
Asela penasaran dengan sms yang dikirim sahabatnya rio padanya.
“sela, sebentar sore kami akan pulang dan akan langsung
kerumahmu, kalau boleh minta ayahmu untuk kerumahmu juga, soalnya ada hal
penting yang hendak mami bicarakan” itu bunyi sms dari mario tadi siang, dan setelah itu sela beberapa kali coba menghubungi sahabatnya itu tapi telponnya sedang berada diluar jangkauan. Mungkin mereka sedang dipesawat, tapi kenapa harus datang kerumahnya, dan juga kenapa ayahnya harus ada juga dirumah,
sela benar-benar penasaran dengan mario, kalau mami ingin bicara sama ayahku ini soal apa? Lamaran? Tapi buat siapa.. kak dio sekarang punya pacar, walaupun sela pernah berharap kak dio jadi suaminya tapi itu sebelum sela melihat pandangan cinta dimata kak dio buat pacarnya yang cantik itu. Trus lamaran buat
siapa? Nggak lucu kalau mario yang akan jadi suaminya? Baru membayangkan aja sela mencium mario rasanya benar-benar menjijikkan, bagaimana mungkin mencium saudaranya sendiri. Sela benar-benar kesal pada sahabatnya yang telah membuatnya penasaran. Beberapa kali dia mencoba menelpon mario tapi tetap dalam mode hp yang dimatikan. Akhirnya sela pasrah sendiri, kita lihat aja nanti apa yang direncanakan mario dan mami, dari pada harus berasumsi sendiri kata sela pada dirinya sendiri. selapun kembali riang dalam bekerja. Tak terasa waktunya pulang telah tiba. Dan sela meminta ayahnya untuk datang kerumahnya menunggu mario dn mami datang, dia tak berharap apapun, kita lihat aja nanti. Itu juga yang dikatakan ayahnya pada sela, jangan dulu berprasangka buruk sebelum melihat dan mendengar apa yang hendak dibicarakan mami pada mereka. Dan pada pukul setengah tujuh malam benar mobilnya mario parkir didepan rumah sela.
Sela dan ayahnya yang telah menunggu menyambut mami dan mario. Dimobil mario meminta kakaknya aldiano untuk turun paling terakhir, dia ingin membuat kejutan pada sahabatnya. Aldiano dengan senyum menyetujui permintaan adiknya.
“halo tante.. apa kabar?..” sela langsung memeluk maminya mario saat mereka tiba. Dan disambut juga pelukan hangat dari mami.
“tante kangen bangat sama kamu sayang..” kata mami dalam pelukan sela. Kemudian ayahnya sela mempersilahkan mereka masuk, sela yang terlalu riang dengan maminya mario masuk kerumah tidak memperhatikan siapa-siapa yang bersama mami. Dia langsung mendorong kursi roda maminya mario ke dalam rumahnya dan mengajak makan.
“tante.. tadi karena rio sms kalau tante mau datang, jadi sela membeli kue kesukaan tante..di coba dulu..” sela mempersilahkan maminya mario mencicipi kue kesukaannya. Dengan senyum bahagia mami mencicipi kue itu.
“sela.. sudah dulu makan kuenya kita makan malam dulu sekarang..” kata ayahnya sela.
“siap pa.. ok tante sela siapkan meja dulu ya buat makan malam.. tante.. sela masak sup ayam kesukaan tante loh..” kata sela tersenyum pada maminya mario dan bersiap mengatur meja untuk mereka makan malam.
“jadi sela bisa masak juga ya..” kata aldi dengan tenang seperti biasa. Tapi suara aldi membuat sela terkejut.
“kak vampire kok disini?” sela langsung berbalik melihat kesumber suara itu, dan ternyata benar itu kak vampire.
“halo sela..” aldiano tersenyum melihat keterkejutan sela.
__ADS_1
“sela.. apaan sih.. itu tidak sopan memanggil orang seperti itu..” tegur ayahnya sela, karena merasa sifat anaknya yang masih kekanakan.
“dia ano sela.. aldiano nama lengkapnya dia putra tertua tante.. kamu pasti pernah melihat fotonya dirumah” kata maminya mario dan aldi. Dia tersenyum jadi benar anaknya dan sela sudah saling kenal, pikir mami.
Berbeda dengan asela dia semakin bingung.
“jadi kak vampire itu kak ano.. kakaknya kak dio dan mario..tapi difoto keluarga kak ano itu badannya agak berisi.. kalau yang ini..” suara asela agak pelan, dia agak takut dan bingung.
“foto yang dipajang dirumah itu, diambil saat aku masih smu kelas satu, saat ayah kami masih hidup, jadi itu udah berapa tahun yang lalu,kalau sekarang ya.. seperti inilah aku..tampan kan..” aldiano tersenyum pada sela, dia tidak tersinggung dengan pertanyaan sela, malahan bagi dia pertanyaan itu terdengar lucu.
“sudah asela.. ayo kita makan dulu ya..” kata ayahnya asela. Dan dia mempersilahkan mereka semua duduk dimeja makan dan makan. Dan asela dengan riangnya menyuguhkan makanan buat tante ana, maminya aldi dan mario, dan dengan riang asela menceritakan pembuatan makanan itu. Aldiano tersenyum bahagia melihat kedekatan ibunya dengan sela, dan makan malam itu berlangsung dengan kebahagiaan.
“kenapa ibunya anak-anak tidak ikut datang..” tanya mami pada ayahnya asela. Ketika mereka telah selesai makan.
“oh.. itu si adek paling kecil lagi sakit gigi.. jadi ibunya anak-anak terpaksa tinggal, sedangkan kakaknya lagi latihan basket sama teman-temannya..” jawab ayahnya sela.
“iya.. kami juga minta maaf tidak menjamu dengan lebih baik, soalnya si sela kasih taunya baru tadi sore, kalau akan kedatangan tamu..”
“ah.. tamu.. kita udah bukan seperti tamu lagi..” mami dan ayah asela tertawa.
“ini sebenarnya kedatangan kami bukan untuk merepotkan keluarga sela.. “ kata mami memulai pembicaraan lagi, dan kali ini beliau terlihat sangat serius. Suasana hening, asela melirik mario dan betanya dengan
gerakan mulut, “ada apa?” tapi mario hanya meletakkan jari telunjuknya kemulutnya, mengisyaratkan asela untuk diam. Aldiano yang melihat mereka tersenyum.
“jadi kedatangan kami ketempat ini..seperti keinginan dan impianku sejak dahulu, mungkin sejak ibunya asela masih hidup.. aku dan ibunya asela, kami sangat berharap anak-anak kami bisa menikah.. mohon maaf ya kalau kami lancang.. maklumlah keinginan para wanita..” kata mami, terlihat beliau agak gugup. Tapi ayahnya asela hanya manggut-manggut.
“jadi saya dan anak saya aldiano datang ke tempat ini.. ingin memberitahukan maksud baik kami untuk melamar asela...” kata mami dengan yakin dan tersenyum pada asela.
“tapi tante.. aku dan kak vampire eh kak ano belum pacaran tante..kok udah mau menikah..” sela asela, dia nyolot.
__ADS_1
“jadi asela nggak mau menikah sama saya..” tanya aldiano dia menatap asela tersenyum tipis dan dengan
padangan yang penuh cinta.
“bukan gitu sih kak.. kalau suatu saat kita akan menikah, tapi setidaknya kita pacaran dulu kak..” kata asela malu-malu.
“sebenarnya ini keinginan tante.. sela.. kamu taukan tante lagi sakit, jadi saat tante tau kalau sela dan ano punya hubungan tante jadi ingin secepatnya melamar asela buat ano..” kata mami menenangkan asela.
“tapi kalau sela ingin kalian pacaran dulu.. tante nggak keberatan..setidaknya tante udah pasti kalau asela akan jadi mantu tante..” maminya asela tersenyum kearah asela, dan mengulurkan tangannnya seakan meminta asela mendekat. Dan aselapun mendekati maminya aldi dan mario, duduk disamping mami dan memeluk mami.
“ih kak ano jahat, kenapa sih nggak menyatakan cinta dulu, tau -tau udah datang melamar..” kata asela pada aldiano dia cemberut merasa kesal pada aldi. Sedangkan aldiano hanya tertawa, sela selalu bisa membuatnya
tertawa.
“yaa kalau saya sih.. terserah anak-anak.. padahal pacaran juga tujuannya buat menikah.. tapi kalau anak saya sela berpikiran seperti itu.. saya sebagai ayahnya mohon maaf ya.. anakku itu itu hanya umur dan tubuh yang
sudah terlihat dewasa, tapi kelakuannya kayak anak kecil.. mohon maaf ya nak ano..” kata ayahnya asela pada aldi.
“oh nggak apa-apa om.. tapi gayanya yang kayak itu om yang bikin aku sangat menyukai sela.. responnya, cara berpikirnya itu selalu tak bisa kutebak.. anak om benar-benar telah membuat aku jatuh cinta om.. kalau ada sela disampingku hidupku nggak akan pernah membosankan om” kata aldiano dengan gayanya yang tenang dan berwibawa. Ayahnya asela hanya tersenyum mendengar perkataan aldiano.
“ih kak ano kok gombalin papa sih..” kata sela dia melihat aldi dengan gaya yang dia buat seperti jijik. Aldiano yang dipandang seperti itu tertawa kecil.
“om kalau diijinkan boleh aku memeluk anak om..” tanya aldi dengan sopan pada ayahnya sela.
“jangan pa.. jangan disetujui..kita belum menikah jadi belum boleh peluk-peluk..” sela yang menjawab bertanyaan aldi itu, sedangkan ayahnya, mami dan mario hanya senyum-senyum. Suasana lamaran yang harusnya serius dan tenang jadi penuh tawa karena sela.
__ADS_1