
WARNING 21+
🔹🔹🔹
"Aku pulang!. Sayang!." Teriak Demian ketika melangkah menuju kamar mereka berdua.
Ceklek!. Pintu kamar ia buka. Menyembulkan kepala. Menatap sekeliling, tak ada istrinya dikamar.
Seketika senyum smirk Demian terbit. Mendengar gemricik air yang berasal dari kamar mandi. Buru-buru Demian melangkah ebih masuk ke dalam kamar, dan tidak lupa mengunci pintu. Ia menanggalkan benang yang menempel di tubuhnya. Segera ia susul istri tercintanya itu.
Saat ia didalam. Sungguh pemandangan yang sangat membuat h@sr@t l1bid©nya n@ik.
Wow. Begitulah ekspresi Demian sekarang. Menatap lapar kepada sang istri yang sedang berdiri di bawah guyuran air shower. Memperlihatkan tubuh bak gitar spanyol ,dan dua gundukkan buah semangka yang menggantung. Membuat sang pusakanya menegang.
Grep!
"Aaaaaaaa!!.." Pekik Barbara saat ada dua tangan melingkar di perutnya.
"Kamu sengaja ya, menggodaku. Hah?." Bisik Demian dengan suara serak menahan hasrat.
Barbara merasa geli, ketika buku halus suamimu menyentuh telinganya. Dan Barbara merasakan ada sesuatu yang menggesek-gesekan di bagian p@nt@tnya. Barbara menggeliat. Merasa terpancing.
"Aku tidak menggodamu mas. Aku memang sedang mandi saat ini." Jawab Barbara jujur.
Demian yang sudah kepalang nafsu. Langsung menggarap sang istri.
Mencumbu tengkuk leher sang istri dengan sesekali menyesap dan menggigit kecil.
"Akh.... Ahh..." Lenguhan dari bibir Barbara seperti alunan musik yang menghipnotis Demian saat ini.
Tangan Demian yang tadi melingkar di perut, kini pindah merem@s kuat dua buah semangka besar yang bergelantungan itu. Dengan posisi Barbara yang masih membelakangi Demian. Sungguh ini posisi en@k.
Gigitan dan sesepan kecil ,Demian sematkan di setiap inci tubuh sang istri. Sehingga membentuk tanda cinta yang begitu indah (Kissm@rk).
Demian membungkukkan badan Barbara kedepan sedikit. Dan "Blushhh....!" Pusaka sudah memasuki lembah surgawi dunianya.
Didiamkan barang sebentar, merasakan kepunyaannya di jepit dan di pijat enak. Sungguh , luar biasa bagi Demian saat ini. D3s@han dan erangan pun saling bersahutan di dalam kamar mandi.
"Ahh... Yeahh.. Ini enak sayanghh..." Racau Demian dengan tempo yang sedikit cepat.
__ADS_1
"Ahhh.. Mian.. Akh... akh... " Rintih Barbara menikmati setiap Hujaman sang suami. Pusaka besar nan panjang yang memasuki lembahnya sekarang.
Posisi mereka kini seperti meniru apa yang ada di film biru. Film pemersatu bangsa. Yang telah mengajarkan demian bercinta dan mencumbu mesra istrinya kini.
"Ahh.. Shitt.. Ini enak sekali sayang" Racau Demian lagi sambil memejamkan matanya. Merasa sangat enak saat miliknya di jepit lembah milik sang istri.
Plak
Plak
Plak
Tepukan antar b©k©n9 dan p@h@ menggema di kamar mandi. Dibawah guyuran shower menambah sensasi yang berbeda saat ini. Biasanya mereka akan melakukan ini di atas r@nj@n9. Kini mereka memiliki kesempatan merasakan sesuatu yang berbeda. Sungguh membuat mereka seperti terbang ke nirwana.
"Ahh.. Sayang .. Aku mau keluar!." Erang Barbara yang akan mencapai klim@ks untuk ke tiga kalinya.
"Kita keluar bersama Sayangh........." Sahut Demian dengan mempercepat tempo permainannya.
"Akh...!!!." Des@h mereka berdua saat merasakan pelep@s@n bersama.
Cup!
"Ah .. Kamu ini mas. Jangan minta lebih ya. Aku capek mas. Niat mau mandi sendiri. Malah kamunya datang." Keluh Barbara memanyunkan bibir.
Gemas dengan bibir sang istri. Demian m3lum@t sebentar bibir seperti ceri itu. "Ish! Mas!. Ayo . Aku bisa masuk angin ni mas!!." Protes Barbara ketika suaminya mencuri kecupan di bibirnya.
"Habisnya kamu sangat menggod@ sayang." Demian terkikik gemas pada sang istri.
Akhirnya tanpa drama minta tambahan ronde lagi. Kini mereka berdua bergegas menyelesaikan mandi yang tertunda.
Karena banyak iklan yang lewat.
.
.
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
__ADS_1
Adzan Maghrib berkumandang. Memanggil semua umat Islam untuk berbondong-bondong melakukan kewajibannya. Melapor kepada sang pemilik hidup.
.
.
.
"Mas.. Aku pingin ke Mall." Celetuk Barbara dengan mulut penuh makanan.
Demian mendongak menatap istrinya. "Ke Mall?. Tumben banget sih, Yang. Biasanya juga nunggu weekend. Sama aku nanti."
Tukasnya, dengan menatap heran sang istri. Semenjak hamil, istri yang dia anggap kalem. Kini menjadi wanita yang sangat sedikit agresif dan tak mau diam. Alias banyak maunya.
"Aku pingin beli sesuatu , mas. Boleh ya?. Please. And satu lagi. Aku mau nonton film "Pathan" yang dibintangi aktor favoritku. Aduhhhayyyyy..." Ujar Barbara dengan suara memelas dengan gaya seperti anak kecil yang meminta mainan.
"Kamu mau nonton film ,tanpa aku. Yang?!." Tanya Demian lagi. Merasa cemburu,jika istrinya menyebut pria lain
Meski itu aktor atau apalah, yang jelas-jelas jauh dari jangkauan. Tapi tetap saja merasa cemburu.
"Iya dong mas. Kan mas sibuk. Aku akan meminta Algojo, menemaniku saja nanti. Gimana?!." Tawar Barbara dengan santainya, membuat Demian semakin terbakar api cemburu.
Padahal hanya Algojo. Seorang bodyguard yang memang ia percayakan menjaga istrinya. Menyebut nama pria lain saja, bikin Demian kebakaran jenggot.
Barbara yang melihat suaminya gelisah seperti menahan cemburu pun ,hanya mengulum senyum. Merasa lucu, menggoda sang suami.
"Gimana mas?!." Barbara bertanya lagi dengan nada sedikit meledek.
Demian yang teringat kemarin akan mangga muda yang membuat istrinya menangis pun. Hanya mengangguk pasrah. Alih-alih ingin melarang, justru dia dibuat panik. Dengan tangisan kencang sang istri. Masalah sepeleh menjadi besar jika berhadapan dengan ibu hamil yang satu ini.
"Terima kasih. Mas." Ucap Barbara beranjak dari duduknya dan langsung memeluk suaminya erat. Menghujani kecupan di seluruh wajah suaminya dengan cepat.
"Tapi jangan aneh-aneh ya.. Jangan pegang-pegang tangan Algojo!. Awas saja. Jika berani, aku akan, beri kau hukuman!." Ancam Demian.
Justru membuat Barbara tertawa geli akan tingkah suaminya. "Siip Okeh! Sayang!!.." Sahut Barbara dengan mengeringkan satu matanya.
.
.
__ADS_1