
Setelah melakukan perjalanan yang sangat memakan waktu. Kini satu keluarga Varro Dominique telah sampai di kediaman utama. Seperti sekarang, Demian dan Barbara diminta untuk tinggal beberapa hari dulu. Kabar hamil Barbara ini sudah terdengar sampai seluruh penunggu mension serta keluarga adik kandung Varro Dominique.
Mereka bahagia, mendengar kabar yang akan membawa keramaian dan kehangatan untuk rumah mewah ini. Dimana akan ada tangisan dan tawa seorang bayi mungil dari keturunan sulung Dominique tersebut.
"Wahh.. Akhirnya nyonya Mian hamil juga. Semoga ibu dan utun sehat terus ya Allah..." Ucap salah satu maid di rumah mewah tersebut.
Maid yang lain pun mengaminkan doa tersebut dan memancarkan raut wajah sama bahagianya. Dominique adalah keluarga yang baik dan hangat menurut para maid dan juga para pekerja yang lain. Jarang sekali,mereka dibebankan tugas yang menurut sang Tuan dan Nyonya besar itu bisa dikerjakan sendiri.
.
.
🔹Di lain tempat🔹
"Keluarga Dominique sudah sampai di kediamannya. Tuan." Ucap pria berbadan kekar itu. Memberikan informasi mengenai musuh sang tuannya itu.
"Kau sudah tau harus melakukan apa, hah?!." Sentak sang bos dengan seringaian licik di bibir,nya.
Pria berbadan kekar tersebut pun langsung mengangguk cepat dan segera meninggalkan tempat. Dimana sang tuan bosnya sedang duduk di kursi kebesarannya dan mengisap rokok yang ada di apit dua jari,nya.
"Aku tak kan membiarkanmu bahagia,Mian. Sebelum kau merasakan, apa yang ku rasakan. Aku takkan membiarkanmu bahagia." Gumamnya.
Hahahahaha.......
Tawa menggelegar dengan kepala menerawang langit-langit ruangan yang bernuansa gelap itu. Pria berbadan sama kekar seperti anak buahnya , yang memiliki paras tak kalah tampan dari seorang Demian yang ia anggap musuh itu. Kini memunculkan diri sebagai musuh yang akan siap membalaskan dendam atas kematian kedua orangtuanya.
🔹🔹🔹🔹
DUARR!!!!!
__ADS_1
DUARR!!!!!
DUARRR!!!
Terdengar ledakan sangat keras dari dalam rumah. Semua penghuni mension langsung berhamburan keluar untuk mengecek apa yang terjadi.
Puk!!
Barbara yang sama mendengar ledakan itu. Segera memeluk suaminya dengan erat. Jantungnya berdegup kencang seperti ingin lompat dari tempatnya.
Demian yang sudah tau, siapa yang mengirim ledakan itu ke kediaman utama Dominique tersebut. Wajahnya seketika langsung menggelap, rahang yang mengetat dan gigi menggertak. Menyiratkan sebuah kemarahan.
Namun, ia mencoba tidak memperlihatkannya kepada sang istri. Apalagi sekarang istrinya itu sedang gemetar merasakan ketakutan karena ledakan keras tadi.
"Sayang.. Tenang. Ada aku disini. Itu hanya orang iseng yang ingin menguji kesabaran orang saja." Tutur Demian sekenanya, berusaha menenangkan Barbara yang berada di pelukannya saat ini.
"Terjadi sesuatu??!..." Sergah Barbara mendengar kalimat terakhir suaminya. Merasa bahwa ini sudah hal biasa.
Demian tergeragap ,merasa mulutnya sudah keceplosan saat ini. Ia lupa,belum memberitahukan istrinya tentang siapa dia sebenarnya.
"Ehmmm.. Ayo kita segera turun. Akan aku jelaskan nanti. Ayo sayangku." Ajak Demian mengalihkan pembicaraan tadi.
.
.
"DADD!!. Siapa yang mengirim ledakan itu!. Apa musuh Daddy dan Demian lagi?!." Teriak Mommy kepada Daddy Varro dengan menggebu-nggebu.
"Aku masih merasa lelah ya, dari perjalanan jauh!. Mengapa harus ada penganggu sih!!. Apa Barbara sudah tau dengan kondisi kita, yang sering mengalami teror seperti ini Dad?!." Sambung Zahira bertanya kepada sang suami. Zahira takut menantunya itu mengetahui fakta tentang keluarganya.
__ADS_1
PUG!!
Tepukan pelan mendarat di bahu Mommy Zahira. "Tenang saja. Demian akan mengatasinya nanti." Sahut Daddy Varro dengan tenang.
Mommy Zahira pun sudah biasa menghadapi masalah seperti ini. Dia dan anak-anak sudah sangat memaklumi hal-hal yang akan mengancam nyawa mereka sewaktu-waktu. Hanya satu yang mereka khawatirkan.
Bagaimana tanggapan Barbara soal ini. Soal keluarga suaminya yang ternyata mantan orang berpengaruh dalam dunia gelap dulu. Mommy Zahira takut menantunya itu akan mengalami shock dan tidak menerima kenyataan tersebut.
Daddy Varro tahu apa yang ditakuti istrinya Zahira sekarang. Tapi ia lebih percaya dengan sang sulung. Pasti bisa menyelesaikan semuanya. Seperti beberapa kejadian sebelumnya.
.
.
.
"Tuan!. Ini semua ulah Giorgio Abraham yang mengirim salah seorang anak buahnya untuk meneror kita. Tuan." Jelas Diego melaporkan ulah seseorang yang berani menyerang keluarga sang tuan bosnya.
"Aku sudah tau itu." Sahut Demian dengan raut wajah yang datar dan dingin.
Diego merasa takut, jika mode datar dan dingin sang tuan bosnya itu diperlihatkan. 'Sangat mengerikan. Seperti ingin memakan orang saja.' Bathin Diego.
"Kirim anak buah untuk menghabisi orang yang sudah berani menganggu ketenangan istri dan keluargaku!!." Titah Demian dengan wajah menggelap dan nafas yang memburu.
Diego mengangguk cepat dan langsung menuruti perintah tuannya. Bagi Diego, kalau sang tuan bosnya salam mode begini sangat menyeramkan. Apalagi ada seseorang yang harus tuannya itu lindungi. Dua nyawa yang menambah hidupnya berwarna. Istri dan calon anaknya.
.
.
__ADS_1