MENJAGA JODOHMU

MENJAGA JODOHMU
Episode 17


__ADS_3

Seminggu setelah pernikahan aldiano dan asela, mami mereka meninggal dunia dengan tenang. Mereka semua menangis dengan sedih walaupun mereka telah mengetahui dan menyiapkan hati mereka untuk perpisahan itu, tapi kematian tetap membawa kesedihan bagi anak-anaknya dan semua saudara, kerabat


dan sahabat mami mereka. Wanita yang baik itu terlalu dicintai oleh banyak orang. Didepan kerabat dan keluarga aldiano terlihat tegar, dia dengan tenang mengurus semua keperluan pemakaman maminya. tapi tidak didepan asela istrinya, dia tau betul perasaan suaminya, saat tidak ada orang lain yang bersama mereka


aldiano menangis tersedu dalam pelukan asela.. dan asela dengan penuh cinta mendampingi dan memberi semangat pada suami.


“maafkan aku sela.. harusnya minggu-minggu ini kita sedang bulan madu.. tapi..” kata aldiano ketika dia sedang bersandar di pundak sela, selesai menangis.


“bukan masalah kak.. selama kak ano dan aku sehat kita bisa melakukan itu lain kali kan..” kata sela membelai lembut kepala suaminya.


“aku rencananya mau mengajak mami ikut bersama kita..dan kita bisa berlibur bersama tapi ternyata Tuhan berkehendak lain..” kata aldiano dan dia kembali menangis.


“mami seperti ini lebih bahagia kak.. setidaknya sekarang mami tidak merasakan sakit lagi..sela sangat kasihan melihat mami kesakitan kak” Sela memegang wajah suaminya dengan lembut dan menatap dengan penuh cinta.


“relakan mami ya kak..mami disana sudah tenang.. kalau mami melihat kita disini menangis seperti ini dia pasti sedih..” sela menghapus air mata suaminya dan mencium lembut bibir suaminya.


Kenang indahlah yang membuat kita sedih dengan kematian. Walaupun semua manusia tau bahwa kematian itu adalah bagian dari hidup dan takdir kita.. tetapi saat kita bertemu dengan kematian dari orang atau sesuatu yang sangat kita cintai dan sayangi kita pasti akan merasakan kesedihan yang dalam.


Turut berduka cita buat aldiano dan istrinya, claudio, dan mario.


SELESAI...

__ADS_1



EPILOG



Dreeeet.. dreeet... hp asela berbunyi, terlihat nama kak vampire yang memanggil. Asela yang baru selesai mandi sore itu langsung mengangkat hpnya.


“halo kak ano suamiku sayang..” sapa asela dengan riang. Aldiano dengan asela setelah dua bulan menikah mereka kembali ketempat mereka masing-masing dengan perjanjian asela akan mengajukan pindah kerja mengikuti suaminya. Dan sambil menunggu pembuatan surat pindah asela itu mereka bergantian saling


mengunjungi, kadang asela yang ke tempat aldiano, kadang juga aldiano yang kerumah asela.


“aku kangen sela.. kapan kamu akan kesini..” suara aldi memelas.


“sela.. sampai kapan kita seperti ini.. kamu janjikan sama aku untuk mengurus kepindahanmu kesini, mengikuti suami tercintamu ini.. kenapa sampai sekarang kamu belum juga pindah sayang..kita menikah sudah empat bulan sela dan selama itu istriku jauh dari aku..” aldi yang biasanya selalu ceria menelpon istrinya tapi kali ini terdengar sedih.


“iya kak.. bulan depan ya.. sela akan mengurusnya..”


“ayolah sela.. kita harus membuat bayi..”


“ih kak ano aja yang kurang tokjer.. kita udah membuatnya banyak kali tapi sampai sekarang sela belum hamil juga, ada yang lain cuma sekali langsung bisa hamil”

__ADS_1


“WHAAT...sela jangan bikin aku tamba sakit kepala.. bukan itu maksudku..”


“jadi maksudnya kak ano apa..”


“pokoknya sela bulan depan kamu udah harus pindah kesini.. kalau nggak aku akan buat kamu berhenti kerja..penghasilanku lebih dari cukup untuk menghidupimu dan anak-anak kita nanti.. tapi karena aku menghargai keinginanmu aku nggak memaksamu berhenti kerja.. tapi ingat aku masih punya batas sabar sela.. bulan depan nggak boleh lebih..” kata aldiano tegas.


“ih kak ano menakutkan..” kata sela yang dibuat terdengar takut.


“iya maafkan aku.. tapi sela.. aku benar-benar memerlukanmu disini sayang.. please sela..” aldi merasa bersalah tapi dia benar-benar frustasi merindukan istrinya.


“baiklah.. tiga jam lagi dari sekarang jemput aku dibandara disana sela..”


“kak ano sekarang dimana..”


“dibandara sedang menunggu pesawat, pokoknya malam ini kita habiskan waktu dengan membuat bayi sela.. awas kalau kamu menyerah, dan aku nggak mau kalau nggak ada perlawanan darimu.. jadi jangan tidur dulu.. tunggu aku sela..” aldiano tersenyum.


“IH KAK ANO NEKAD..” teriak sela dengan manja. Disana aldiano tersenyum lebar.


Terima kasih telah dengan setia membaca novel saya.. semoga cerita ini bisa menghibur.


 

__ADS_1


 


__ADS_2