanggal 04 Januari 1985 , pukul 03.00 dini hari waktu Indonesia. Lahir dalam keadaan sehat dan gagah*** **tanpa kekurangan suatu apapun**....
**Gio Abraham , Daddy ada sedikit cerita yang akan Daddy tulis untuk bagian lembaran surat wasiat ini**.
**Kamu adalah anak sulung Daddy dan selamanya akan menjadi anak sulung dari kami 'Ele Abraham dan Sion Sinar". Daddy sangat antusias menunggu kamu hadir ditengah-tengah kebahagiaan kami berdua**. ***Usaha yang kami berdua lakukan untuk menjadikanmu ada di perut Mommy mu Sion Sinar. Cukup ada sedikit tantangan . Dimana salah satu dari kita divonis dokter obgyn ,tidak bisa mempunyai anak dikarenakan kondisi kesuburan Daddy yang terganggu.
Mommy mu yang mendengar keterangan dari dokter pun langsung menoleh ke arah Daddy dan memeluk Daddy erat. Mommymu tidak putus asa, Gio. Mommy memberikan Daddymu ini semangat dan mata-kata motivasi.
'Bahwa kita mampu Dadd mewujudkan keluarga kecil kita, mari bersama untuk mewujudkan itu. Jangan berfikir Mommy akan berpaling dari Daddy ya!. Big No .. Dadd'
Daddy, sangat beruntung memiliki istri senerima keadaan Daddy sekarang. Mommymu ,mengubah pola makan Daddy dengan mencampurkan ramuan turun menurun yang kakekmu berikan kepada Mommymu.
Apa kau tahu apa ramuan itu?.
Ramuan kesuburan untuk memperbagus kualitas tepung laki-laki.
Satu tahu, dua tahun , hingga tahun ke empat .Mommy mu berusaha menjaga pola makan. Bukan hanya kepada Daddy tapi untuk diri Mommymu juga ia jaga. Kesabaran demi kesabaran, usaha demi usaha. Akhirnya untuk tahun keempat itu Mommy mengalami sakit. Demam tinggi dan diserang rasa mual berkepanjangan. Daddy merasa bersalah karena selama ini Mommymu malah memforsir memperhatikan pola makan Daddy supaya kualitas tepung (keceb©ng) dari hari ke hari supaya bagus.
Daddy khawatir Gio. Daddy panik . Daddy bawa Mommymu ke rumah sakit dekat apartemen kita tinggal. Syukurlah Mommymu cepat ditangani para medis disana.
Daddy tidak boleh masuk kedalam, karena memang petugas medis-lah yang lebih berhak memeriksa keadaan Mommymu saat itu. Daddy menunggu dengan kegugupan dan rasa takut. Keringat dingin membanjiri Daddy.
Setelah lima belas menit berlalu , seorang laki-laki dengan jas putih dan satu perawat ,keluar dari ruangan Mommy mu dengan tersenyum. Daddy heran , dibuat bingung akan sikap sang laki-laki yang berprofesi dokter itu menatap Daddy masih dengan senyuman.
"Selamat Istri anda sedang hamil Tuan. Kehamilan istri anda sudah masuk ke sembilan Minggu yang artinya akan jalan tiga bulan. Jaga istri anda dengan baik. Tolong jangan dibuat banyak pikiran sehingga bisa memicu stress bagi ibu hamil." Ucap dokter yang bernama Steven itu.
Daddy mematung , membeku dan merasa keluh. Daddy terus membatin . 'Apa ini mimpi Tuhan?. Istriku hamil?. Ini asli bukan. Usaha istriku berhasil! . Membuat keceb©ngku aktif dan tumbuh di rahimnya. Terima kasih Tuhan!.' Jerit Daddy salam hati .
Segera Daddy menatap pintu rawat inap Mommymu . Wanita yang dengan sabarnya mendampingi Daddy, menerima apa adanya keadaan Daddy.
"Sayang ... Kita akan menjadi orang tua .. hiks.. hiks... terima kasih sayang .. Usaha dan semangatmu. Berhasil.. hikss...hikss..." Saat itu Daddy merasa terenyuh. Kehadiranmu membuat Daddy merasa hidup Daddy akan berwarna.
Kabar kehamilan Sion Sinar tersebar saat itu di grup keluarga. Kau tahu Gio?.
__ADS_1
Ada banyak orang yang tidak suka mendengar Daddy mu ini akan mempunyai keturunan. Kenapa Daddy tahu?.
Karena Daddy mendengar percakapan mereka sendiri ,Gio. Mereka berusaha membuat Sion Sinar celaka ,Gio. Mommymu yang masih baru hamil muda itu akan di habisi oleh keluarga Daddy sendiri. Terlebih Paman kamu sendiri Bone Abraham .
Daddy tidak tahu motif apa yang ia pikirkan. Sehingga mau mencelakai keturunan Daddy dan Mommy. Daddy kalut ,Daddy sedih.
Suasana di Italia saat itu berubah menjadi mencekam untuk kami.
Hingga pada suatu hari , Daddy mengajak Mommy mu pulang. Ke Indonesia menemui kakekmu. Ayah dari Sion Sinar,Mommymu. Daddy menceritakan semua yang Daddy dengar. Seketika itu kakekmu Jorge Sinar murka. Dan menyuruh Daddy dan Mommy sementara tinggal bersama Kakekmu hingga kamu dilahirkan dan tumbuh menjadi anak yang baik dan tangguh.
Hingga tujuh bulan kemudian berlalu. Kandungan Sion yang sudah membesarpun . Kini mulai merasakan ada tanda -tanda akan melahirkan. Kami menyambutnya dengan penuh suka cita . Menunggu sang jabang bayi keluar. Dan itu kamu 'Gio'.
Kami beri nama kamu Giorgio Abraham.
Kami berdoa supaya kamu selalu menjadi anak yang tangguh dan penyabar seperti ibumu. Daddy tidak mau meski Abraham ada dibelakang namamu . Kamu menjadi pribadi yang buruk seperti Daddy dan Pamanmu.
Kamu bisa tanyakan masalalu Daddy nanti, kepada sahabat Daddy yang bernama Varro Dominique. Dia adalah orang baik yang selalu menolong kami berdua disaat suka maupun duka.
***Saat perjalanan, Daddy melaju dengan kecepatan sedikit meninggi di area Toll. Ketika perjalanan dari Jakarta. Kami shock saat keluar dari Toll Jakarta. Dimana rem mobil Daddy tidak berfungsi saat akan menghindari pengendara yang sama-sama menyalip dari arah kanan Daddy.Dan pada saat itulah terjadi tabrakan***.
"***Boom***!."
***Daddy, Mommy dan kamu terguling di dalam mobil. Seketika pintu keluar Toll sudah rame oleh para pengendara yang berbondong - bondong menolong kami***.
***Kami di bawa kerumah sakit. Pada saat itu yang kondisinya parah adalah Mommymu ,Gio. Mommy yang telah memeluk,mu melindungi mu saya itu terkulai lemah . Darah bercucuran dari kepala hingga kaki . Daddy yang pada saat itu merasakan patah bagian leher dan tangan sebelah kiri tak kuasa menahan air mata saat memlihat kondisi Mommymu Gio***.
__ADS_1
***Daddy segera meminta dua lembar kertas folio dan satu pulpen b©xy tebal. Daddy segera menulis semua unek-unek yang dan apa yang telah terjadi pada kami semua itu tidak benar. Benar-benar sangat mendadak dan mengagetkan. Membuat Daddy merasa ini bukan kecelakaan biasa. Ini adalah bagian rencana seseorang***.
***Kamu yang sedang ditangani dan sudah dipindahkan ke ruang perawatan anak hanya diam. Ditemani kakek dan nenekmu. Hingga Daddy dikejutkan oleh kedatangan seseorang, yang memang tidak Daddy harapkan meski itu adik kandung Daddy sendiri***.
***Bone Abraham seseorang yang sudah ambisius untuk memiliki apa yang Daddy miliki sejak dulu. Kami memang bersaudara Gio. Tapi, kami tidak pernah merasa bahwa kami ini adalah saudara sejak pertentangan yang Bone Abraham lakukan. Didalam kelompok mafia. Jika ada penghianat pasti akan dibunuh secara langsung tanpa ampun***.
***Tapi.. Apa yang terjadi kepada Pamanmu. Dia melenggang bebas setelah menghabisi kedua orangtuaku yang semestinya juga orangtuanya juga***.
***Aku yang dilahirkan sebagai anak sulung dari dua bersaudara merasa geram dengan itu***.
***Mengapa Bone tega menghabisi nyawa orangtuanya sendiri. Yang sudah rela melahirkan dan memberikan kasih sayang yang tak terhingga kepada ku dan dia***.
***Sungguh Gio. Bone Abraham memang Pamanmu . Tapi, kelakuannya bagai iblis berkedok manusia***.
***Inti dari surat wasiat ini untuk mu Gio . "JANGAN PERCAYA APAPUN YANG DIKATAKAN OLEH PAMANMU BONE ABRAHAM. TANYAKAN SEMUA APA YANG TERJADI KEPADA SAHABAT DADDY YANG BERNAMA VARRO DOMINIQUE. BERKUNJUNGLAH DAN ANGGAP DIA SEBAGAI PENGGANTI DADDY!. DIA ORANG BAIK GIO***\*\*\*!."
"\*\*\****Terima kasih Gio anakku. Yang sudah mau membaca cerita dan mau mendengar wasiat Daddy. Sampai saat Daddy menghembuskan nafas terakhir. Kami menyayangimu. Nak. Jaga diri baik-baik. Jadilah anak yang tangguh dan sabar. Beri pelajaran untuk orang yang sudah membuat Daddy dan Mommymu tidak bisa melihat kamu tumbuh menjadi anak hebat***."
__ADS_1
"***Bye Gio. Love you Gio anak Daddy***\*\*\*."