MENJAGA JODOHMU

MENJAGA JODOHMU
Episode 3


__ADS_3

“selamat sore tante ana.. tante kenapa pake sakit sih..kan sela jadi kwatir” sapa asela pada tante ana, maminya mario dan claudio. Saat tiba sela langsung memeluk tante ana, kangen sekaligus kwatir.


“eh sela.. apa kabar sayang? Panggil aja mami jangan tante doongg..” kata tante ana, sambil tersenyum menyambut pelukan asela.


“nggak mau tante.. kalau sela panggil mami, nanti nggak boleh jadi mantu tante, panggil maminya nanti kalau udah benar jadi mantu..” kata sela kembali memeluk tante ana, dia kayaknya malu dengan candaannya.


“iya benar juga ya..tante udah pingin secepatnya dipanggil mami..” tante ana tersenyum, dia melirik claudio yang sedang duduk makan buah didekat jendela. Claudio cuti pulang karena maminya sedang sakit. Tapi


claudionya cuek aja.


“dio kamu nggak menyapa sela nih..lihat dia makin cantik kan..” kata tante ana, sela melihat claudio.


“ih kak dio pulang ya tante..” kata sela pura-pura kaget, dia langsung berbalik melihat ke arah claudio.


“udah deh.. nggak udah pura-pura, kakak tau kok kalau kamu udah lihat kakak.., kelakuanmu itu nggak pernah berubah..” kata dio melirik sela kesal.


“berubah kok kak.. sela sekarang makin cantik dan makin dewasa.. sela udah kerja dan bukan anak smp lagi kak”


“kata siapa kamu cantik?, ke salon aja pasti nggak pernah..”


“ye ela kakak, sela rajin kok ke salon”


“ngapain aja ke salon?”


“ya potong rambut lah kak..lihat aja rambut sela cantikkan” kata sela sambil bergaya melemparkan rambutnya kebelakang. Mami yang melihat itu hanya senyum-senyum


“nah kan.. kalau Cuma potong rambut laki-laki aja banyak yang kesalon, pantas aja nggak ada cantik-cantiknya..”


“ih kakak sela itu udah cantik, nggak perlu pake makeup dan sebagainya..sela tuh ingin cantik kayak artis korea, cantik alami tanpa makeup yang tebal, kan pingin jadi cantik kayak tente ana.. ” sambil berkata itu sela


memeluk tangan tante ana lembut dan tersenyum manis minta dukungan tante ana.


“tapi maaf ya sela..tante pake makeup juga sela, walaupun tipis tapi tante pake lipstik, pake garis kening, pake cream anti aging.. tante tetap merawat wajah tante, biar tetap terlihat cantik dan muda..” kata tante ana maminya dio dengan lembut pada sela.

__ADS_1


“udah ah.. mending sekarang kamu ke market beli buah gih.. ini uangnya..”


“Ih kakak.. kok tega sih sama sela..kan buahnya kakak yang habisin..”


“ kamu kan kesini nggak bawa ole-ole.. jadi sekarang beli sana..” kata dio sambil mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikannya pada sela. Mami mau melarang tapi dio tak mau diprotes.


“udah sana pergi, udah nggak cantik pemalas juga..” kata dio sambil mendorong sela pergi.


“ ih kak dio jahat deh..” protes sela tapi dia tetap pergi.


“nanti balik lagi ya tante..” kata sela tersenyum sambil pamit pergi dari tante ana.


“dio kenapa gitu sih..” tegur mami pada dio.


“bosan mi dengar suaranya, mami itu harusnya istirahat, anak itu biangnya keributan..kalau dia terus disini, mami pasti nggak akan istirahat.” kata dio sambil mengatur tempat tidur maminya.


“kakak kamu dimana?” ibu mereka jadi ingat dengan putra tertuanya yang datang juga karena dia sedang sakit.


Dijalan menuju parkiran, sela melihat orang yang kemarin dia ikuti mobilnya, dia terlihat sedang duduk dilantai dan terlihat sepertinya sedang manangis. Sela mendekat, benar orang itu sedang manangis pikir sela.


Melihat itu sela jadi ingin iseng, dan diapun duduk dekat cowok itu. Tapi ketika niat jahatnya itu baru mau dilakukan, dia jadi kasihan dengan cowok itu, sepertinya dia benar-benar sedih, sela jadi ingin menghiburnya.


“hai.. ternyata bisa nangis juga ya..boleh nggak ku rekam?!, biar jadi koleksi video sedih..” sela coba melucu. Cowok itu sadar ada orang yang duduk dekatnya. Diapun berhenti menangis, dan dia sadar siapa yang duduk


didekatnya itu.


“jadi ingat waktu sd dulu, aku punya sahabat, dia cowok.. dan dia juga sering menangis kalau habis dikerjain kakaknya..tapi sekarang kayaknya nggak pernah lagi..” kata sela dia memgingat-ingat waktu dulu.


“emang kalau cowok nggak boleh menangis.. “ tanya cowok itu ketika dia mulai tenang. Dia melihat sela, tapi wajahnya disembunyikan dikedua tangannya yang disilang dan  bertopang pada salah satu lutut kakinya hanya matanya yang terlihat.


“woow suara cowok ini habis menangis makin seksi aja..” kata sela pada dirinya sendiri. Dia terpesona mendengar suara cowok itu.


“dan kamu kenapa disini?” tanya cowok itu lagi sebelum dijawab sela.

__ADS_1


“emang kakak kenapa menangis, kasihan..pacar kakak meninggal ya?” sela balik bertanya.


“kan aku yang duluan bertanya..kok aku ditanya lagi sih..” tanya cowok itu lagi masih tetap dengan gayanya yang sama.


“kalau kerumah sakit mau ngapain lagi kak selain sakit dan menjenguk yang sakit..” kata asela seenaknya.


“ya banyaklah, dirumah sakit itu banyak hal yang bisa dilakukan, kalau pacarmu seorang dokter berarti kesini karena pacarankan.. atau dia sendiri yang dokter atau.. kalau..”


“ih dasar cowok-cowok pengagum sinetron, pantas aja udah besar masih suka menangis..” potong asela. Cowok itu jadi tersenyum mendengar perkataan asela. Dan dia bersandar ditiang didekatnya.


“ibuku sedang sakit parah.. dan kemungkinan sebentar lagi meninggal..” katanya pelan, senyumnya telah hilang dari wajahnya.


“sakit apa sih? Pasti masih bisa diobati kalau mau berusaha..”


“kanker hati.. dan baru diketahui setelah parah, gajalanya sepertinya sudah lama diderita ibuku, tapi dia merahasiakan dari kami..” kata cowok itu pelan, asela ingin bicara tapi tidak jadi.


“kenapa kamu mau protes lagi.. itu bukan sakit yang minum obat aja bisa sembuh” kata cowok itu dia menarik nafas dalam.


“tapi kan setidaknya ibu kakak masih hidup, aku nggak pernah mengenal ibuku.. dia meninggal saat aku masih sangat kecil..” kata asela, dia tersenyum, cowok itu diam sesaat memandang asela.


“dasar aneh.. ngak punya ibu bukan satu kebanggaan tau..” kata cowok itu, dia mulai tersenyum lagi.


“aku memang nggak punya ibu, tapi aku punya nenek yang sangat menyayangiku kak, walaupun sekarang beliau juga telah meninggal, tapi aku pernah bahagia karena disayang olehnya” kata asela lagi. Cowok itu kembali terdiam memandang asela, entah apa yang dipikirkannya.


“jadi selama ibu kakak masih hidup, pergunakanlah waktu yang tersisa itu untuk membuatnya bahagia, supaya saat dia pergi nanti kakak bisa mengingat masa-masa bahagia itu..” karena cowok itu hanya diam asela jadi bicara terus.


“semangat ya kak.. jangan menangis lagi, kalau menangis nanti bahagianya berkurang..” kata asela lagi, tapi tiba-tiba hpnya berbunyi. Asela melihat hpnya ternyata mario sahabatnya menelpon.


“aku pamit ya kak.. nanti ketemu lagi..” kata asela kemudian pergi. Cowok itu masih tak bisa berkata-kata, dia hanya melihat kepergian asela. dan tak lama diapun menelpon ijin pulang, seperti yang dibilang sela, dia tak ingin kesedihannya dilihat ibunya, dan bersiap untuk selalu tegar menjaga dan merawat ibunya yang sakit.


 


 

__ADS_1


__ADS_2