MENJADI IBU SUSU-MU

MENJADI IBU SUSU-MU
DEWI YUNANI


__ADS_3

Mata Gio tak berkedip. Memandang ciptaan Tuhan yang begitu indah di depannya saat ini.


Di banding wanita yang dulu ia rebut dari rivalnya. Kini ia malah dikejutkan dengan pesona gadis berambut merah yang ada didepannya. Meski sudah dikatakan tak gadis lagi dikarenakan sudah menyandang status menjadi nyonya Demian dan sedang mengandung benih Demian. Hal itu tak menyurutkan pesona dan aura kecantikan dari Barbara Annovra.


'Dia malah lebih cantik, dari yang aku kira. Bak Dewi Yunani. Mengapa semua yang di miliki Demian selalu bagus. Mengapa?!.' Gumamnya dalam hati. Merasa sebal dengan apa yang rivalnya miliki.


Barbara yang ditatap seperti itu pun merasa risih. Pandangan Gio tak lepas barang sedetik pun. Akhirnya untuk memecah keheningan. Barbara mencoba membuka obrolan dengan Gio, hati-hati.


"Anda tinggal sendirian dirumah sebesar ini, Tuan?."


'Bahkan suaranya saja lembut, bagai alunan musik klasik. Menenangkan jiwa.' Gumamnya lagi dalam hati.


Tak ada jawaban. Barbara mencoba menanyainya lagi. " Bisakah saya meminta air minum, Tuan?. Saya sangat haus." Ujar Barbara.


Mendengar kata haus dari gadis jelmaan Dewi Yunani yang ada didepannya kini. Gio langsung mengerjap. Membuyarkan lamunannya. "Ehmmm... Pelayan!." Teriak Gio memanggil maid yang ada di rumahnya.


"Bawakan semua makanan yang terbaik , serta berikan minuman yang sehat untuk gadis berambut merah yang ada di hadapanku ini. Cepat!." Titahnya kepada sang maid.


Maid yang mendapat titah tersebut hanya mengangguk, langsung berbalik bergegas mengerjakan apa yang tuannya itu katakan. Maid itu pun merasa heran. Biasanya sang tuan tidak pernah melakukan seorang wanita selembut dan seperhatian saat ini.


Jarang sekali dan ini untuk pertama kalinya. Maid itu melihat dan mendapat titah untuk melayani seorang wanita. Yang bahkan dia sendiri pun baru melihatnya.


"Tuan Gio, sedang kesambet apa ya. Apa dia lagi jatuh cinta." Maid yang bernama Indah itu bermonolog.


."Tuan, saya hanya meminta minuman bukan makanan. Tuan ini bagaimana sih." Ujar Barbara .


.

__ADS_1


Gio tak menyahut. Memilih untuk acuh apa yang dikatakan Barbara tadi. Membuat Barbara mendengus kesal.


Barbara yang masih setia duduk di atas ranjang king size milik Gio pun hanya diam. Sambil berdoa dalam hati. Semoga suaminya itu bisa segera menjemputnya. Membawanya pulang.


Gio yang melihat ketenangan Barbara pun merasa salut. Mengapa di saat-saat ia melakukan penculikan terhadap dirinya. Malah wanita itu tidak berteriak atau merespon panik. Justru sebaliknya, kini ia lihat Barbara sangat slow dan tanpa pemberontakan. Sungguh membuat penasaran saja.


"Apakah kamu, tidak takut denganku?." Tanya Gio memulai membuka obrolan.


Barbara menggeleng dengan wajah tenang dan tanpa ketakutan. "Buat apa takut. Anda pasti orang baik. Saya yakin itu." Ucap Barbara yang menatap mata Gio.


Gio yang ditatap seperti itu merasa salah tingkah sendiri. Dia pun mencoba menetralkan diri. Agar tidak terlihat seperti laki-laki yang tengah terbawa perasaan akan tatapan lembut wanita didepannya.


Ehem!


"Kau terlalu yakin. Nona." Sahut Gio.


Deg!


Gio terkejut. Semua yang dikatakan wanita itu benar. Selain cantik , Dia pun sungguh membuat sekitarnya merasa takjub akan kepekaannya terhadap orang lain.


"Kau....."


Saat Gio ingin membalas ucapan Barbara. Maid masuk dengan membawa beberapa makanan dan minuman yang sangat banyak menggunakan troli. Makanan dan minuman yang memiliki gizi yang sangat baik itu. Semua ada di depan mereka.


Membuat Barbara merasa lapar ingin sekali ia makan. Padahal sebelum penculikan juga dia sudah makan dengan para pengawalnya tadi di restoran yang ada di mall. 'Mengapa semenjak hamil, aku jadi lapar terus.' Gumam barbara dalam hati.


"Silahkan Tuan, Nyonya." Maid Indah mempersilahkan.

__ADS_1


"Terimakasih, mbak." Sahut Barbara sopan membuat maid itu sedikit melongo.


'Baru kali ini aku di perlakukan sopan seperti ini.' Bathin maid Indah.


Maid pun segera pamit undur diri dari hadapan Gio dan Barbara.


"Boleh aku makan, Tuan?." Tanya Barbara tiba-tiba dengan puppy eyes nya.


"Gemesin banget sih." Lirih Gio saat merasa lucu dengan tatapan Barbara.


"Tuan mengatakan apa ?." Tanya Barbara dengan kepala tengkleng ke kiri.


"Ehh... Tidak . Ayo silahkan makan. Jika kurang, nanti aku suruh pelayan ambilkan lagi untuk kau." Sergah Gio langsung dengan mengalihkan pembicaraannya.


'Oh Tuhan. Dia sangat menggemaskan. Tak tega rasanya jika aku menyakitinya. Demian, kali ini mungkin aku akan mengalah dari kau. Melihat istrimu membuatku lemah. Dia sangat magic.' Ucap Gio dalam hati sembari memegangi dadanya yang berdetak lebih kencang.


Sepertinya tujuan balas dendam Gio yang lupa untuk beberapa saat. Ketika melihat Barbara yang begitu cantik bak Dewi Yunani. Membuatnya tak tega dan hilang akal. Begitu kuat aura Barbara saat ini. Membuat Gio memiliki sosok adik atau apalah. Gio merasa nyaman dan sangat membuatnya tak mau lepas pandangan dari wanita bernama Barbara Annovra itu.


Glek!


B!b1rnya yang basah karena kuah sayuran. Membuat Gio menelan saliva. Seketika dia mengembuskan nafas kasar secara tiba-tiba. Membuat Barbra mendongak, menatap Gio heran.


"Tuan ,maafkan saya yang makannya agak rakus. Habisnya saya lapar. Tuan beneran tidak mau?!." Seloroh Barbara menyodorkan daging rendang yang memang disiapkan oleh maid tadi.


"Tidak. Terimakasih." Balas Gio.


.

__ADS_1


.


__ADS_2