
Sepuluh tahun kemudian,
claudio telah selesai kuliah dan bekerja disalah satu perusahaan minyak terbesar diindonesia dan sekarang dia telah menjadi manager diperusahaan itu, tapi sampai sekarang karena terlalu fokus bekerja atau karena alasan yang lain tapi yang pasti dio belum juga menikah.
Asela dan mario pun telah selesai kuliah dan mulai bekerja. Asela dan mario saking bersahabatnya sampai kuliahpun mereka kuliah di fakultas dan jurusan yang sama, tapi saat bekerja mereka akhirnya berpisah. Sela lebih memilih jadi PNS, dia sebagai staff penguji kendaraan bermotor di kota C. dan setelah kematian neneknya, sela pindah dan menetapan di kota c. kota c itu kota kecil yang terletak tidak terlalu jauh dari kota mereka kira-kira 50 km kearah utara. Dikota C ayahnya membelikan rumah untuk asela, dan dari gaji yang asela kumpulkan dia membeli mobil bekas yang lumayan bagus.
Sedangkan mario dia bekerja dibandara sebagai staff teknik. Meskipun terpisah mereka masih tetap saling berhubungan, selain itu juga, sesekali saat libur asela datang ke kota mereka yang lama untuk bertemu
teman-temannya atau hanya sekedar jalan-jalan, kadang juga datang kerumah mario kangen dengan ibunya mario.
Sore itu Sela dalam perjalan pulang kekota C selesai ikut acara reuni dengan teman-teman SMP mereka, Ketika pulang sela lewat jalan potong berharap bisa cepat tiba dirumah tapi ternyata dijalan itu terjadi peralihan jalan, sela kesal dan dia mengikuti arah yang tunjuk oleh petugas, jalan itu sebenarnya belum pernah dilewati oleh asela tapi dengan nekat asela mengikuti jalan itu.
“ah... mobil yang didepan itukan mobil dari kota C, ikuti dia aja ah..” pikir asela dia bisa mengetahui asal mobil itu dari kode plat mobilnya. Dengan perlahan dan mantap asela mengikuti mobil double cabin didepannya. Setelah hampir setengah jam mereka berjalan tiba-tiba mobil yang didepan itu berhenti. Sela kesal karena mobil itu seakan berhenti ditengah jalan. Sela membunyikan klakson berharap mobil itu meminggirkan mobilnya. Tapi bukannya meminggirkan mobilnya, sopir atau mungkin pemilik mobil itu dia turun dari mobilnya. Seorang cowok dengan perawakan tinggi, kurus, dan kulitnya putih mulus seperti tidak pernah kena sinar matahari, kayak vampir pikir asela.
“woiiii dipinggirin dong mobilnya..” teriak sela dia kesal. Dia menurunkan kaca mobilnya dan kepalanya sedikit dikeluarkan dari mobilnya. Tapi pemuda itu hanya memandang mobil asela dengan cuek, tanpa rasa bersalah atau pun sekedar tersenyum merasa bersalah. Tapi Saat asela melihat wajah cowok itu dalam hati asela memuji ketampanan cowok itu, wow keren juga kayak aktor jo in-sung pikir sela. Jo in-sung adalah aktor korea yang membintangi drama that winter the wind blows, drama korea lama yang baru ditonton asela, karena rekomendasi teman kantornya yang katanya bagus.
“kak tolong dong.. minggirin mobilnya..” kali ini setelah tau cowoknya keren asela jadi agak sopan. Tapi kali ini cowok itu bahkan tidak mempedulikan asela. Dia berjalan kebelakang mobilnya dan mulai menurunkan
barang-barangnya. Melihat itu asela mulai kesal.
“kak.. bisa dengar nggak sih.. tolong dong diminggirin mobilnya” kata asela, diapun telah turun dari mobilnya. Cowok itu memandang asela dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Kemudian sebuah senyum tipis
__ADS_1
terlihat dibibirnya. “ih ternyata kalau dilihat dari dekat wajah cowok itu cantik kayak perempuan, nggak ada unsur gagahnya, jangan-jangan banci atau gay kali..”kata sela pada dirinya sendiri.
“kenapa dhek.. ada yang salah?” tanya cowok itu dengan cuek, suaranya woow kayak jadi ingat lagu kesukaan sela dan rio saat kecil ‘shaggy hey sexy lady..’ ngebass banget.. pikir asela.
“itu kak..mobil kakak diparkirnya ditengah jalan..”
“emang kenapa kalau parkir ditengah jalan?” tanya cowok itu kali ini dia memandangi asela agak menantang, dia telah menyadari sesuatu.
Brengsek juga ni cowok, awas aja kalau datang menguji kendaraannya pikir sela lagi, asela melirik plat uji kendaraan itu sepertinya sudah waktunya untuk diuji lagi.
“ya elaaa.. emang kakak baru belajar mengemudi ya.. kan nggak boleh parkir ditengah jalan..” kata asela agak kesal.
“tapi jalan ini milik aku, suka-suka aku dong..” katanya lagi. Kali ini senyumnya terlihat mulai lebar.
“jalan raya itu batasnya tuh di sana..dan ini jalan milik aku pribadi” kata cowok itu sambil menunjuk dengan kepalanya.
“maksud kakak?” sela memperhatikan sekitar mereka, tidak jauh dari tempatnya berdiri ada sebuah rumah tidak terlalu besar tapi terlihat asri dan indah, pasti indah dikamera pikir sela hobi memotret membuatnya dia berpikir begitu.
“ya maksudnya kamu itu salah jalan, masuk rumah orang dan marah-marah lagi.. mau mampir ke rumah saya? ayooo” cowok itu sedikit becanda.
“tapi ini jalannya aspal kak.. jangan becanda kak..” kata asela sedikit ngotot.
__ADS_1
“emang kalau milik pribadi jalannya nggak boleh dibuat aspal ya?” sela menatap cowok itu ingin memastikan kebenaran. Dan cowok itu balik menatap asela. Tiba-tiba asela merasa jantungnya berdebar kencang sekali,
mungkin takut kali pikir sela.
“kakak yakin aku salah jalan?” tanya asela pelan, wajahnya mulai memerah malu.
“iya cantik.. jalan raya itu disana itu, terus aja kekiri.. kira-kira 8 km lagi kamu akan tiba di kota B..” kata cowok itu. Dia tersenyum manis sekali. Tapi kata-katanya yang terakhir itu membuat sela bingung.
“kok kota B kak?” tanya sela pelan nyaris pada dirinya sendiri.
“kenapa?” tanya cowok itu. Asela bingung, diakan mau kekota C, kenapa sekarang ke kota B? jadi dia tersesat ya pikir asela.
“yaaa udah...maaf ya kak kalau aku salah jalan..oh ya.. mobil kakak udah harus diuji kembali..” kata sela dia tak mau berlama-lama lagi, dia langsung masuk kemobilnya dan pergi. dia benar-benar malu.
“eh tunggu sebentar cantik.. siapa namamu?” tanya cowok itu ketika sela memundurkan mobilnya. Dijawab dengan lambayan tangan oleh sela, tanda dia pamit pergi.
“Kapan-kapan mampir lagi ya..” kata cowok itu lagi. Tapi sela tak peduli, dia benar-benar malu.
Agak jauh sedikit dari rumah cowok itu sela berhenti dan menelpon mario, bertanya soal jalan sambil nangis-nangis bombai kesal dan malu bercampur jadi satu, sementara mario diseberang hanya tertawa.
__ADS_1