MENJAGA JODOHMU

MENJAGA JODOHMU
Episode 11


__ADS_3

Sore itu semua orang (aldi,mario dan mami) mereka hanya berkumpul dikamarnya mami, mami hari itu mengeluh kelelahan jadi semua hanya diam dikamarnya mami, aldiano dengan leptopnya duduk diteras kamar,  mami membaca buku sambil tiduran, sedangkan mario seru dengan game dihpnya. Tapi tiba-tiba hp mario berbunyi ada yang menelpon.


“ya sayang.. kok telpon jam segini, beberapa hari yang lalu aku telpon jam segini katanya menelpon itu nanti kalau udah malam..” tanya mario pada penelponnya. Saat menelpon itu mario keluar ke teras kamar, dekat


aldi. Aldiano yang sedang serius bekerja tiba-tiba terdiam, seakan ingin menguping pembicaraan adiknya. Aldi mendengar sepertinya itu suara seorang perempuan, apakah asela pikirnya.


“pembicara yang akan masuk sore ini sepertinya lagi sakit jadi kita libur” kata teman mario ditelpon.


“kenapa wulan nggak jalan-jalan aja mumpung lagi liburkan..” kata mario menyebut nama penelponnya, aldiano jadi tau bukan asela yang menelpon mario.


“nggak ada yang mau temani wulan jalan-jalan, seandainya mario disini, aku bisa punya teman buat jalan-jalan” kata cewek itu lagi,


“ iya..nanti ya sayang.. aku juga ingin sekali jalan-jalan sama wulan, tapi belum dalam waktu dekat-dekat ini ya..lagi pula wulan kan sekarang masih pelatihan” kata mario suaranya begitu lembut, aldiano yang


mendengar yang dikatakan mario, memandang mario dengan tajam, tapi karena mario lagi berbunga-bunga bicara dengan pacarnya membuat mario tak memperhatikan perubahan pada cara kakaknya memandanginya. Mario dan pacarnya masih membicarakan banyak hal dan beberapa kali mario terdengar tertawa bahagia, berbeda dengan aldiano aura kemarahan terlihat jelas diwajahnya. Karena tak ingin meledak, aldi berusaha mengontrol emosinya dia masuk kekamar mandi, dan menyiram kepalanya dengan air dingin. Dan saat keluar, mario telah selesai menelpon pacarnya.


“ikut kakak kita harus bicara..” kata aldi setengah berbisik tapi tegas, dia seakan menyeret adiknya keluar dari kamar maminya, tak ingin pembicaraan mereka didengar oleh mami.


“kakak tidak menyangka ternyata kelakuan kamu sekarang telah berubah menjadi begitu buruk rio..” kata aldi pada mario suaranya terdengar dingin menakutkan.


“mario salah apa kak?” mario bingung dengan perubahan aura kakaknya.

__ADS_1


“kalau pacaran cukup satu rio, kakak nggak suka kalau kamu mempermainkan perempuan, ibu kita juga perempuankan..” kata aldi masih dengan nada bicara yang sama.


“iya.. rio memang beberapa kali ganti pacar kak, tapi stiap kali pacaran ya pacar rio cuma satu kak..” mario membela diri, dia masih bingung dengan pembicaraan kakaknya. Jawaban mario itu membuat aldiano


menatapnya dengan tajam.


“kakak marah ya karena pacar kakak kayaknya telah punya pacar baru?” kata mario agak takut-takut.


“maaf kak kalau rio menyinggung.. soalnya berita tentang pacar kakak yang punya pacar baru itu lagi rame diinfotainment” kata mario lagi.


“kakak nggak lagi membahas mantan pacar kakak,  kakak lagi menasehati kamu..” suara aldi agak


meninggi, mario jadi tertunduk takut, jarang sekali kak ano marah seperti ini, pikir mario.


 “yang tadi namanya wulan, trus bagaimana dengan asela? Jadi dia hanya untuk menghibur mami?” tanya


aldi, suaranya kembali tenang tapi masih terdengar dingin.


“ya ela kak.. kok sela sih.. sela itu udah rio anggap kayak saudara sendiri, pacaran sama sela itu sama aja kayak rio disuru pacaran sama kakak, nggak mungkin lah kak..” jawab mario dia yang tadi ketakutan seperti terbebas, rasanya lega sekali. aldi menatap adiknya, tatapan yang tadinya begitu tajam berubah perlahan.


“maksudnya sela itu bukan pacar kamu?”

__ADS_1


“iyalah lah kak.. aku dan sela itu udah kayak sodara kak, kita itu murni sahabat.. lagi pula yang disukai sela itu bukan rio kak, tapi kak dio, mungkin karena sejak kecil stiap kali aku dan sela punya masalah kak dio yang selalu membantu kami makanya sela menganggap kalau kak dio itu seperti ksatria berbaju zirah yang menjaganya.. makanya dia menyukai kak dio.. tapi seperti yang kak ano tahu kak dio udah punya pacar dan mereka saling mencintai” mario menjelaskan.


“tapi yang tempo hari, mami ingin sela itu jadi mantunya mami..”


“iya waktu kita membicarakan itu kan kak dio belum memperkenalkan pacarnya pada mami, jadi mami masih berharap kak dio akan menyukai sela, tapi seperti yang rio bilang cinta itu nggak bisa dipaksa kak..” aura hitam yang menutupi aldiano akhirnya hilang, wajahnya telah kembali seperti biasa, kalem dan tenang.


“kamu yakin kamu nggak menyukai sela?”


“kalau suka sih rio suka sela lah kak, kan sela sahabat rio, bahkan rio juga sayang sama sela, tapi sayang rio pada sela bedalah kak dengan sayang rio pada pacar rio.. jadi kakak jangan salah paham lagi ya.. rio itu


tipe laki-laki setia kak, kalau pacaran cuma satu” rio tersenyum berusaha meyakinkan kakaknya.


“lagi pula kalau rio pacaran dengan cewek yang banyak, sela juga pasti marah kak, dia juga perempuankan kak, dia nggak suka kalau aku mempermainkan perempuan, sela tempo hari pernah jadi sasaran karena ada cewek yang marah pada rio, karena cintanya rio tolak, eh dianya balas dendam yang jadi korban kemarahan cewek itu sela kak, kasihan banget sela waktu itu kak, makanya sela nggak suka kalau aku mempermainkan perempuan.” cerita rio, sebuah senyum tipis terlihat diwajah aldiano.


“maafin kakak ya..kakak pikir kamu playboy yang punya banyak pacar” kata aldiano merasa bersalah sekaligus merasa lega karena ternyata asela bukan pacar adiknya.


“terima kasih kak udah peduli sama sela, terima kasih juga kak, nggak membahas masalah ini didepan mami.. sebenarnya rio kasihan sama mami dan sela, mereka begitu ingin menjadi mantu dan mertua, tapi mau gimana lagi, kak dio juga hanya menganggap sela sebagai adiknya..” kata mario, tapi aldi hanya tersenyum kali ini senyumnya lebih lebar.


“terima kasih rio telah menjaga sela..”


“nanti deh kalau kakak kenal sela, pasti kakak akan menyukainya juga, sela itu anaknya lucu dan baik kak..” kata mario pada kakaknya, “aku tau rio” kata aldi dalam hati, ingin aldi memeluk adiknya tapi dia tak ingin membuat adiknya bingung didepan rio dia hanya tersenyum lebar, problem berat yang sangat mempengaruhi hidupnya ternyata tak seperti dugaannya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2