MENJAGA JODOHMU

MENJAGA JODOHMU
Episode 7


__ADS_3

Malam itu asela mendapat undangan dari mario dan maminya untuk menghadiri acara pesta pernikahan saudara sepupu mario yang adalah temannya asela juga, kakak kelas mereka sewaktu sekolah dahulu. Dan untuk pesta itu asela berdandan lebih dari biasanya, walaupun tetap terlihat sederhana tapi dia pergi ke salon untuk mendandaninya, dengan harapan keberuntungannya untuk disukai kak claudio, dengan tersenyum dia tiba ditempat pesta itu. Asela berjalan dengan langkah pasti menemui mario dn maminya yang telah menunggu didekat pintu masuk. Aldiano yang pada saat itu hadir bersama pacarnya melihat asela dan mario dari jauh, hatinya tanpa dia sadari kembali berdenyut sakit.


“sedang lihat apa sih? Al.. hei..” tanya melisa pacarnya aldiano, sambil menyentuh tangan aldi yang terdiam dengan aura yang dingin.


“nggak lihat apa-apa.. Aku hanya memastikan mami baik-baik saja..” kata aldi agak ketus saat dia sadar, dia berjalan meninggalkan pacarnya.


“al.. sebentar..” pacarnya memanggil aldi tapi tak dihiraukannya.


“al.. sebentar.. kayaknya kita harus bicara..” melisa menahan tangan aldiano untuk mendapat perhatiannya. Dengan pasrah aldi berhenti dan mengikuti pacarnya yang membawanya menjauh dari keramaian.


“ada apa?” tanya aldi pelan.


“sekarang aku bertanya dengan serius.. jadi kamu akan tinggal disini sampai kapan?”


“lisa masalah ini sudah kita bahas sejak sebulan yang lalu.. kamu tau kan mamiku lagi sakit dan aku ingin bersama dia menghabiskan hari-hari terakhirnya..” aldi memandang tajam pacarnya.


“bagaimana dengan kerjaanmu.. perusahaanmu..”


“itu bukan masalah.. aku pemilik dan bos diperusahaanku itu, lagi pula kerjaanku didunia IT, IT itu selama masih ada internet dan komputer aku masih bisa bekerja, untuk clien kalau masih bisa diwakilkan asistenku dia bisa diandalkan,  kalaupun harus perlu aku secara langsung, aku bisa terbang ke sana, alat transportasi dari kota ini ke jakarta bukan lagi masalah.. jadi kupikir itu bukan hal yang perlu dikwatirkan saat ini.. aku lebih kwatir kesehatan ibuku..” kata aldi menjelaskan


“bagaimana dengan aku.. aku nggak mau pacaran jarak jauh al..” suara melisa mulai meninggi, kesal dengan aldiano.

__ADS_1


“jangan buat masalah lisa.. aku tak mau jika disuruh memilih antara kamu dan ibuku.. kumohon mengertilah..” kata aldi masih terdengar tenang.


“aku nggak bisa mengerti, aku disana memerlukanmu..” suara melisa agak tercekik, dia mulai menangis. Aldi terdiam sebentar memandangi pacarnya.


“jadi maumu apa? Aku harus meninggalkan ibuku? Kamu sadar dengan permintaanmu itu?” suara aldi tetap tenang.


“kamu jahat al... kamu sepertinya sudah tidak mengutamakan aku lagi dalam hidupmu..”


“kumohon lisa mengertilah.. ibuku lagi sakit parah.. dan mungkin umurnya tidak akan panjang lagi.. itu saja yang ku harap pengertianmu..setelah ini semua aku akan setia menemanimu”


“BOHONG.. ini semua bukan hanya tentang ibumu..” aldi diam memandangi melisa yang telah mulai menangis. Rasa kecewa aldi mulai menumpuk, dasar wanita menggunakan airmata untuk memaksakan keinginannya pikir aldi, Tapi aldi berusaha tidak marah, dia tetap telihat tenang.


“aku tau cara pacaran kita bukan seperti orang-orang pada umumnya al, kita pacaran tidak pernah bercanda, tidak berbagi cerita, tidak berbagi tawa, tapi aku tidak keberatan, setidaknya aku masih melihat tatapan kekaguman dari matamu untuk aku, tapi sekarang al.. kau telah berubah menjadi dingin dan aku tak pernah melihat lagi tatapan kekaguman itu dimatamu..”


“kamu telah berubah al.. kamu bukan pacarku yang dulu lagi..ku rasa ada orang lain dihatimu sekarang..” melisa memandangi aldi, dia telah berhenti menangis, dan memandangi aldi dengan tajam.


“terserah apa yang kau pikirkan.. tapi sampai saat ini aku tetap pacarmu.. dan tak ada penghianatan”


“iya memang tak ada penghianatan, karena orang itu sepertinya menolakmu..dia menyakitimukan?! .. kau tak bisa memungkiri itu al.. kau sedang patah hati kan..” kata melisa dia tersenyum kecut, aldi memandang


tajam melisa sesaat, tapi kemudian dia memalingkan wajahnya tak ingin melihat mata melisa

__ADS_1


“melihatmu sakit harusnya itu membuat aku bahagia al, tapi itu juga menyakitkan buat aku..”


“ayo kekamar mandi, kamu harus merapikan riasanmu..” aldi menarik tangan melisa untuk kekamar mandi, merubah arah pembicaraan, dia tak menghiraukan perkataan melisa karena dia tak ingin mengakui semua itu.


“aku nggak mau al, rasanya munafik jika aku hadir diacara ini” kata melisa dia menepis tangan aldi.


“lisa please..” aldi menatap tajam melisa, tapi melisa hanya tersenyum sinis.


“kita putus saja al.. aku ingin dipuja dan dicintai.. tapi aku tau kamu nggak akan bisa memberikan itu lagi buat aku”


“MELISA jangan membuat putusan yang akan menyakiti kita..”


“AKU SAKIT AL..sakit banget..” kata melisa dia hampir menangis lagi, aldi diam memandang lurus kedepan melewati kepala melisa, tak mampu memandangi melisa.


“makanya untuk sakitku ini aku minta kompensasi darimu, apartementmu yang aku tempati dan mobilmu yang aku pakai akan jadi milikku sepenuhnya, aku akan menyuruh pengacaraku untuk mengurus surat-suratnya.” Melisa memandangi aldi dengan angkuh, kepercayaan dirinya telah kembali, dan aldi hanya bisa terdiam seakan berpikir, kemudian dia menarik nafasnya dalam.


“terserah kamu.. tapi kau tau aku lisa.., jika aku telah membuat putusan itu tak akan berubah, kamu yakin dengan putusanmu ini, kelak tak akan menyesal?”


“berat memang al, tapi aku memilih seperti ini dari pada harus sedih lebih lama lagi, kamu bukan millikku lagi al..” melisa tersenyum kecut, dia berjalan mendekati aldi, menjabat tangan aldi dan kemudian berlalu pergi,


aldiano hanya bisa diam ditempat memandangi kepergian wanita yang dulu pernah begitu dia puja, tapi entah kenapa hatinya terasa begitu plong, tak ada lagi kemunafikan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2