
“jadi sekarang kita statusnnya pacaran ya.. trus apa yang mau dilakukan?” tanya aldiano pada sela saat dia menjemput sela pulang kantor satu hari setelah lamaran itu.
“ya pacaran lah kak.. jalan-jalan.. ngobrol-ngobrol.. atau nonton bioskop berdua.. dan lain-lain.. emang kak ano belum pernah pacaran?” jawab asela cuek, kesal juga sela mendengar pertanyaan aldiano.
“pacaran sih.. aku pernah punya pacar sela.. tapi berhubung aku terlalu sibuk bekerja, jadi pacaranku selama ini paling tinggi berdua sama pacar itu hanya untuk makan malam.. atau menemani saat ada undangan acara dan sebagainya.. hanya kayak gitu..” aldiano menjawab pertanyaan sela dengan tenang, mendengar jawaban aldi asela memandangi aldiano tak percaya.
“aku serius sela.. nggak bohong.. aku mulai pacaran sejak kuliah, waktu itu aku sudah memulai menintis usahaku, pacaran waktu itu hanya untuk status, saat usahaku sudah mulai sukses aku pacaran lagi dengan artis itu, tapi kami berdua terlalu sibuk.. jadi yaa pacaran bisa dibilang hanya untuk kebanggaan aja..”
“waah kasian banget kak.. kan biarpun sibuk kalian bisa pacaran jarak jauh.. pakai telpon dan sebagainya..” tanya sela masih tak percaya.
“aku nggak suka menelpon untuk sesuatu yang hanya basa-basi sela..”
“nah.. kan,, bohong.. kok sama aku menelponnya sampai berulang-ulang, nggak ada bosannya juga..” kata sela cemberut. Mendengar iti aldiano terbahak.
“ya beda sela kalau sama kamu.. kamu itu hiburanku sela..” kata aldi disela tawanya.
“idiiiih.. jadi aku dianggap pelawak dong..aku nggak mau pacaran sama kak ano” sela ngambek, membuat aldi spontan menarik sela dan memeluknya, sela tak menolak pelukan aldi itu dan dia ikut tertawa.
“iya aku minta maaf.. dan sekarang aku siap pacaran seperti yang sela mau..” kata aldi pada sela kemudian dengan lembut aldiano mencium jidat sela. Mereka diam sesaat, dan asela yang lebih dulu sadar kalau mereka masih diparkiran kantor.
“oke kalau begitu kita pulang sekarang untuk ganti baju kemudian kita jalan cari makan.. ayo..” sela mendorong aldiano supaya menyetir mobilnya dan membawa mereka pergi. Merekapun tiba disebuah restoran.
“kak.. kan kalau kak ano sama pacarnya keluar makan kayak kita ini, kan bisa ngobrol-ngobrol juga..” tanya sela memulai pembicaraan, dia masih bingung dengan cerita aldiano dengan gaya pacarannya yang dulu.
“ya karena aku sibuk, kadang menelpon clien atau asistenku, kadang juga membaca email atau sekedar menjawab sms dan lain-lain..” kata aldi dengan santai.
“kok sekarang kak ano nggak sibuk menelpon atau..”
“ya.. kan hpnya dimati sela..”
“kan sama pacar kak ano yang dulu juga bisa mematikan hp..”
__ADS_1
“iya juga sih.. Cuma entahlah waktu itu aku nggak ingin aja mematikan hp.. kalau sedang sama sela, rasanya mengganggu banget kalau harus menerima telpon atau kerjaan..”
“uh kak ano gombal..” asela pura-pura kesal padahal dalam hatinya dia sedang berbunga-bunga. Kata-kata asela itu membuat aldi tertawa.
“kak.. setelah sela pikir-pikir..kita..kita..” kali ini sela bicara mulai serius, tapi karena di pandangi oleh aldiano dengan tatapan yang serius sela jadi ragu untuk mengatakan apa yang dipikirkannya.
“ada apa.. apa yang kamu pikirkan..” aldiano tersenyum lembut dan *** tangan asela seakan memberi semangat pada sela.
“itu kak.. setelah sela pikir-pikir.. kita nggak usah pacaran aja ya kak..”
“ya..” aldiano memandang asela mulai bingung.
“nggak.. soalnya kan.. mami lagi sakit.. kita juga nggak tau kapan mami akan..” mengingat mami yang sakit sela mulai meneteskan airmata. Aldi tersenyum lembut dan menghapus air mata sela.
“jadi maksud sela..kita nggak usah pacaran lagi..” aldiano masih tersenyum tapi dalam hatinya dia benar-benar kacau.
“iya kak.. kita nggak usaha pacaran lagi.. kita menikah aja ya kak, seperti keinginan mami..” dan sela mulai terisak. Aldiano pindah duduk disamping sela dan memeluknya, hatinya berbunga bahagia.
“ih.. dasar kak ano mesum..” sela berhenti menangis dan menjauh dari pelukan aldi, tapi kemudian dia tersenyum.
“maksudnya bukan siap yang itu.. pikiran kamu tuh yang mesum.. maksud kakak.. dari segi materi, kakak udah punya rumah, mobil dan pekerjaan yang mapan.. dan dari segi umur kakak sekarang telah berumur 31
tahun, jadi kakak udah layakkan buat menikah..”
“ternyata selisih umur kita 5 tahun ya kak..kalau dipikir dari kelasnya kak ano ku pikir selisih 6 tahun..”
“itu karena aku pinter sela.. jadi..”
“sombong.. kak dio sama mario juga sangat pinter..” sekali lagi aldiano tertawa mendengar perkataan asela itu. Tapi pembicaraan mereka disela oleh pelayan yang telah mengantar makanan mereka. Merekapun mulai makan, dan pembicaraan mereka berubah haluan ke soal makanan kesukaan asela dan makanan kesukaan aldiano, aldiano begitu bahagia makan bersama sela, tak terasa malampun semakin larut. Tak biasanya aldiano tak peduli dengan waktu, baginya waktu itu sangat berharga, tapi bersama asela ingin rasanya waktu itu bisa berhenti tapi aldiano orang yang selalu rasional, dia tau dia seperti ini semua karena asela.
“sudah malam sela kita pulang ya..” kata aldiano mengakhiri pembicaraan mereka.
__ADS_1
“astaga ternyata udah jam 10 ya kak..” setelah melakukan pembayaran merekapun pulang dengan bahagia.
“kak.. sela serius, kita menikah ya kak..” kata sela pelan
“kamu yakin..?”
“iya kak.. kan pada akhirnya kita tetap akan menikah kak.. jadi kenapa tidak saat mami masih hidup..” aldiano tersenyum
“sela.. ok kita menikah minggu depan..” kata aldiano dengan pasti. Sela manggut-manggut tapi kemudian dia sadar.
“ih kak kok minggu depan..” kata asela seperti kaget.
“jadi kapan dong pastinya sela? Tahun depan atau dua tahun depan..” jawab aldi dengan tenang
“gimana kalau dua bulan depan..” kata sela malu-malu.
“kayaknya masih kelamaan, dua minggu depan ya..” kata aldiano melirik sela.
“ih kakak.. kok kita tawar menawar kayak tukang jual tomat dipasar..” protes sela, tapi malah membuat aldiano tertawa.
“ok nggak pake tawar-tawar lagi, kita menikahnya bulan depan..”
“hmm.. boleh juga kak.. sela akan bicarakan dengan papa..”
“yakin sela.. harganya udah nggak bisa di tawar lagi ya....”
“KAK ANO iiiiih dasar..” aldiano tertawa bahagia mendengar teriakan asela. Kalau tidak sedang mengendarai mobil,dan sudah tengah malam mungkin dia akan melompat turun dan memeluk asela dengan kegirangan. Walaupun begitu dia tetap saja memegang tangan asela dan menciumnya.
__ADS_1