
“jadi namamu asela..” sapa sebuah suara berat yang sepertinya asela ingat suara siapa itu. Asela memandang asal suara itu, dan secara refleks asela langsung menutup dadanya, didada sebelah kanan ada papan namanya.
“eh kakak.. kenapa disini?” tanya asela, tapi cowok itu hanya tersenyum dengan manisnya, senyum cowok itu bikin jantung asela berdebar lebih kencang.
“tempo harikan kamu bilang mobilku sudah harus di uji berkala jadi karena itulah aku disini.. selain itu juga ya.. karena kangen kamu.. “kata cowok itu lagi, senyumnya semakin lebar melihat wajah asela telah
berubah warna menjadi merah merona.
“nama kamu asela T. T itu apaan sih?” tanya cowok itu dia telah kembali serius.
“mau tau aja..” jawab asela cuek, dia masih menutupi dadanya.
“penasaran aja, jangan-jangan T itu kependekan dari Terlalu cantik..” cowok itu tersenyum lagi
“tapi kalau terlalu cantik harusnya TC ya?”
“ih mau tau aja.. T itu artinya Terserah gue dong..” kata asela setengah mencibir. Tapi tiba-tiba didekatnya telah berdiri teman kerja asela senior asela.
“ada apa ini sela? Orang ini mengganggumu?” tanya senior asela itu, sambil memandang menyelidik pada cowok itu.
“bro memandang dada perempuan itu kurang sopan loh..” kata senior asela pada cowok itu.
“maaf.. aku tak pernah bermaksud seperti itu, aku hanya ingin tau namanya saja..” jawab cowok itu tenang, dipandangi seperti itu tak membuat cowok itu takut, tapi membuat dia terlihat berwibawa, tubuhnya yang
tinggi kurus membuat semakin mempesona.
__ADS_1
“kalau ingin tau namanya bisa berkenalan kan..”
“aku pernah bertanya padanya dengan sopan tapi waktu itu dia tidak memberitahuku.. jadi ceritanya sekitar dua minggu yang lalu asela mengikuti mobilku, masuk halaman rumahku dan disana dia marah-marah padaku..” cowok itu menjelaskan pada senior asela, berbeda dengan asela dia berusaha mencegah cowok itu bercerita,
“iiiih iya kak... tempo harikan aku udah minta maaf pada kakak.. nggak usah dibahas lagi ya kak.. kakak pergi aja mobil kakak udah selesai di uji tuh.. ayo kak sana pergi..” asela berusaha mencegah cowok itu cerita, dia mengusir cowok itu, cowok itu dan senior asela menjadi bingung. Asela menarik cowok itu menjauh dari seniornya.
“kenapa sih asela? Aku hanya ingin menjelaskan cerita yang sebenarnya, aku nggak suka kalau ada yang salah paham,”
“nggak usah dijelaskan kak.. kalau sampai cerita itu teman-teman aku tau, bisa sebulan aku dibully karena
cerita itu kak..cerita itu jadi rahasia kita aja ya..” kata asela serius dengan gaya membujuk.
“oh gitu ya.. kalau begitu cerita itu harusnya diceritakan pada mereka supaya mereka punya materi buat membully kamu”
“baiklah asela...aku nggak akan menceritakan cerita itu asalkan kamu ngasih aku nomor hpmu, bagaimana?”
“iya boleh.. berapa nomor hp kakak, aku misscall” kata asela sambil mengambil hpnya dari kantong
celana seragamnya. Cowok itu tersenyum bahagia.
“namaku aldiano.. kamu bisa menyimpan kontakku dengan nama aldi keren..” mendengar itu sela bergaya seperti jijik, tapi hal itu membuat cowok itu jadi tertawa. Tak lama kemudian cowok itu pergi dengan senyum diwajahnya.
Aldiano yang sedang makan bersama keluarganya ketika hpnya tiba-tiba berbunyi, dia tersenyum melihat siapa yang menelponnya.
“kenapa kangen ya?” tanya aldiano saat menggangkat telponnya, dia berjalan menjauh dari meja makan.
__ADS_1
“apaan sih kak.. aku terima 5 chat, dengan pesannya halo, hai, apa kabar.. trima juga 3 panggilan tak terjawab, kok aku yang dibilang kangen.. dasar hantu..aneh...” asela kesal, tapi sebenarnya dia juga senang.
“hantu? Siapa yang hantu? Emang sekarang hantu bisa chat ya..” kata aldiano dia tertawa.
“ya kakaklah siapa lagi, nggak sadar ya.... kakak itu kayak hantu vampir.. kakak itu sering muncul ditempat-tempat yang tak terduga, wajah kakak juga putih pucat seperti nggak punya darah sama sekali.. dan jangan-jangan kakak juga nggak punya jantung ya..” suara asela dibuat seram dan dia menahan tawa.
“kenapa..jantungmu selalu berdebar kencang ya stiap kali melihat hantu itu..” canda aldiano, suaranya lembut menggoda.
“idiiiw.. ew.. jantung manusia itu berdetak bukan berdebar kak.. jantungku stiap hari pasti berdetaklah kalau nggak aku mati dong kak..” protes asela, padahal wajahnya telah berubah warna. Disebarang aldiano terdengar sedang tertawa. Dulu asela pernah berpikir kenapa stiap kali melihat senyum cowok itu jantungnya berdebar kencang, mungkin karena takut pada cowok itu, soalnya terlalu mirip hantu.
“huss.. jangan bercanda mati ya.. aku belum puas bercanda sama kamu, kalau kamu nggak ada, aku nggak punya tempat lagi menyalurkan bakat terpendamku.. menggoda kamu”
“ih dasar gila.. bosan ah bicara sama kakak.. aku matiin telpon nih..”
“ok.. nanti kita bicara lagi ya sayang.. aku juga baru mau makan sama keluargaku..”
“ih rese..” dan hppun dimatikan oleh asela. Sisa tertawa aldiano masih terlihat diwajahnya ketika dia kembali kemeja makan,
“telpon dari pacar ya nho, mami udah lama nggak melihat wajahmu secerah ini, terlihat begitu bahagia...” kata ibu aldiano ikut bahagia melihat senyum anaknya.
“ehm.. sudah ah.. kita makan dulu mi,” kata aldiano dia agak kaget dengan pernyataan ibunya, tapi dia juga sadar emang benar dia sudah lama tidak tertawa lepas dan tersenyum lebar, tapi asela itu bukan pacarku pikir aldiano. Terbawa dengan suasana hati aldiano yang sedang senang mereka pun makan dengan suasana yang bahagia.
__ADS_1