MENJAGA JODOHMU

MENJAGA JODOHMU
Episode 16


__ADS_3

Tak terasa tiba lah hari pernikahan aldiano dan asela yang dipersiapkan dengan megah. Sebenarnya sela ingin pernikahannya dibuat sederhana saja, tapi aldiano tak setuju, ini pernikahan mereka untuk seumur hidup jadi


dia ingin yang terbaik, dan tak ada yang bisa membantah keinginan aldiano, termasuk maminya yang sedang sakit. Dan walaupun semakin kurus tapi mami tetap terlihat bersemangat dan bahagia menyambut dan mempersiapkan hari itu. Claudio cuti untuk menghadiri pernikahan kakaknya, dia kaget dengan berita itu, tapi setelah melihat interaksi antara kakaknya dengan sela, dia tau kakaknya ano dan sela saling mencintai dan bahagia, dia melihat kakaknya jauh berbeda saat bersama sela, kakaknya jadi mudah tertawa saat bersama asela dan juga senyum diwajahnya tak pernah hilang. Claudio yang selalu kesal dengan kemanjaan asela, tapi bagi kak ano kemanjaan sela itu seperti sesuatu yang lucu, claudio merasa aneh tapi itulah cinta pikirnya. Mario juga melihat hal yang sama dengan kakak keduanya, kak ano yang selalu jarang tertawa dan tersenyum tapi berubah semua karena asela, bahkan sekarang kak ano sering terdengar bercanda, padahal duhulu hal


itu jarang terjadi. Tapi kak ano akan terlihat seperti itu saat dekat asela, asela seperti penjinak kak ano pikir mario.Dan pernikahan aldiano dan asela pun berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan meriah, semuanya berlangsung dengan baik, wajah-wajah ceria dan bahagia terlihat diwajah mereka.


Pagi itu aldiano terbangun dengan rasa kesemutan ditangannya, tapi saat dia membuka matanya dia melihat sela sedang menggunakan tangannya sebagai bantal. Aldiano memandang sela dengan lembut dan sebuah


senyum manis terlihat dibibirnya, dia jadi teringat kejadian semalam, harusnya malam kemarin itu adalah malam pertama mereka, tapi mungkin karena asela tak punya ibu lagi sehingga tak ada yang mengajarkannya. jadi semalam setelah selesai acara sela karena kecapean masuk kekamar dan tertidur, aldiano yang ingin menjalankan tradisi malam pertamanya berusaha membangun asela, tapi dia


agak takut mengatakan yang sebenarnya jadi aldi mengisyaratkan dengan meminta asela untuk memijitnya, tapi dasar asela yang lugu, dia memijat aldiano seperti dia memijat neneknya, benar-benar memijat aldiano. Sampai akhirnya dia tertidur. Aldiano tertawa kecil mengingat kejadian itu, masih banyak hari untuk


melakukan itu pikir aldi, karena pagi itupun sepertinya tak bisa karena mereka bangun kesiangan jadi pasti diruang makan ibu dan adik-adiknya sedang menunggu, dia tak ingin sela dijadikan bahan lelucon para adiknya.


“sela sayang.. ayo bangun..” kata aldiano dengan lembut, tapi dia sadar tidak mudah membangunkan sela, kemudian dia menciumi dan mengigit kecil bibir dan hidung asela.


“ih kak ano pagi-pagi udah mesum..” kata sela kaget dan terbangun, aldi hanya tersenyum mendengar itu.


“ih jam berapa sekarang kak.. waduh aku sekarang adalah mantu orang jadi harus bangun pagi—pagi..” kata asela dia setengah melompat dari tempat tidurnya dan masuk kekamar mandi.


“kak tolongin sela ya.. rapikan tempat tidurnya..” katanya lagi. Lagi -lagi aldi hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya.


Diruang makan, benar telah berkumpul mami, claudio dan mario, mereka sedang menunggu sarapan disiapkan.

__ADS_1


“mamiiii maaf.. kemarin sela kecapean jadi bangun kesiangan..” sela menyapa mami dengan menciumi mami, dan mami hanya tersenyum.


“eh.. anak kecil.. kamu tuh sekarang udah jadi istri dan menantunya orang.. jadi belajar untuk bangun lebih pagi.. kebiasaanmu itu tuh udah harus dihilangkan..” kata dio dia memandangi asela.


“iya harus bangun lebih pagi..mana ini udah hampir jam 9 lagi..” mario ikut mengoda sela.


“ih apaan jam 9, belum juga jam 8.. iya kak sela salah..” kata asela dia melirih kesal mario tapi takut melihat kak dio.


“tapi sela bangun kesiangan bukan salah sela sepenuhnya sih kak.. kak ano tuh semalam gangguin sela, makanya sela jadi tidur kemalaman..” kata sela dengan lugunya, bersamaan itu aldiano telah berada juga di ruang makan, mario yang mendengar perkataan asela hampir pecah tawanya tapi kerena melihat kak ano dia tertunduk dan menahan tawanya. Aldiano mendekati sela memeluk dan menciumnya sekilas.


“mulai sekarang setiap pagi bikinin aku kopi ya..” kata aldiano lembut, pura-pura tak mendengar apa yang dikatakan sela tadi.


“tapi aku nggak tau kak ano suka kopi yang kayak gimana..”


“aku suka kopi agak pahit, satu sendok kopi dengan satu sendok gula..” kata aldiano tersenyum.


“ih kak ano mulai lagi..”sela terlihat malu tapi tetap berjalan kedapur untuk membuatkan kopi bagi suaminya.


“aku juga sela titip ya buatin kopi..” kata mario. Yang diiyakan sela.


Aldiano duduk dimeja makan didepan kedua adiknya dan melihat ke mereka berdua.


 “mulai sekarang kalian itu harus ingat, sela itu bukan lagi adik atau sahabat kalian, dia itu istri kakak kalian jadi aku minta kalian hargai dia..hormati dia sebagai istri kakak kalian..” kata aldiano tegas dan tenang pada kedua adiknya.

__ADS_1


“tapi kan sela sahabat aku kak..” mario sedikit membela diri.


“iya kakak tau kalian telah menjaga dia selama ini.. tapi kalau didepan kakak, kakak harap kalian memperlakukannya dengan lebih sopan..”kata aldi lagi Kedua adiknya tertunduk dan menganggukkan kepala. Kalau tidak ada sela kakak mereka kembali seperti dulu.


“mami juga setuju yang dikatakan kakak kalian.. walau bagaimanapun sela sekarang kakak ipar kalian.. dio..rio.. ingat itu..” kata mami pelan.


“terima kasih mi..” aldiano mendekati mami dan mencium kepala mami, kemudian dia sadar wajah mami pucat sekali.


“mi.. mami baik-baik ajakan..” tanyanya mulai kwatir.


“iya mami baik-baik aja.. terima kasih nho..” kata mami mencoba tersenyum, terlihat dia sedang menahan sakit.


“mami.. mami terlihat pucat dan sakit mi..” kedua adiknya juga memandangi mami dengan kwatir.


“sudah.. nggak usah kwatir.. mami hanya kecapean..lagi pula kalau memang sudah waktunya mami, mami nggak takut lagi..mami bahagia..”


“mi jangan bicara seperti itu..  kak kita bawa mami kerumah sakit ya..” kata mario


“ke rumah sakit juga nggak ada gunanya.. sebagai penderita kanker bukankah Tuhan sudah dberikan waktu lebih lama buat mami..”


“nggak mi.. kita harus kerumah sakit sekarang..” kata dio yang tidak kalah panik dari kakak dan adiknya. Mario langsung berlari kekamarnya mami menyiapkan pakaian dan perlengkapan mami. Aldiano memanggil


sela dan memintanya untuk tinggal, dan mereka bertiga dengan gerakan cepat menyiapkan mobil dan mengantar mami mereka kerumah sakit.

__ADS_1


 


 


__ADS_2