MENJAGA JODOHMU

MENJAGA JODOHMU
Episode 1


__ADS_3

“kak.. kak dio benaran mau kuliah diluar negeri?” tanya asela dari depan pintu kamar claudio. Itu kebiasan dio, saat dia sedang membaca dikamarnya, pintu kamarnya akan dibiarkan terbuka.


“iya emang kenapa?” tanya dio, dia masih asik saja membaca.


“kak.. boleh aku masuk?”


“nggak boleh, aturannya perempuan itu nggak boleh masuk kekamar cowok yang bukan suaminya” jawab dio tegas. Dia tidak  mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya.


“yeeee kak dio, kalau udah suami istri ngapin pake ijin segala.. boleh ya kak.. pintunya nggak usah ditutup kak”


“nggak boleh.. pokoknya nggak boleh..” kata dio tidak tergoyahkan.


Claudio adalah kakak dari Mario sahabat terbaik asela sejak kecil, mario dan asela telah bersahabat sejak mereka masih SD, mario yang adalah teman sekelas asela sekaligus tetangganya asela, dan Karena persahabat mereka, asela sering datang bermain dan belajar kerumah mario, selain itu juga ibu


asela dan ibu mario adalah teman sejak mereka kecil, sehingga ibunya mario memperlakukan asela seperti anaknya sendiri.


Ibu asela meninggal dunia saat asela masih kecil, kemudian ayahnya menikah lagi, sejak itulah asela tinggal dan dibesarkan oleh neneknya ibu dari ibunya. sedangkan keluarga mario, mario adalah putra bungsu, dia punya dua orang kakak laki-laki. dahulunya mario dan keluarganya tinggal dikota besar tetapi setelah kematian ayah mereka, ibu mario, mario dan satu kakak kedua nya, mereka pulang kekampung halaman ibunya sedangkan kakaknya yang tertua tetap tinggal dikota tempat tinggal mereka yang lama. Karena persahabatan asela dan mario, kakaknya mario menjadi seperti kakak asela juga, saat mereka memerlukan bantuan guru privat claudio kakak mario akan selalu membantu mereka, sebenarnya itu bukan keinginan claudio untuk membantu kedua adiknya tapi karena perintah ibu, claudio iklas membantu mereka. Dan sejak itu pula asela  mulai menyukai claudio. Yang menurut asela, claudio itu cowok tertampan, cowok terpinter, dan cowok terbaik.


“kak.. ada yang mau aku katakan sama kakak, ini rahasia kak..malu kalau didengar orang, boleh ya aku masuk?” kata asela setengah memaksa, tapi dia masih berdiri didepan pintu, asela cewek yang agak tomboy


tapi dia bukan cewek yang genit, dia tau aturan, neneknya mengajar asela dengan keras soal sopan santun, secantik apapun atau sepandai apapun kamu kalau tak punya sopan santun tak ada artinya kamu sebagai manusia kata neneknya dulu, dan itu selalu diingat asela.


“nggak boleh..kalau kakak bilang nggak boleh ya nggak boleh..” akhirnya dio melihat kearah asela. Mendengar itu asela cemberut, tapi kemudian dia tersenyum manis.


“kak.. sela janji, nggak akan dekat-dekat kakak, sela duduk disitu.. boleh ya kak..” kata sela sambil menunjuk tempat didekat pintu, dia tak menyerah. Karena claudio tak berkata apa-apa asela langsung masuk dan  mengambil kursi belajar claudio dan meletakkannya didekat pintu kemudian dia duduk. Semua itu hanya diikuti dengan mata oleh dio, dia tak bisa protes lagi.


“jadi sekarang mau apa?” tanya claudio cuek dia mulai membaca lagi.

__ADS_1


“kak.. sela suka sama kakak..” kata sela pelan, dia agak malu-malu. Tapi dio tak menjawab. Entah tak kedengaran atau pura-pura tak terdengar.


“kak dio.. sela suka sama kakak..” kata sela lagi lebih keras, tapi dio tetap diam. Mungkin sedang meresapi kata-kata asela. Sela hampir mengatakan lagi ketika..


“eh anak kecil.. berapa umurmu sekarang.. baru smp aja udah kegenitan kayak gitu..” kata dio akhirnya. Dia kesal diteriaki kata-kata aneh itu, menurut dio.


“ih kak dio, aku sekarang udah mau masuk smu.. lagipula teman-teman sela juga udah banyak yang pacaran kok..”


“dan kamu mau ikutan mereka.. sekolah dulu sana.. kalau udah selesai kuliah baru cari pacar..”


“kak, kalau selesai kuliah itu cari kerja bukan cari pacar.. lagi pula sela juga mau nunggu kakak selesai kuliah kok.. kemudian sela pacaran sama kakak..” kata sela, waktu menyebut kalimat terakhirnya dia tersenyum malu-malu.


“sudah ah keluar sana.. kamu itu bukan tipe kakak.. kakak itu suka perempuan yang kayak mami.. lemah lembut, kemayu..sedikit bicara, nggak kayak kamu..  sekarang ayo sana keluar...” kata dio sambil menggerakkan tangannya menyuruh keluar.


“ih kakak.. kalau udah tua sela juga pasti kayak mami.. anggun.. lemah lembut..”


“pokoknya sela mau jadi pacar kakak.. jadi kalau kakak diluar negeri  nggak boleh pacaran ya..” kata sela lagi sebelum dia keluar dari kamar dio.


“jangan mimpi anak kecil..” kata dio keras. Setelah memastikan sela pergi Dio kembali membaca seakan-akan tidak terjadi sesuatu, tak lama kemudian seseorang telah berdiri lagi didepan pintu kamarnya.


“apalagi sih.. kamu nggak ngerti juga..” kata dio terdengar kesal. Kemudian dia sadar siapa yang berdiri didepan pintunya itu.


“eh mami.. kenapa mi?” tanyanya kagak kaget.


“kalau mami boleh masuk kan?” tanya maminya dio dengan lembut.


“pasti dong mi.. inikan masih rumah mami..” kata dio bercanda pada maminya. Mamipun masuk dan duduk didekat dio.

__ADS_1


“mami dengar pembicaraan kalian tadi..” kata mami memulai pembicaraan.


“yang mana mi?.. maksudnya?” tanya dio pura-pura tidak mengerti.


“ituuu... pembicaraanmu dengan asela..” kata maminya lagi sambil tersenyum, dio memukul jidatnya pelan


“ah mami.. kata-kata anak itu nggak usah didengar.. maklumi aja mi..” kata dio.


“tapi mami suka kok kalau kalian memang jadian..asela anak yang baik loh dio” kata mami lagi dia tersenyum manis pada dio.


“miii.. itu pernyataan yang nggak banget.. kalau mami ingin sela jadi mantu mami, mami bujuk aja si rio biar dia yang jadi pacarnya sela.” Kata dio agak kesal pada maminya. Dio cemberut pada maminya.


“tapi kan si sela sukanya sama kamu dio..” kata mami lagi, sedikit membujuk. Dia tersenyum manis sekali.


“mi.. udah deh.. sela itu bukan tipe aku, lagi pula dia itu sudah ku anggap seperti kembarannya rio, jadi kalau mami minta aku harus sayang mereka sebagai adik, aku sayang banget sama mereka mi.. itu nggak perlu mami ragukan.. tapi kalau mami minta yang lain udah deh nggak usah berharap mi..” kata dio super serius pada maminya


“lebih baik mami tanya.. gimana kuliah ku diluar negeri?”


“kalau soal kuliah, mami sih nggak pernah ragu, anak-anak mami kan pinter semua..dari siapa dulu dong bibitnya” kata mami sedikit menyombongkan dirinya, dia tersenyum lebar. Dan sekali lagi dio memukul


jidatnya, tapi kali ini dia tertawa.


“tapi beneran loh dio.. soal sela itu.. bisa nggak dipikirkan lagi..mami berharap banget dia bisa jadi mantunya mami..” kata mami saat dia mau beranjak pergi.


“mami.. udah deh.. bikin kesal aja.. iiiiihh..” kata dio, kedua alisnya mengerut memandang maminya sambil menopang dagunya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2