
Sore itu seorang kurir mengantarkan barang datang ke rumah mereka, mengantarkan obat pesanan asela dan aldi.
“mariooo.... obat yang asela pesan udah datang.. aku terima ya..” teriak claudio yang kebetulan sedang berada diteras rumah, jadi dia yang menerima pesanan itu. Mario dan ibu mereka segera keluar untuk melihat obat
pesanan yang mereka tunggu itu. Aldiano yang mendengar nama asela disebut dia agak terkejut dan jadi penasaran, diapun bergegas keluar.
“rio.. katanya obatnya mahal, kenapa kalian belinya dua.. bukankah ini katanya untuk dicoba dulu? Kasian sela harus membayar mahal..” tanya mami ketika melihat obat yang dipesan itu.
“kok dua mi, kata asela dia hanya pesan satu.. aku juga ngasih uang buat patungan ya hanya untuk satu obat mi..” mario juga penasaran. Aldiano yang telah tiba didekat ibu dan adiknya mendengar itu jantungnya jadi
berdebar.
“asela itu siapa mi?” tanya aldi penasaran tapi suaranya terdengar datar dan tenang. Mami tersenyum mendengar pertanyaan putra tertuanya.
“oh..sela.. Dia gadis yang baik, mami sangat berharap dia bisa jadi calon mantu mami..” kata mami dia tersenyum menatap anaknya. DEG.. aldi mengerutkan keningnya.
“maksud mami?” tanya aldi suaranya masih datar dan tenang padahal dia gelisah dan ingin memastikan.
__ADS_1
“ada anak gadis namanya asela, dulu dia tinggal dekat rumah kita.. gadis itu cantik dan baik nho, mami
ingin sekali sela itu bisa jadi mantu mami.. bantu mami berdoa ya..” mami melirik claudio yang berjalan melewati mereka dengan cuek menuju kamarnya dan berbuat seakan tidak mendengar yang dikatakan maminya.
“ih mami.. sudah ah.. jangan bahas itu lagi.. kalau memang jodoh pasti nggak kemana.. cinta itu nggak bisa dipaksa mi..” kata mario terdengar kesal pada maminya, padahal dia sebenarnya kesal pada kakak keduanya claudio kalau memang nggak suka sama asela dia bisa bilangkan, mario tau sebenarnya asela itu hanya terobsesi pada kakaknya, buktinya tempo hari waktu ada cowok baik dan tampan yang coba mendekati asela, asela mulai suka juga, tapi sayang mario jadi kesal bila mengingat kejadian itu lagi, cowok itu ternyata hanya
ingin mempermainkan asela, karena permintaan saudaranya yang ingin balas dendam pada mario karena menolak cinta saudaranya itu. Berbeda dengan mario, aldiano terdiam memandang tajam mario, jadi mario laki-laki yang dikatakan asela yang memiliki hatinya pikir aldi.
“iya maafkan mami.. tapi mami bolehkan berharap kan, mami suka sama sela, dia gadis yang baik dan cantik loh..” kata mami mereka lagi, dan dia merasa aneh dengan putra tertuanya yang terdiam mendengar pembicaraan mereka.
“asela itu teman mario nho..kalau kamu kenal sela itu.. kamu pasti akan menyukainya, dia baik dan lucu” mami berkata pada aldiano sambil menepuk pelan pipi anaknya dan tersenyum, mami sedikit tidak suka dengan diamnya aldi, diamnya kali ini sepertinya menakutkan, walaupun keseharian anaknya yang itu
“mario.. sampaikan terima kasih mami pada asela..jangan lupa tanya sela kenapa belinya dua..” kata mami pada mario sebelum anak itu masuk kekamarnya.
“nggak usah bertanya pada asela, mario.. obat yang satunya aku yang pesan..” kata aldiano masih tetap tenang. Mendengar itu semua orang berbalik memandanginya.
“kalau kakak mau beli obat itu kenapa nggak kasih tau kita kak.. kan sayang uangnya bisa” kata mario, tapi dipotong kakaknya.
__ADS_1
“nggak apa-apa setidaknya kamu jadi tau betapa perhatiannya pacarmu itu pada mami.. kalau kau ingin uangmu kembali nanti aku berikan, tapi ingat jangan kasih tau asela soal ini semua” kata aldiano. Rio memandang kakaknya segan, aldiano dikeluarganya dikenal sebagai seorang yang sangat berwibawa,
tenang dan tegas, kata-katanya selalu didengar, apalagi setelah kematian ayah mereka kakak mereka itu yang mengambil semua peran sebagai ayah bagi mereka.
“nggak usah kak..uangnya nggak perlu dikembalikan, kitakan niatnya beli obat itu juga buat mami..” kata mario tersenyum pada kakaknya.
“Dan soal asela aku setuju kak.. asela itu bukan hanya cantik, dia juga sangat baik.. bahkan bukan hanya pada mami tapi pada semua orang..” kata mario lagi dengan lantang seakan-akan ingin didengar oleh kakak
keduanya claudio. Tapi perkataan mario itu kembali membuat aldiano merasa aneh dan berpikir keras. Mami mereka memeluk tangan putra tertuanya itu dia merasa senang.. seakan-akan putranya itu setuju dan memberinya harapan untuk menjadikan asela menantunya, dia tersenyum dan berdoa dalam hati.
“terima kasih.. ano.. kamu paling mengerti mami..” katanya lembut pada putranya. Aldi tersadar ketika maminya memeluk tangannya.
“jadi sekarang karena obatnya sudah tersedia, mami jangan lupa harus minum obatnya ya..” aldi membalas memeluk ibunya dengan lembut, tapi jantung aldiano berdenyut sakit, jadi asela pacar adiknya dan mami terlalu berharap mereka bisa menikah, aldiano memandang mami dan adiknya dengan pasrah.
“ada apa denganmu aldi, bukankah kamu punya pacar yang sangat kamu cintai” katanya pada dirinya sendiri, tapi perkataan itu tak bisa menghilangkan sakit didadanya. Dan malam itu dia langsung menelpon pacarnya. Dan sejak hari itu aldi tak pernah lagi menelpon atau sms an dengan asela, walaupun rasanya rindu teramat dalam dan sangat menyakitkan tapi aldi menahan dirinya tak mau jadi masalah, terlalu banyak hal yang harus dia pertimbangkan. Asela juga merasa aneh karena vampir itu tak pernah menelponnya lagi, tapi asela cuek saja, bukannya dulu juga dia pernah seperti itu, ada yang mendekatinya tapi kemudian pergi entah kemana, biarkan saja pikirnya toh yang paling dia sayang kan adalah kak claudio dan masih ada mario sahabatnya yang
selalu bersamanya, tapi dalam hati kecilnya dia sebenarnya sangat rindu juga pada vampir tampan itu.
__ADS_1